Social Items

 







MENGGELENGKAN KEPALA SAAT BERDZIKIR.


Tidak hanya bergoyang karena mendengarkan musik. Karena berdzikir pun banyak yang menggelengkan kepalanya. Ada yang pelan dan nada juga yang ekstrim. Bagaimana hukumnya menggelengkan kepalaketika berdzikir?


            JAWABAN: Boleh dan hal tersebut hukumnya sunah Ketika disertai niat yang baik dan menyebabkan lebih khusyuk berdzikir.


            REFERENSI:


فتاوي الخليلي على مذهب الللإمام الشافعي ص: 26

أنّ الحركة في الذّكر والقراءة ليست محرّمة ولا مكروهة بل هي مطلوبة في جملة أحوال الذّاكرين اهـ


MENGGELENGKAN KEPALA SAAT BERDZIKIR.



Hasanjufri.com – tanggal 17/05/2022 yang bertepatan pada malam rabu menjadi malam yang penuh berkah diPondok Pesantren Hasan Jufri, karena dimalam tersebut Pondok pesantren Hasan Jufri kedatangan tamu yang mulia yakni, Al Habib Abdullah Ibn Abdurrahman Al Muhdlor,Tarim Hadramaut Yaman

 

Pondok Pesantren Hasan Jufri melaksanakan Jalsah Rouhah Bersama Habib Abdullah Al muhdhar Tarim Yaman diMasjid Baitul Atiq, hal demikian digelar dalam rangka mengambil barokah, menginginkan ilmu dan nasehat-nasehat dari beliau untuk bisa diamalkan dalam kehidupan. Dimana dalam kegiatan ini dihadiri  oleh para Ustad, santri, serta alumni-alumni Hasan Jufri.

 

Pengasuh Pesantren Hasan Jufri, Kiai Moh Najahul Umam menyampaikan Terimakasih atas kehadiran Habib Abdullah Al muhdhar Tarim Yaman diPondok Pesantren Hasan Jufri, Habib Abdullah Al muhdhar berasal dari kota tarim yang terletak diHadhramaut.

 

Pada kesempatan tersebut, Habib Abdullah Al muhdhar meyampaikan banyak nasehat, ilmu serta amalan-amalan tentang sunnah Rasulullah.

 

Amalan Penting dari Al Habib Abdullah Ibn Abdurrahman Al Muhdlor:

1.     Meniru apa-apa yang dilakukan oleh Rasulullah Saw

Untuk menjadikan diri kita menjadi sebaik-baiknya orang dihadapan Allah Swt, satu-satunya cara yaitu mengikuti Rasulullah Saw dengan sesempurna mungkin, baik itu dalam ucapan Rasulullah, ataupun dalam Tindakan Rasulullah, ataupun bahkan dalam diamnya Rasulullah Saw.

 

Al Habib Abdullah Ibn Abdurrahman Al Muhdlor berkata “mari mulai sekarang, khususnya kita sebagai thalabul ilm mari kita istiqamahkan diri kita untuk selalu meniru Rasulullah didalam segala tindak tanduk kita”

 

bagaimana kita menjaga zikir-zikir Ketika akan tidur, menjaga sunahnya Rasulullah didalam shalat, menjaga tuntunan-tuntunan Rasulullah Ketika akan masuk kedalam kamar mandi, semua sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah Saw mari kita sama-sama menjaganya sehingga kita akan menjadi orang yang memiliki Rasulullah Saw.

 

Allah Swt berfirman

وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ فِيكُمْ رَسُولَ ٱللَّهِ ۚ

Artinya: Dan ketahuilah sesungguhnya didalam diri kalian ada Rasulullah.

 

2.    Berusaha mengambil keberkahan didalam kehidupan

Keberkahan adalah cucuran dari pada kemuliaan dari Allah Swt. Jika Allah Swt berikan cucuran rahmat dari Allah disatu tempat atau seseorang  ataupun pada satu waktu, maka disitu tempat itu akan menjadi barakah, waktu itu akan menjadi barakah, dan seseorang itu pun akan menjadi barokah.

 

Beliau berkata "tugas kita ini untuk mengambil sebab keberkahan, walaupun kita tidak tau tempat barakah itu dimana, walaupun mungkin kita tidak pernah tau siapa orang yang penuh barokah, tapi kita harus berusaha untuk mencari sebab yang menjadikan hidup kita menjadi hidup yang barokah."

 

3.    Mengamalkan ilmu apapun yang kita tau

Mengamalkan ilmu yang kita miliki itu akan membuat ilmu tersebut menancap dalam pikiran dan hati kita sehingga kita tidak mudah lupa dengan ilmu tersebut, cara Allah Swt untuk memberikan manfaat dari pada ilmu adalah dengan mengamalkannya.

 

Sebagian ulama’ ditanya: “mengapa engkau diberikan keberkahan ilmu, mengapa engkau diberikan futuh oleh Allah Swt..?”

Maka jawaban para ulama’ adalah: “tidak pernah aku belajar satu ilmu kecuali ilmu tersebut langsung aku praktekkan didalam hidupku dan aku wajibkan diriku untuk mengamalkan ilmu yang aku dengar”.

 

Contoh : menggunakan siwak Ketika ingin shalat, memakai kofyah Ketika masuk tandas, dan sunah-sunah Rasulullah Saw lainnya.

 

4.    Menjaga ilmu yang kita dapatkan dengan dicatat

Beliau mengatakan sungguh aneh ada santri yang hadir ngaji tapi tidak membawa pulpen dan kertas, karena dikatakan ilmu itu bagaikan hewan buruan dan nulis adalah talinya, sebagaimana syair imam Syafi’i:

قَالَ اْلإِماَمُ الشَّافِعِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ

 

العِلْمُ صَيْدٌ وَ الْكِتَابَةُ قَيْدُهُ  #

قَيِّدْ صُيُوْدَكَ بِالْحِبَالِ الْوَاثِقَةِ

Ilmu itu seperti hewan buruan sedangkan tulisan adalah tali ikatannya,

Maka ikatlah hewan gembalamu dengan tali yang kuat.

 

فَمِنَ الْحَمَاقَةِ أَنْ تَصِيْدَ غَزَالَةً  #

وَتَتْرُكَهَا بَيْنَ الْخَلاَئِقِ طَالِقَةً

Merupakan salah satu tindakan bodoh jika engkau memburu hewan,

lantas meninggalkannya di alam bebas tanpa ikatan.

 

5.    Ijazah Mencegah Lupa

Ijazah satu shalawat yang baik dibaca 3 kali dipagi hari, 3 kali disore hari dan 3 kali sebelum ta’lim, yaitu sighah solawat: “Allahumma solli ala maulana Muhammad annuril mudzhib linnisyani binuurihi wa ala alihi wasohbihi wasallim.”

 

Wallahu a’lam

alkautsar

Hafimulimedia




 

Amalan Penting Dari Al Habib Abdullah Ibn Abdurrahman Al Muhdlor,Tarim Hadramaut Yaman

 

 


 





Habib Abdullah bin Abdurrahman Al-Muhdlor adalah satu ulama di balik berdirinya dan pemberian nama Pondok Pesantren Annashru Wal Futuuh yang diasuh oleh Ustadz Ahmad Rusydi Ridho. Beliau turut hadir saat peletakan batu pertama bersama para ulama lainnya. Diantaranya yang turut hadir Habib Ali Zainal Abidin bin Husain Al-Jufri (Madura), KH. Muktadir Shonhaji (Madura). Beliau (Habib Abdullah) adalah salah satu Ulama besar Yaman dan Guru Besar Rubath Tarim.


 

Beliau memberi amal-amalan kepada para santri kesenangan Nabi sebelum tidur yaitu:  


1. Ayat kursi

2.Akhir surat Al-Baqarah

3. Al-Ikhlash

4. Al-Falaq dan An-Nas

5. Al-Kafirun

6. Do'a sebelum tidur

7. Dll

  


 

Para santri sangat semangat mendengarkan apa-apa yang disampaikan oleh beliau. Begitu banyak ilmu-ilmu yang beliau sampaikan kepada para santri khususnya tentang akhlak-akhlak dalam meneladani sunnah Rasul, juga dengan ilmu akhlak-akhlak dalam menuntut ilmu. 



Dan semoga berkunjungnya beliau kita semua mendapat ridho Allah SWT. dan dapat memotivasi santri-santri pesantren Hasan Jufri.



 

 

Al-Habib Abdullah bin Abdurahman Al-Muhdlar kepondok Hasan Jufri









Fungsi perencanaan pada dasarnya adalah suatu proses pengambilan keputusan sehubungan dengan hasil yang dinginkan, dengan penggunaan sumber daya dan pembentukan suatu sistem komonikasi yang memungkinkan pelaporan dan pengendalian hasil akhir serta perbandingan hasil-hasil tersebut dengan rencana yang dibuat.




Banyak kegunaan dari pembuatan perencanaan yakni terciptanya efisiensi efektivitas pelaksanaan kegiatan perusahaan, dapat melakukan koreksi atas penyimpanan sendini mungkin, mengindentifikasi hambatan-hambatan yang timbul menghindari kegiatan, pertumbuhan dan perubahan yang tidak terarah dan terkontrol.

FUNGSI PERENCANAAN

 






SMS “ASS ATAU ASKUM”            

 

Ketika kita menerima  sms dari teman, biasanya yang dikirim pertama kali adalah “Ass atau Askum”. Apakah salam seperti ini wajib untuk di jawab?


Jawaban: Tidak wajib, karena bukan termasuk shighat salam yang sesuai dengan syar’i.


Referensi:

 

بغية المسترشدين مع الشرح – الجزء الربع صـ 328

ويسن الرد على المبلغ فيقول : وعليه وعليك السلام, إلى أن قال وقو له باالكتابة في الكتاب ظاهر عبارة التحفة الاكتفاء باالفظ أو الكتابة في ذالك اهـ

حاشية قليوبي الجزء الربع صـ 216

وخرج نحو : سلام الله عليكم أو السلام على سيدنا أو مولانا أو السلام على من اتبع الهدى أو السلام على المسلمين فلا يجب الرد لعدم االصيغة الشرعية اهـ

   



SMS “ASS ATAU ASKUM”







Malam tanggal 24 april 2022 pondok pesantren mengadakan acara “Memperingati Nuzulul Qur’an dan Tasyakuran Khatmil Qur’an Wal Kutub”


Acara ini melibatkan seluruh santri pondok pesantren Hasan Jufri. Sebelum acara, santri sempat melaksanakan sholat isya' berjamaah dan sholat terawih.


Acara ini dimulai dengan pembacaan surat Al Qadr yang hal ini dipinpin langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Hasan Jufri.


Dilanjutkan dengan sambutan oleh Guz Zah Faidh Bajuri, Lc. Dalam kesempatan itu, beliau memberi nasehat dan pesan-pesan kepada santri Hasan Jufri ketika berbaur di masyarakat selama liburan ini.


Setelah itu, dilanjutkan dengan ceramah yang hal ini disampaikan oleh Ust Khairul Umam.


Melihat wajah Teman-teman nampaknya sangat ceria dan Bahagia karena besok liburan pondok. dengan apa yang disampaikan pengasuh, Guz faidh dan ceramah tadi semoga bermanfaat dan bisa diamalkan ketika berbaur di masyarakat.

Aamiin......

  

NUZULUL QURAN DI PONDOK PESANTREN HASAN JUFRI




Mungkin beberapa orang diluar sana belum tahu adab Ketika sedang makan, jadi ada banyak sekali adab Ketika kita sedang makan, dan wajib bagi kalian semua mengamalkan sebagian adabnya makan,  jadi inilah adab Ketika kita sedang makan sebagai berikut:

 

Yang pertama Ketika kalian mau makan terlebih dahulu harus membasuh kedua tanganmu.

 

Yang kedua sebelum makan kalian harus menyebut nama Allah SWT.

 

Yang ke tiga Ketika kalian sedang makan kamu harus duduk.

 

Yang ke empat ketika kamu sedang makan, maka makan dengan tangan kananmu.

 

Yang ke lima hendaknya kamu tidak mengumpulkan makanan dipipimu.

 

Yang ke enam tidak boleh menoleh ke kanan ke kiri Ketika makan.

 

Yang ke tujuh tidak  duduk Bersama orang yang lebih tinggi derajatnya.

 

Yang ke delapan tidak boleh meniup makanan Ketika panas.

 

Yang ke Sembilan tidak boleh berbicara Ketika mulutmu penuh dengan makanan.

 

Dan termasuk dari adab makan mengecilkan  suara suapan, apabila kamu selesai makan maka basuhlah kedua tangan kamu kemudian memujilah pada Allah atas nikmatnya Allah yang banyak, dan bersyukurlah kamu pada Allah atas pemberian yang besar.

 

Semoga anda semua bisa mengamalkan adab Ketika sedang makan, dan semoga bermanfaat bagi anda semua Aamiin.

 

Wallahu A’lam

 

 

 

 

TATAKRAMA KETIKA MAKAN



Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, penuh ampunan, dan rahmatnya Allah Swt. Ramadhan adalah bulan yang paling dinantikan oleh semua umat muslim karena didalamnya terdapat keutamaan yang sangat besar.

 

Dibulan Ramadhan setiap muslim diwajibkan melaksanakan suatu ibadah yang besar pahala, yang pahalanya langsung  diberi oleh Allah Swt, ibadah ini yaitu ibadah puasa, dimana seorang muslim menahan dirinya dari makan dan minum dan segala yang membatalkan puasa mulai dari terbit fajar sampai tebenam matahari.

 

Puasa bukan hanya sekedar menahan makan dan minum sahaja tapi yang paling penting dalam ibadah puasa ini yaitu  untuk menjadi seseorang yang bertaqwa dan melatih dirinya dari mengikuti hawanafsu yang membawa kemudharatan bagi manusia.

 

Allah SWT berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 183:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

 

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa," (QS: Al-Baqarah ayat 183).

 

Di dalam bulan mulia ini terdapat keutamaan-keutamaan dan hikmah khusus yang diberikan Allah kepada hambanya yang ikhlas dan tulus menjalankan ibadah puasa, serta ibadah-ibadah lainnya.  Salah satunya yaitu pahala dilipat gandakan, doa-doa dikabulkan bahkan tidurnyapun bernilai ibadah.

 

Sebagaimana hadits Rasulullah Saw, yang diriwatkan oleh Abdullah bin Aufi yang berbunyi:

نَوْمُ الصَّائِمِ عِبَادَةٌ ، وَصُمْتُهُ تَسْبِيْحٌ ، وَدُعَاؤُهُ مُسْتَجَابٌ ، وَعَمَلُهُ مُضَاعَفٌ

 

Artinya: “Tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah. Diamnya adalah tasbih. Do’anya adalah do’a yang mustajab. Pahala amalannya pun akan dilipatgandakan.”

 

Karena kemuliaan yang dimiliki oleh bulan Ramadhan, seharusnya kita menggunakan waktu didalam Ramadhan ini dengan sebaik-baiknya, yakni isilah dengan amal ibadah yang bisa tambah mendekatkan diri kita kepada Allah Swt. Yakni dengan memperbanyak membaca Alqur’an, Berzikir, mengikuti majlim ta’lim dan ibadah-ibadah lainnya.

 

Semoga amal-amal yang kita lakukan dibulan Ramadhan diterima oleh Allah Swt dan semoga dengan amal-amal yang kita lakukan dibulan Ramadhan kitab isa mendapatkan ridha, ampunan dan syurganya Allah Swt. Aamiin.

 

Wallahu A’lam

 

 

Hafimultimedia

Keutamaan di bulan Ramadhan

 





Sangat pantas dan wajib bagi seorang murid untuk memuliakan menghormati dan mempunyai budi pekerti yang baik kepada gurunya. Dan mengikuti adab dan ilmu telah mereka ajarkan kepada seorang murid.


Kadang ada orang mengatakan seorang pelajar itu terlalu berlebihan dalam mengghormati dan memuliakan gurunya. nah… hal semacam ini tidaklah benar.



Sebagian ‘Ulama’pun mengatakan “sesungguhnya bagi para guru terhadap seorang pelajar juga memiliki hak agar ditaati dan diperlakukan dengan baik sama halnya seorang anak memuliakan dan menghormati kepada kedua orangtuanya. Bahkan hak guru lebih besar daripada orangtua (ibu dan ayah). Karena orangtua orentasinya hanya menjaga seorang anak dari hal-hal yang membahayakan pada fisiknya dan pada urusan dunianya. Sementara seorang guru menjaga seorang murid/pelajar dengan didikannya, pengajarannya, irsyad dari hal yang membahayakan terhadap seorang murid dalam urusan akhiratnya dan mengingatkan tentang hal yang membahayakan kepada seorang murid di akhirat kelak. Dan karena didikan seorang guru menjadi sebab dan jalan bagi si murid dan untuk sampai ke surganya Allah dan yang paling penting mandapatkan ridha dan kasih sayang daripada Allah dan mendapatkan keberuntungan dengan berjumpa dengan Allah. Yang mana berjumpa dengan Allah, melihat Allah adalah puncak kebahagiaan dan sebesar-besarnyanya kebahagiaan”.



Wallahu A’lam

 


Kewajiban Seorang Murid Kepada GURUNYA





Orangtua wajib untuk mengajarkan kepada anaknya tentang ilmu dan budi pekerti yang baik.


 juga wajib bagi orangtua memberi perhatian lebih dalam melihat pargaulan anaknya dan menjaga anaknya agar tidak berteman dengan orang yang tidak baik budi pekertiya atau bisa disebut dengan orang yang nakal.


Bagi orangtua juga wajib mengajarkan anaknya dengan kebenaran, mengenal agama, mendidik anak untuk mencintai kebaikan dan mencintai keluaganya, mempunya keinginan yang kuat untuk beramal dengan kebaikan dan tidak menyukai orang yang melakukan kerusakan.


Di atas tujuannya agar pertumbuhan seorang anak jangan sampai terjerumus kepada perkara yang tidak baik. Dan agar seorang anak jika tumbuh dewasa mereka cendrung kepada hal-hal yang baik dan menjauhi kepada perkara yang jelek. Dalam artian anak itu didik sejak diini sehingga kalau sudah dewasa akan mencintai kebaikan dan mambenci karusakan.


Karena seorang juga anak merupakan tanggungan orangtua, yang akan dipertanggung jawabkan kelak di hadapan Allah. Apabila seorang anak melakukan suatu kerusakan dan anak tersebut mendapatkan dosa, maka orangtua juga mendapatkan dosa. Mengapa demikian?


Jawab: karena orangtua tersebut tidak mendidik anaknya dengan baik. Beda lagi dengan orang yang sudah mendidiknya sejak kecil dengan baik, maka orangtua tersebut tidak dapat transfer dosa karena sebab anaknya yang malkukan kerusakan.


Oleh karenanya kita sebagai orangtua hendaknya merawat dan mendidik anakanya dengan sebai-baik mungkin. Dan jika orang tua tidak mampu untuk merawat dan mendidik anaknya, maka bagi orang tua untuk memasrahkan kepada oranglain supaya merawat dan mendidik anaknya sebaik munkin.


WALLAHU A’LAM

 

KEWAJIBAN ORANGTUA pada ANAKNYA

 








RENDAH DIRI


            Tujuan Tawadhu’ ialah memberikan tiap-tiap yang punya hak akan bertanya, tidak mengangkat derajat orang hina dari derajatnya, dan tidak menurunkan orang mulia dari keduudkannya.


            Tawadhu’ adalah Sebagian dari sebab sebab bermartabat tinggi, dan mengantarkan ketempat kemuliaan.


            Telah bersabda Nabi SAW : Tawadhu’: Merendahkan diri dan berhati lembut tanpa menghinakan diri. “Seseorang yang Tawadhu’ (Rendah diri) karena Allah, Allah akan menggikannya.”


            Semestinya seorang penuntut ilmu tidak menghinakan dirinya dengan perbuatan tamak dan menjaga diri dari perbuatan takabur. Imam Syafi’I mengatakan mengatakan, “Tidak akan berbahagia seseorang yang mempelajarinya dengan rendah hati, kehidupan yang sulit, dan mengabdi kepada ulama, dialah yang akan Bahagia.”


Meraih ilmu memang sering kali tidak mudah, bahkan terkadang bisa membuat orang yang mengejarnya merasa rendah di hadapan orang yang ingin diambil ilmunya. Didalam suatu Riwayat  disebuntukan, Ibnu Abbas mengatakan, “Aku hina Ketika menuntut ilmu lalu mulia Ketika menjadi orang yang dituntut ilmunya.”


            Ibnu Abbas sering pergi ke rumah Ubay bin ka’ab. Terkadang ia mendapati pintu rumah Ubay terbuka sehingga ia segera diizinkan masuk, dan terkadang pintunya tertutup sedangkan ia malu untuk mengetuknya. Maka ia berdiam saja sampai siang, tetap duduk di depan pintu rumah. Angin menerbangkan debu kearahnya sampai akhirnya ia menjadi tidak dapat dikenali karena banyaknya debu yang menempel di tubuhnya dan pakainnya.


Lalu Ubay keluar dan melihatnya dalam keadaan demikian. Hal itu membuatnya merasa tidak enak. “Mengapa engkau tidak meminta izin?” tanyanya. Ibnu Abbas berasalan malu padanya.


Pernah terjadi juga, disuatu hari Ubay ingin menunggu kendaraan, maka Ibnu Abbas megambil hewan kendaraanya sehingga Ubay menaikinya kemudia ia berjalan bersamanya. Maka berkatalah Ubay  kepadanya, “Apa ini, wahai Ibnu Abbas?”


            Ibnu Abbas menjawab, “Beginilah kami diperintahkan untuk menghormati ulama kami”


Ubay menaiki kendaraan sedangkan Ibnu Abbas berjalan dibelakang kendaraan Ubay. Ketika turun, Ubay mencium tangan Ibnu Abbas. Maka berkatalah Ibnu Abbas kepadanya, “Apa aini?”

Ubay menjawab, “Begitulah kami diperintahkan untuk menghormati ahlul bayt nabi kami.” Demikian disebuntukan oleh Al-Habib Al-Allamah Abdullah bin al-Hussain Bilfaqih sebagaimana tersebut dalam kitab Iqd Al-Yawaqit.






RENDAH DIRI

 


ADAB-ADAB SEPUTAR BERBUKA


Hadis-hadits yang bersumber langsung dari Rasulullah banyak mengungkap tentang bagaimana adab-adab beliau dalam berbuka puasa. Adab-adab berbuka puasa ini memiliki muatan hikmah yang humanis. Beberapa di antara adab berbuka puasa adalah

 

1. Menyegerakan Berbuka Begitu Masuk Waktu Maghrib

Apabila Rasulullah berpuasa dan telah masuk waktu maghrib, maka adab berbuka puasa beliau adalah menyegerakan berbuka puasa dengan takjil atau ifthar. Bahkan dalam sebuah riwayat yang bersumber dari Sahl bin Sa`ad, Rasulullah saw. bersabda:

"Manusia sentiasa dalam kebaikan selagi mereka menyegerakan berbuka puasa."

(Bukhari dan Muslim).

Dalam riwayat lain yang bersumber dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah saw. bersabda:

"Agama ini akan senantiasa menang selama manusia menyegerakan berbuka, karena orang-orang Yahudi dan Nasrani mengakhirkannya."

Pernah hidup sekalangan ahli bidah yang berpendapat bahwa melewatkan berbuka puasa bisa menambah pahala. Pendapat semacam ini jelas sangat bertentangan dengan ajaran Rasulullah yang tercantum dalam hadis-hadis masyhur.

At-Tibi dalam Syarh Miskhat al-Masabih berpendapat bahwa hikmah dari tuntunan ini adalah, dengan mendahulukan berbuka puasa akan membuat ibadah shalat maghrib lebih khusyuk. Selain itu juga lebih menyehatkan bagi tubuh kita.

 

2. Berbuka Puasa dengan Rutab, Tamar, atau Air

Berbuka puasa yang disegerakan di atas adalah ifthar atau takjil, bukan makan berat seperti yang dilakukan oleh sebagian orang yang kurang memahami makna hadis ini.

Adapun Rasulullah, dalam sebuah hadis hasan yang diriwayatkan Imam Ahmad dan Tirmidzi:

"berbuka puasa dengan beberapa biji rutab sebelum shalat. Sekiranya tidak ada rutab maka dengan beberapa biji tamar, dan apabila tidak ada tamar maka beliau minum beberapa teguk air."

Perlu dijelaskan di sini bahwa rutab adalah kurma yang telah masak dan masih basah. Daging buahnya lembut dan manis. Sedangkan tamar adalah kurma masak yang telah kering.

Ilmu pengetahuan modern mengungkap rahasia hikmah berbuka puasa dengan kurma tersebut, di mana kandungan zat dalam buah kurma dinilai paling cepat diserap tubuh dan memulihkan stamina selepas berpuasa sehari penuh.

 

3. Berdoa Ketika Berbuka

Rasulullah, dalam hadis hasan riwayat Abu Daud, selalu berdoa saat berbuka puasa dengan mengucapkan:

 

ذَهَبَ الظّـَمَأُ وَابْتَلّـَتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

DZAHABA AD-DHÂMA'U WABTALATI AL-'URÛQU WATSABBATI AL-AJRU INSYAALLAH

Yang artinya: Telah hilang dahaga dan telah basah urat-urat, dan telah ditetapkan pahala. Insya Allah."

Selain itu, kita bisa berdoa apa saja karena doa orang yang berpuasa puasa termasuk salah satu jenis doa yang mustajab. Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda:

"Tiga doa yang dikabulkan: doa orang yang berpuasa, doa orang yang teraniaya, dan doa musafir."

Abdullah bin Amr bin al-'Ash meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda:

"Sesungguhnya orang yang puasa ketika berbuka memeliki doa yang tidak akan ditolak."

 

4. Tidak Berlebih-lebihan Makan saat Berbuka

Rasulullah memberi gambaran yang jelas tentang proporsi makan yang tidak berlebihan, adalah dengan sepertiganya berisi makanan, sepertiganya berisi air, dan sepertiganya lagi berisi udara.

Ini selaras dengan firman Allah dalam surat Al 'Araf: 31, yang artinya:

"Dan makan dan minumlah kamu, dan jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Dia (Allah) tidak suka orang yang berlebih-lebihan."

 

5. Memberi Makan Orang yang Puasa

Salah satu adab yang tak kalah penting diajarkan Rasulullah saw. adalah memberi makan orang yang berpuasa dan akan berbuka puasa. Begitu besarnya kemuliaan yang didapat sehingga orang tersebut akan mendapatkan pahala sebesar pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahalanya sedikit pun.

Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Barang siapa memberi makan seorang yang berpuasa, ia mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tanpa mengurangi sedikitpun pahalanya." (HR Ahmad, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

Jika seseorang yang sedang menjalankan ibadah puasa diundang berbuka puasa, wajib hukumnya untuk memenuhi undangan tersebut. Orang yang diundang ini juga disarankan merndoakan kebaikan kepada si pemberi makan.

"Orang-orang yang baik telah makan makananmu dan para malaikat telah bershalawat kepadamu serta orang-orang yang berpuasa telah berbuka di rumahmu." (HR Ibnu Abi Syaibah, Ahmad, An Nasa`i, dan yang lainnya)

"Ya Allah, berilah makan orang yang telah memberi makan kepadaku dan berilah minum orang yang telah memberi minum kepadaku." (HR Muslim dari Al Miqdad)

 

6. Saling Mendoakan Orang yang Memberi Jamuan Buka Puasa

Dalam sebuah hadis yang bersumber dari Anas r.a., diceritakan bahwa Rasulullah datang kepada Saad bin Ubadah, dan dia menghidangkan roti dan minyak. Maka, Rasulullah makan bersamanya dan Rasulullah bersabda:

"Telah berbuka puasa di sisi kamu mereka yang berpuasa, telah makan makananmu mereka yang baik dan telah berselawat ke atas kamu para malaikat.

 

7. Sebelum makan, Ucapkan 'Bismillah'

Adab berbuka puasa berupa ucapan basmallah sebelum makan dilakukan agar tambah barokah. Hal inilah yang diatur dalam Islam agar makan kita, termasuk saat berbuka puasa menjadi barokah, dalam artian menuai kebaikan yang banyak.

"Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia menyebut nama Allah Ta'ala (yaitu membaca 'bismillah'). Jika ia lupa untuk menyebut nama Allah Ta'ala di awal, hendaklah ia mengucapkan: Bismillaahi awwalahu wa aakhirohu (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya)." (HR. Abu Daud dan At Tirmidzi)

Para sahabat Nabi Muhammad berkata:

"Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami makan dan tidak merasa kenyang? Beliau bersabda: Kemungkinan kalian makan sendiri-sendiri. Mereka menjawab, Ya. Beliau bersabda: Hendaklah kalian makan secara bersama-sama, dan sebutlah nama Allah, maka kalian akan diberi berkah padanya." (H.R. Abu Daud).

Hadis tersebut mengisyaratkan agar makan penuh dengan keberkahan, termasuk saat berbuka puasa, ucapkanlah bismillah dan keberkahan dapat bertambah dengan makan bersama-sama atau berjamaah

 

Dikutip Dari Panduan Puasa Ramadhan

ADAB-ADAB BERBUKA PUASA