Banyak orang mengejar ketenangan dengan mengumpulkan hal-hal duniawi. Namun semakin digenggam, justru semakin gelisah. Islam mengajarkan bahwa hati tidak akan pernah benar-benar tenang jika sandarannya selain Allah.
Allah berfirman, “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” (QS. Ar-Ra’d: 28). Ayat ini sederhana, tapi sangat dalam: ketenangan bukan soal memiliki lebih, melainkan soal mengingat lebih.
Hidup memang penuh ujian. Namun orang yang hatinya terikat kepada Allah tidak mudah roboh. Ia boleh lelah, tapi tidak putus asa. Ia boleh sedih, tapi tidak kehilangan arah. Sebab ia tahu, setiap takdir selalu membawa hikmah.
Maka ketika dunia terasa sempit, jangan buru-buru menyalahkan keadaan. Bisa jadi hati kita yang sedang jauh dari Allah. Kembalilah, walau perlahan. Karena di sanalah ketenangan itu menunggu.
