Hati yang Bersih adalah Modal Utama Kita
Dalam
hidup ini, banyak orang sibuk mengumpulkan modal berupa harta, jabatan, atau
relasi. Padahal, ada satu modal yang jauh lebih menentukan arah hidup
seseorang: hati yang bersih. Tanpa hati
yang jernih, ilmu menjadi alat kesombongan, harta berubah menjadi sumber
kerusakan, dan kekuasaan melahirkan kezaliman.
Hati
yang bersih membuat seseorang tetap lurus meski berada di tengah godaan. Ia
mampu membedakan mana yang benar dan mana yang hanya tampak menguntungkan.
Rasulullah ﷺ bersabda, “Ketahuilah,
dalam tubuh ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh tubuh. Jika
ia rusak, maka rusaklah seluruh tubuh. Itulah hati.” (HR. Bukhari
dan Muslim).
Dengan
hati yang bersih, seseorang tidak mudah iri terhadap keberhasilan orang lain,
tidak gelap mata saat diuji, dan tidak merasa paling benar ketika diberi
amanah. Ia bekerja dengan niat, berbicara dengan adab, dan melangkah dengan
kesadaran bahwa Allah selalu melihat.
Karena itu, sebelum memperbaiki dunia di luar
diri kita, bersihkanlah hati. Sebab hati yang bersih adalah modal utama untuk hidup yang
tenang, amal yang diterima, dan akhir yang baik.
