Social Items


 





SYAIR PESANTREN  
 يا مَعْهَداً عَلَّمَنِي # وَبِالهُدَى جَمَّلَنِي

حَلَّيْتَنِيْ مِنْ صِغَرِيْ بِكُلِّ خُلُقٍ حَسَنٍ

كَمْ فِيْكَ مِنْ مُعَلِّمِ بَرِّ كَثِيْرِ المِنَنِ

بِعِلْمِهِ زَوَّدَنِي بِنُصْحِهِ اَرْشَدَنِي

تَحِيَةً يَا مَعْهَدِي يَا اَصْلَ عَيَْشِيَ الْهَنِي

اَنْشَأْتَنِي مُبَارَكًاً لِآُمَّتِي وَوَطَنِي

شُكْرًا لَكَ يَا مَعْهَدِي # شُكْرًا لَكَ يَا مَعْهَدِي

شُكْرًا لَكَ يَا مَعْهَدِي # شُكْرًا لَكَ يَا مَعْهَدِي



  • Wahai pondokku kaulah yang mengajarkanku dengan petunjukmu
  • Engkau mengayunku diwaktu kecil dengan akhlaq yang mulia
  • Beberapa guru yang mengarjakan kebaikan yang sangat kudamba-dambakan
  • EngKau telah menambah ilmuku serta nasehat dan petunjukmu
  • Terima kasih wahai akhlaq kehidupan yang mulia
  • Engkau telah membangkitkan untuk memberkahi semua ummat dan tanah airku
  • Terima kasih wahai pondokku 
  • Terima kasih wahai pondokku.


HAFIMULTIMEDIA


SYAIR PESANTREN PONDOK PESANTREN HASAN JUFRI




Pengertian jihad

Firman Allah dalam surat Al-baqoroh ayat : 193

 وَقَٰتِلُوهُمْ حَتَّىٰ لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ ٱلدِّينُ لِلَّهِ 



Artinya: Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah


Jihad secara etimologi berasal dari masdar jahada yang bermakna berjuang dan berusaha keras. Jihad merupakan sesuatu yang sangat melekat bagi umat islam.

 

Pembahasan jihad dalam kitab nasoihuddiniah karangan Habib Abdullah bin Alawi bin Muhammad Al Haddad menerangkan bahwa jihad menjadi sesuatu yang paling mulia dalam tingkatan amar ma’ruf nahi mungkar.

 

Makna jihad sangat luas, kata jihad bukan hanya di peruntukkan untuk perang, apapun yang dilakukan umat islam dengan berjuang dan berusaha keras untuk melawan keburukan yang bertujuan dalam kebaikan maka termasuk jihad. Seperti halnya melawan hawa nafsu, menghilangkan kebodohan, berbakti kepada orang tua dan menyebarkan ajaran islam itu juga termasuk jihad.

 

كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰٓ أَن تَكْرَهُوا۟ شَيْـًٔا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰٓ أَن تُحِبُّوا۟ شَيْـًٔا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ


Artinya: Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.(Al Baqoroh 216)

 

Mencari ilmu merupakan jihad kita sebagai seorang pelajar, kenapa demikian?. Karena ilmu merupakan sesuatu yang harus kita usahakan dan diperjuangkan untuk menghilangkan kebodohan, maka dari itu menuntut ilmu dikategorikan sebagai jihad. Karena jihad seorang santri bukanlah dengan pedang melainkan pena, bukan perisai melainkan kitab.

 

Pesan hikmah: “Kadang sesuatu yang kamu benci itu amat baik untukmu, dan terkadang sesuatu yang kamu cintai itu amat buruk untukmu karena Allah mengetahui apa yang tidak kita ketahui.



HAFIMULTIMEDIA


JIHAD SEORANG SANTRI






Idul Adha juga disebut dengan hari raya qurban karena di hari itu umat islam saling silaturrahmi, saling memberi makanan sehingga hukumnya haram berpuasa pada hari itu. Sholat hari raya merupakan bentuk ibadah kepada Allah, tak mengenal perbedaan kaya-miskin, tua-muda, berilmu maupun awam kesemuanya melaksanakan sholat dalam tempat yang sama dengan mengumandangkan takbir tahlil tahmid dan tasbih. Setelah itu kaum muslimin mendengarkan nasehat-nasehat khotib.

 

Syarat sholat Idul Adha

1. Solat idul adha dilakukan setelah matahari terbit dan sebelum waktu zawal (sebelum waktu dzuhur)

2. Afdhol dilaksanakan di masjid menurut Imam Syafi’i, jika masjid tersebut mampu menampung jama’ah

3. Sebaiknya solat Idul Adha dilakukan dengan berjama’ah

 

Rukun sholat idul adha

Pada dasarnya rukun solat idul adha sama dengan sholat solat wajib yang lima waktu:

1. Niat, niat harus bersamaan dengan takbiratul ihram

2. Berdiri bagi yang mampu

3. Takbiratul Ihram

4. Membaca surat Al-fatihah

5. Rukuk dan Tuma’ninah

6. I’tidal dan Tuma’ninah

7. Sujud dan Tuma’ninah

8. Duduk diantara dua sujud dan Tuma’ninah

9. Duduk tasyahud akhir

10. Membaca Tasyahud dan Solawat

11. Salam yang pertama

12. Niat keluar dari Sholat

13. Tertibnya rukun-rukun diatas.

 

Tata cara Sholat Idul Adha.

1.   Sebelum melaksanakan sholat kita disunnahkan mandi terlebih dahulu.

2.   Memperbanyak membaca tahimd, tahlil, takbir dan tasbih

3.   Memulai sholat dengan isyarat kalimat

4.   Sholat Idul Adha dimulai dengan niat

 

أُصَلِّيْ سُنَّةً لعِيْدِ اْلأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَــــــــالَى 

 

5.   Membaca takbiratul Ihrom sambil mengangkat kedua tangan

6.   Memebaca doa iftitah

7.   Membaca takbir sebanayak tujuh kali selain Takbiratul Ihrom dalam rokaat pertama sedangkan dalam rokaat kedua membaca takbir sebanyak lima kali. Dan diantara tiap takbir membaca:

 سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ


8.   Memabaca surat Al Fatihah dan diteruskan membaca ayat Al Qur’an

9.   Ruku’, I’tidal, Sujud, duduk diantara dua sujud hingga salam

10.    Setelah salam mendengarkan khutbah dengan seksama.

 

 

 

 


SYARAT, RUKUN DAN TATA CARA SHOLAT IDUL ADHA

                                            


Pertanyaan:

1.   Apakah benar qurban satu kambing untuk satu orang ? dan bagaimanakah dengan hadits Nabi yang menyatakan bahwa Nabi berkurban juga untuk umatnya ?


Jawaban:

1.   Benar, berkurban satu kambing hanya boleh untuk satu orang. Sedangkan onta, sapi dan kerbau cukup untuk tuju orang. Tetapi untuk pahala menyembelihnya tergantung niat dari orang yang berkurban tersebut, boleh untuk dirinya sendiri, keluarganya, dan umat umat muslim.


Sebagaiman mana sabda Nabi Saw.:

"Nabi SAW menyembelih dua ekor kambing kibash yang gemuk bertanduk. Yang pertama untuk umatnya, dan yang kedua untuk diri beliau dan keluarganya." (HR Ibnu Majah).


Dalilnya:

Imam Nawawi dalam kitab Al Majmu’ Syarh Al Muhadzab:

* (فرع)

 تجزئ الشاة عن واحد ولا تجزئ عن أكثر من واحد لكن إذا ضحى بها واحد من أهل البيت تأدى الشعار في حق جميعهم وتكون التضحية في حقهم سنة كفاية وقد سبقت المسألة في أول الباب

 

“Satu ekor kambing untuk satu orang dan tidak boleh dibagi lebih dari satu orang namun bila seseorang menyembelih satu kambing maka Syiarnya merata untuk satu keluarga itu sehingga hukum kurban bagi keluarga itu menjadi Sunnah Kifayah”.(1)


(1) Imam Nawawi, Al Majmu’ Jilid 8 Hal 397

 

Oleh: Dr. Ali Asyhar.



SATU KAMBING UNTUK SATU ORANG ?



Pengertian Qurban;

Setiap tanggal 10 Dzulhijjah seluruh umat islam disunnahkan untuk menyembelih kurban sebagaimana yang tercantum didalam Al Qur’an. Kata Qurban berasal dari bahasa arab yang berarti dekat, yang mana qurban juga bias disebut dengan Al Udhhiyyah yang berarti binatang sembelihan. Hewan yang sah dijadikan qurban itu ada tiga yaitu: Onta, Sapi / kerbau dan kambing.


Dalil disyariatkannya Qurban

Al Qur’an merupakan kitab suci umat islam yang didalamnya mengandung segala sumber hukum, peristiwa dan kisah, yang didalamnya terdapat suatu peristiwa kewajiban untuk berkurban seperti di dalam surat Al Kautsarayat1 - 3:

اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَ(1) فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَر(2) إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ (3).

Artinya:

1. Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak.

2. Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah).

3. Sungguh, orang-orang yang membencimu dialah yang terputus (dari rahmat Allah).


Surat Al-Hajj: 36


وَٱلْبُدْنَ جَعَلْنَٰهَا لَكُم مِّن شَعَٰٓئِرِ ٱللَّهِ لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ ۖ فَٱذْكُرُوا۟ ٱسْمَ ٱللَّهِ عَلَيْهَا صَوَآفَّ ۖ فَإِذَا وَجَبَتْ جُنُوبُهَا فَكُلُوا۟ مِنْهَا وَأَطْعِمُوا۟ ٱلْقَانِعَ وَٱلْمُعْتَرَّ ۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرْنَٰهَا لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ


Artinya:

 “Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebagai syiar Allah. Kamu banyak memperoleh kebaikan dari padanya, maka sebutlah nama Allah ketika kamu menyembelihnya.”.


Asal usul Qurban

Habil dan Qobil

Keduanya merupakan putra dari Nabi Adam, ketika itu Allah memerintahkan kepada Habil dan Qobil untuk mempersembahkan qurban. Yang sudah tercantum dalam surat Al Maidah ayat 27:

وَٱتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ٱبْنَىْ ءَادَمَ بِٱلْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ ٱلْءَاخَرِ قَالَ لَأَقْتُلَنَّكَ ۖ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ ٱللَّهُ مِنَ ٱلْمُتَّقِينَ

Artinya: “Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): "Aku pasti membunuhmu!".Berkata Habil: "Sesungguhnya Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertakwa".


Disebutkan dalam Al Qur’an didalam mimpinya Nabi Ibrahim, Allah perintahkan untuk menyembelih putranya Ismail. Dan keduanya taat dan patuh kepada perintah allah tersebut. Ketika Nabi Ibrahim hendak menyembelih Ismail, Allah mengantinya dengan seekor domba. Maka dari itulah untuk mengenang peristiwa tersebut Allah memerintahkan kepada seluruh umat islam untuk berqurban.


“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapati ku termasuk orang-orang yang sabar". Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya ), dan Kami panggillah dia: "Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami member balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata, dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. (Ash Shaaffaat: 102-107)


 HAFIMULTIMEDIA

PENGERTIAN, DALIL DAN ASAL USUL QURBAN



Rabu tanggal 22 Juli 2020 Pondok Pesantren Hasan Jufri (Launching) diresmikan sebagai Pondok Pesantren Tangguh SEMERU. Yang dihadiri Bapak Camat Sangkapura, Kapolsek, Danramil Sangkapura, petugas Satgas Sangkapura. Adanya pesantren tangguh bertujuan menimalisir pencegahan Covid 19 di pesantren karena meningkatnya angka positif di masyarakat. Dengan adanya peresmian ini membuktikan bahwa Pondok Pesantren Hasan Jufri siap melaksanakan pembelajaran seperti biasanya dengan tetap menjalankan protokol-protokol kesehatan Covid 19.


Ada beberapa pesan yang disampaikan pada saat sambutan acara launching pesantren tangguh. Sambutan pertama disampaikan oleh Dr. Ali Ashar mewakili pondok pesantren Hasan Jufri. Beliau berpesan: “Sehat bukan hanya untuk para dokter ataupun pejabat tapi sehat itu untuk kita semua, kesehatan itu perlu adanya kedisiplinan, karena sesungguhnya disiplin sangat penting untuk mengatasi penularan Covid 19. Haruslah bagi petugas Satgas Pondok Pesantren Hasan Jufri untuk memberika contoh kepada teman santri yang lain”. Sambutan yang kedua disampaikan oleh gugus satgas Sangkapura mengucapkan terimakasih kepada pondok pesantren Hasan Jufri karena telah ikut andil dan berpartisipasi dalam menjalankan protokol kesehatan sehingga bisa mengurangi penularan Covid 19.


Pesantren tangguh diresmikan dengan pengguntingan pita di Musholla Hasan Jufri, yang di Potong oleh Bapak Rahmat (kapolsek) dan diakhiri dengan prasmanan yang disediakan oleh pesantren sebagai tanda rasa syukur atas kelancaran acara Launching Pesantren Tangguh Hasan Jufri.

Pesantren Hasan Jufri...sehat,sehat,sehat..yes.

Hasan Jufri..sehat dan tangguh.

                                                                                                                HAFIMULTIMEDIA

PERESMIAN PONDOK PESANTREN HASAN JUFRI SEBAGAI PONDOK PESANTREN TANGGUH



Rosulullah Saw. bersabda:

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ .

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur`an dan mengajarkannya.”

 

إِنَّ أَفْضَلَكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ .

“Sesungguhnya orang yang paling utama di antara kalian adalah yang belajar Al-Qur`an dan mengajarkannya.”


Dari hadits bisa kita tarik kesimpulan bahwa terdapat dua amalan yang terkandung dalam hadits tersebut. Yaitu mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya. Mempelajari dan mengajarkkan Al Qur'an merupakan amalan yang memiliki ganjaran yang amat besar karena hal hal tersebut juga tidak bisa lepas dari keutamaan Al quran itu sendiri yang merupakan firman Allah SWT. Yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Dengan perantara malaikat Jibril AS.

Al Qur’an merupakan sumber hukum pertama dalam agama islam. Yang mana di dalamnya mencakup semua ilmu yang menjadi petunjuk bagi manusia untuk mencapai surganya.


Hadits-hadits yang menjelaskan keutamaan Al Qur’an:

Hadits Pertama:

الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ . (متفق عليه)

 

“Orang yang pandai membaca Al-Qur`an, dia bersama para malaikat yang mulia dan patuh. Sedangkan orang yang membaca Al-Qur`an dengan terbata-bata dan berat melafalkannya, maka dia mendapat dua pahala.” (Muttafaq Alaih)


Hadits Kedua:

.عَنْ عَبْد اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ رضى الله عنه يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ.

“Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan الم satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.” (HR. Tirmidzi)


Hadits ketiga:

Dari shahabat Abu Musa Al-Asy’ari radhiallahu ‘anhu berkata, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

 

مَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي يَقْرَأُ القُرْآنَ مَثَلُ الأُتْرُجَّةِ : رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا طَيِّبٌ ، وَمَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي لاَ يَقْرَأُ القُرْآنَ كَمَثَلِ التَّمْرَةِ : لاَ رِيحَ لَهَا وَطَعْمُهَا حُلْوٌ ، وَمَثلُ المُنَافِقِ الَّذِي يقرأ القرآنَ كَمَثلِ الرَّيحانَةِ : ريحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ ، وَمَثَلُ المُنَافِقِ الَّذِي لاَ يَقْرَأُ القُرْآنَ كَمَثلِ الحَنْظَلَةِ : لَيْسَ لَهَا رِيحٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ  متفقٌ عَلَيْهِ .

 

“Perumpaan seorang mu`min yang rajin membaca Al-Qur`an adalah seperti buah Al-Atrujah : aromanya wangi dan rasanya enak. Perumpamaan seorang mu`min yang tidak membaca Al-Qur`an adalah seperti buah tamr (kurma) : tidak ada aromanya namun rasanya manis.


Hadits keempat:

Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar RA, Nabi Muhammad SAW bersabda, ''Puasa dan Alquran memberi syafaat kepada Allah pada hari kiamat. Puasa berkata, ''Wahai Tuhanku, aku telah menghalanginya makan dan minum dan memenuhi syahwatnya pada siang hari, maka perkenankanlah aku memberi syafaat baginya. Dan Alquran pun berkata, ''Aku telah menghalanginya tidur pada malam hari maka perkenankanlah aku memberi syafaat baginya.' Lalu syafaat keduanya diterima Allah.'' (HR Ahmad)


HADITS-HADITS TENTANG KEUTAMAAN AL QUR'AN