Social Items

Seorang ulama terkemuka, Imam bin Sahl  bin Abdullah al-attastari dari menuturkan kisah dirinya, “ketika berumur 3 tahun aku ikut pamanku yaitu Muhammad bin sanwar untuk melakukan qiyamul Lail. Aku melihat cara sholat pamanku dan aku menirukan gerakan nya”.


Suatu hari Paman berkata kepadaku “Apakah kau mengingat Allah yang menciptakanmu ?


 Aku menukas “bagaimana cara aku mengingatnya ?”


Beliau menjawab jika “anakku jika kau berganti pakaian dan ketika hendak tidur Katakanlah 3 kali dalam hatimu tanpa menggerakkan lisanmu Allahu ma”i, Allahu naadhiri, Allahu syahidi (artinya Allah bersamaku Allah melihatku Allah menyaksikanku)”.


Aku melafalkan kalimat itu, lalu mengucapkannya bermalam-malam. Kemudian, aku menceritakan hal ini kepada paman.


Pamanku berkata, “mulai sekarang ucapkan zikir itu 10 kali setiap malam”.


Aku melakukannya, aku meresapi maknanya, dan aku merasakan ada kenikmatan dalam hatiku. pikiranku terasa tenang. Aku merasa senantiasa bersama Allah Subhanahu Wa Ta'ala.


Satu tahun setelah itu, paman berkata, “jagalah apa yang aku ajarkan kepadamu dan langgeng kanlah sampai kau masuk kubur, zikir itu akan bermanfaat bagimu di dunia dan di akhirat.


Lalu pamanku berkata, ‘Hai Sahal, orang yang merasa selalu disertai Allah, dilihat Allah dan disaksikan Allah. Akankah Ia melakukan maksiat ?’


Kalimat Allahu ma”i, Allahu naadhiri, Allahu syahidi sangat terkenal di kalangan ulama Arif billah. Bahkan, Syekh Al-Azhar ; Imam Abdul Halim Mahmud yang dikenal sebagai ulama yang Arif Billah menganjurkan kepada kaum muslimin untuk menancapkan kalimat ini di dalam hati. maknanya yang dahsyat jika dihayati dengan sungguh-sungguh akan mendatangkan rasa ma'iyatullah (selalu merasa disertai dilihat dan disaksikan Allah Subhanahu Wa Ta'ala, di mana dan kapan saja)


Pada akhirnya, rasa ini akan menumbuhkan takwa yang tinggi kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. kalau sudah begitu, Apakah orang yang merasa selalu disertai, dilihat, dan disaksikan Allah akan melakukan maksiat ?.

Sumber : ketika cinta berbuah surga


HAFIMULTIMEDIA


KALIMAT PENGUSIR MAKSIAT

Tahlilan hari ke 7 Nyai Masruhenna binti H. Marzuqi


Hari ahad malam senin tanggal 24 januari 2021 merupakan tahlilan ke-7 Nyai Masruhenna. Meninggal di dalem Pondok Pesantren Hasan Jufri Putra. tidak hentinya para penta'ziyah datang bahkan setelah tahlilan hari ketiga masih banyak sekali berziyaroh sebagai rasa bela sungkawa kepada beliau.


 

Hal ini bertujuan untuk membacakan ayat Al Qur'an, tahlil, tahmid dan kalimah tayyibah lainnya yang pahalanya ditujukan kepada Nyai Masruhenna binti H. Marzuqi.


 

Lokasi tahlilan bertempat di Masjid Hasan Jufri yang berada di kawasan Pesantren Hasan Jufri Putra, lantai dua akan di tempati oleh para santri dan lantai satu akan ditempati oleh para tamu penta'ziyah dari luar.


 

Jenazah Nyai Masruhenna dimakamkan di maqbaroh bersamah Al Maghfurlah KH. Bajuri Yusuf. yang terletak sebelah barat masjid (depan masjid)  Hasan Jufri yang alhamdulillah telah rampung pembangunannya.


 

Proses pemakaman banyak dihadiri oleh segenap keluarga, kerabat, para tokoh masyarakat, para alumni serta para santri juga mengikuti acara pemakaman beliau.



hafimultimedia


Tahlilan hari ke 7 Nyai Masruhenna binti H. Marzuqi


keutamaan masjid yang tidak dimilki musholla


Masjid adalah tempat sangat mulia. tempat dimana Allah melipatkan gandakan pahala hamba yang beribadah di dalamnya. tempat yang dapat kita gunakan berdzikir, mengaji, bersholawat dan masih banyak lagi.


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: أَحَبُّ الْبِلَادِ إِلَى اللهِ مَسَاجِدُهَا، وَأَبْغَضُ الْبِلَادِ إِلَى اللهِ أَسْوَاقُهَا

 

“Diriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Nabi bersabda, ‘Negeri (tempat) yang paling dicintai Allah adalah pada masjid-masjidnya, dan tempat yang paling dimurkai Allah adalah pasar-pasarnya” (HR Muslim).

 


Dalam ceramah singkatnya ba’da maghrib pengasuh  memruntahkan kepada santri untuk memanfaatkan masjid dengan sebaikbaiknya, menghormati, serta merawatnya. Karena banyak kelebihan masjid yang tidak dimiliki musholla diantaranya:


Sholat tahiyyatu masjid

Sholat tahiyyatul masjid dilakukan untuk menghormati masjid saat kita masuk ke masjid sebelum duduk. Sholat tahiyyatul masjid disunnahkan 2 rokaat. Jadi disaat kita lupa melaksanakannya masuk masjid lalu duduk maka kita langsung berdiri mengerjakannya asalkan waktunya tidak terlalu lama


إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ الْمَسْجِدَ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يَجْلِسَ

Artinya: "Jika salah seorang dari kalian masuk masjid, hendaklah sholat dua rakaat sebelum duduk," (HR Al-Bukhari dan Muslim).


Bahkan disetiap keluar lalu masuk lagi maka kita disunnahkan lagi untuk sholat meskipun kita keluar dari masjid tidak terlalu lama.

 

I’tikaf

Dengan kita berniat i’tikaf di masjid maka pahala kita akan dilipat gandakan karenanya, bahkan selama kita berada di dalam masjid kita akan mendapatkan pahala. Berikut niat i’tikaf masjid:


نَوَيْتُ الْاِعْتِكَافَ لِلّٰهِ تَعَالٰى

“Saya niat I’tikaf karena iman dan mengharap akan Allah, karena Allah ta’ala."


Maka dari itu hendaklah bagi teman jangan lupa niat i’tikaf ketika masuk masjid karena bukan dan juga kita dapat meniru apa yang telah rosulullah amalkan.

 

Akan mendapatkan naungan Allah kelak dihari kiamat


Diriwayatkan oleh Abu Huraira ra, dari Nabi sallallaahu 'alaihi wa sallam, bersabda:


وَ عَنْ أبِي هُرَ يْرَةَ رَ ضِيَي االلهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ قَالَ : سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ الله فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لاَ ِظلَّ ِإلاَّ ِظلَّهُ : ِإمَامٌُ عَا ِدلٌ، وَشَا بٌّ نَشَأ ِفي عِبَا دَةِ اللهِ تعلى، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي المَسَاجِدِ، وَرَجُلاَنِ تَحَابَّا فِي اللهِ، اِجْتَمَعَا عَلَيْهِ، وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ، وَرَجُلٌ دَعَتْهُ اِمْرَأةٌ ذَاتُ مَنْصَبٍ وَ جَمَالٍ، فَقَاَلَ: إِنِّي َأخَافُ اللهَ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَهٍ، فَأخْفَاهَا حَتَّى لاَ تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ (متفق عليه)

"Ada tujuh orang yang akan Allah naungi di Naungan-Nya pada Hari ketika tidak ada naungan kecuali Naungan-Nya; seorang pemimpin yang adil, seorang pemuda yang tumbuh dalam beribadah kepada Allah Yang Maha Kuasa dan Agung, seorang pria yang hatinya melekat pada masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah bertemu karena Allah dan berpisah karena Allah, seseorang yang diajak berzina oleh wanita cantik dan berposisi tinggi tetapi dia menolak dan mengatakan: 'Saya takut kepada Allah', seseorang yang memberi amal dan menyembunyikannya, hingga tangan kirinya pun tidak tahu apa yang diberikan tangan kanannya dalam amal; dan seseorang yang berzikir kepada Allah dalam kesendirian hingga meneteskan air mata."



hafimultimedia

 

Keutamaan masjid yang tidak dimilki musholla

Keutamaan istiqomah


Karamah (hal-hal yang luar biasa yang terjadi dalam diri hamba-hamba yang shaleh) sama sekali tidak bernilai bagi orang yang arif. Karena, karomah yang hakiki bagi mereka adalah istiqomah (terus-menerus dalam beribadah kepada Allah). 


Dan istiqomah orang-orang arif berlandasan dua hal, yaitu : iman kepada Allah Swt dan mengikuti apa-apa yang dibawa oleh Rosulullah Saw. 


Abu Yazid berkata, “jika engkau melihat orang yang bisa berjalan diatas air atau bisa terbang keudara, janganlah engkau tertipu (bahwa ia adalah wali Allah), hingga engkau menyaksikan bagaimana ia menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya”.


Rasulullah Saw, bersabda : 

الاستقامة خير من الف كرامة

Artinya : “Istiqomah itu lebih baik dari seribu karomah”

 

Dari hadits Rasul ini betapa luar biasanya kekuatan istiqomah, Allah berikan kepada orang yang istiqomah 1000 karomah, satu karomah saja sudah dahsyat apalagi 1000 karomah.


Kiai Moh Najahul Umam pernah berkata, "sesuatu yang baik itu harus langsung dikerjakan, dan sesuatu yang sudah dikerjakan istiqomahilah". Istiqomah itu lebih baik dari seribu karomah, karna istiqomah itu tidak mudah, biar amal itu kecil tapi istiqomah, dia akan jauh lebih baik dari pada amal yang besar tapi cuma sekali saja hilang.


Dan jika kita istiqomah dengan suatu ibadah maka barakah akan datang dengan sendirinya. Karena sesuatu yang selalu kita lakukan secara terus-menerus (continue) maka secara tidak langsung kita akan bisa melakukan sesuatu tersebut. Karena orang bisa itu karena terbiasa.

 

Rasulullah Saw, bersabda :

 

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلىَ اﷲِأَدْومُهَا وَإِنْ قَلَّ (رواه الشيخان عن عائشة

“Pekerjaan-pekerjaan (yang baik) yang lebih disukai Allah adalah pekerjaan yang terus menerus dikerjakan walaupun pekerjaan itu sedikit”. (HR. Bukhari dan Muslim)

 

HAFIMULTIMEDIA

Belajar untuk selalu Istiqomah

 

Cerita mangga Kyai Wahab


Adalah Kyai Haji Wahab Hasbullah Salah satu tokoh NU yang juga pengasuh pondok Tambak Beras. beliau dikenal sebagai sosok yang karismatik dan juga gaul bahasa anak sekarang.


Di tengah-tengah kesibukan beliau dalam dunia organisasi, beliau tetap tidak meninggalkan tugasnya sebagai seorang Kyai yaitu ngajari para santri.


Seperti biasa setiap ba'da isya beliau punya rutinan pengajian kitab Fathul Majid yang bertempat di serambi masjid Jami’ Pondok Tambak Beras, kebetulan pada malam  itu gajinya sampai pada bab qada dan qadar.


Kebetulan atau memang sudah menjadi kebiasaan selalu saja ada santri yang saking keenakan dengerin ngaji atau mungkin karena lainnya selalu tergantung ngantuk bahkan tertidur, salah satu dari santri yang biasa ngantuk saat ngaji itu sebut saja namanya kaslan, Iya juga tertidur Saat pengajian berlangsung dan ia terbangun ketika salah satu temannya nya ngilani hidungnya dengan sebuah sobekan kertas yang dipilin.


Dan ketika kaslan terjaga dari tidur ayamnya, pengajian sudah hampir selesai dan ia juga Masih sempat mendengarkan keterangan Pengajian dari embah Wahab “bahwa segala sesuatu yang terjadi dan kita lakukan adalah tidak lepas dari takdir Allah”.


Seusai pengajian para santri Langsung kembali ke kamar masing-masing, ada yang juga meneruskan tiduran di serambi masjid salah satunya adalah kaslan itu.


Kaslan membatin dalam hati nya dengan keadaan matanya yang masih mengantuk benar sekali segala yang kita lakukan dan terjadi adalah merupakan takdir Allah itu baik atau buruk orang miskin atau orang kaya adalah merupakan takdirnya Allah, begitu juga dengan orang jadi maling atau jadi Kyai.


Seakan segitu terkesan dengan kesimpulan pemahaman yang didengarnya sesaat ketika Iya melek saat pengajian berlangsung membuatnya seperti begitu tenggelam dalam Tafakur, hingga tanpa terasa waktu sudah memasuki tengah malam dan tanpa disadari pula perutnya tiba-tiba protes dan berkeruyuk.


Tiba-tiba saja melintas di benaknya “Mangga ya manga” pikirannya melayang pada sebuah pohon mangga di halaman dalam Mbah Wahab, yang kebetulan saat itu sedang musim buah.


Segera saja kaslan terbangun dan mengendap menuju pekarangan Mbah Wahab kanan kiri aman.


Sambil tak lupa membawa gembolan sarung. Iya segera beraksi memanjat pohon mangga itu, dilanjutkan tangan dan penciumannya yang bereaksi dengan cekatan menyortir buah buah yang sudah masak.


Ketika sedang asyik-asyiknya kaslan bergerilya, tiba-tiba ia mendengar suara yang sangat dikenal dari arah bawah.


Apa dikata tanpa menunggu lebih lama lagi kaslan Segera melorot Turun ke bawah sambil tetap membawa gembolan sarungnya yang kini sudah berisi beberapa buah manga. Sesampai di bawah sudah menunggu Mbah Wahab yang berdiri dengan keren dengan menenangkan hatinya yang lagi deg-dehkan si kaslan menghadap kepada kyai.


Setelah ia mendekat Mbah Wahab langsung menginterogasinya. “Sampean siapa ?, kenapa malam-malam gini kok naik pohon ?”


“Saya santri kiai saya sedang ngambil mangga jenengan” jawab si kaslan.


“Lho kok gak bilang sama saya, berarti sampeyan mencuri ?” lanjut Mbah Wahab.


“Mohon maaf kyai saya mencuri ini sebab takdir Allah, yang telah ditetapkan kepada saya” si kaslan menjawab.


Mbah Wahab manggut-manggut mendengar argumen dan pembahasan santri ituTapi kemudian di luar dugaan kaslan tiba-tiba Mbah Wahab melepas sandalnya dan dengan sandal itu di Sambok kepada santri itu sampai si santri kaget bukan karena sakit tapi karena terkejut dan tidak mengerti sambil senyum-senyum Mbah Wahab menjawab “Ikhlaskan ya kang Aku nyambung ih sampeyan itu karena takdir Allah”

 Sumber: Ngopi di pesantren



HAFIMULTIMEDIA

Konsep Iradah versi Kyai Wahab.

 

Acara tahlilan Nyai Hj. Masruhenna.

Tahlilan dilaksanakan selama 3 hari berturut sejak hari wafat beliau hari senin 18 januari 2021, beliau merupakan ibunda Nyai Hj. Faizah Bajuri. wafat sekitar jam 6.30 pagi. dimakamkan sekitar jam 10 atau 11 siang.


Selain dari pihak keluaga penta'ziah juga berasal dari kerabat baik dalam dan luar desa, para alumni,  serta wali santri juga turut berta'ziah. Alamat asi beliau dari desa Teluk Dalam jadi banyak sanak keluarga dari teluk dalam ang turut mengiringi pemakaman serta tahlilan.


Acara dilaksanakan bada sholat isya' dilaksanakan di masjid Hasan Jufri yang baru selesai rampung pembangunannya. Dengan diawali dengan tawassul, pembacaan tahlil, lalu doa. Setelah usai pembacaan Do'a disuguhkanlah makanan sebagai rasa terima kasih kepada para pentakziyah.


Di dalam masjid yang berlanta dua dilantai satu ditempati oleh penta'ziyah yang berasal dari luar pondok pesantren. sedangkan lantai dua ditempati oleh para santri yang mengikuti acara tahlilan tersebut.


Dalam hal ini kita para santri mendapatkan pelajaran yang sangat besar dari sosok beliau, disampaikan oleh K. Moh. Najahul Umam " Bahwa beliau merupakan sosok yang harus kita contoh meskipun beliau sudah berbarik di tempat tidur saat tidur di tidurkan, saat duduk di dudukkan tapi beliau tidak pernah meninggalkan sholat, beliau selalu menjadi majmu' setelai usai melaksanakan sholat bahkan penglihatan beliau masih sangat jelas meski usianya sudah 80-an lebih, itulah yang membuat kami bangga sebagai cucu beliau".




HAFIMULTIMEDIA

Acara tahlilan Nyai Hj. Masruhenna Binti H. Marzuqi

 

Keutamnaa Al Qur'an


 قال رسول الله صلى الله عليه وسلم أفضل عبادة أمتي تلاوة القرآن 

Artinya, "Rasulullah SAW bersabda, ‘Ibadah paling utama dari umatku adalah pembacaan Al-Qur’an."


Al Qur'an merupakan kitab suci umat islam yg diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw. melalui perantara malaikat secara berangsur-angsur kurang lebih 23 tahun, yang dianggap beribadah dengan membacanya. Al Qur'an merupakan mukjizat paling agung yang sampai sekarang kita bisa merasakannya.


Keutamaan-keutamaan Al Quran

Al Qur'an sebagai petunjuk

كِتَٰبٌ أَنزَلْنَٰهُ إِلَيْكَ مُبَٰرَكٌ لِّيَدَّبَّرُوٓا۟ ءَايَٰتِهِۦ وَلِيَتَذَكَّرَ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَٰبِ 


Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran. (Shaad 29)

إِنَّ هَٰذَا ٱلْقُرْءَانَ يَهْدِى لِلَّتِى هِىَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ ٱلْمُؤْمِنِينَ ٱلَّذِينَ يَعْمَلُونَ ٱلصَّٰلِحَٰتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا 


Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu'min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar (Al Isra' 9)


Al Qur'an sebagai obat 

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا


Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian. (Al Isra' 82)

اقْرَؤوا القُرْآنَ، فإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ القيامةِ شَفِيعًا لأَصْحابِهِ


“Bacalah Alquran karena sesungguhnya pada hari kiamat ia akan hadir memberikan pertolongan kepada orang-orang yang membacanya.” (HR Baihaqi).  


Al Qur'an sebagai cahaya

وَكَذَٰلِكَ أَوْحَيْنَآ إِلَيْكَ رُوحًا مِّنْ أَمْرِنَا ۚ مَا كُنتَ تَدْرِى مَا ٱلْكِتَٰبُ وَلَا ٱلْإِيمَٰنُ وَلَٰكِن جَعَلْنَٰهُ نُورًا نَّهْدِى بِهِۦ مَن نَّشَآءُ مِنْ عِبَادِنَا ۚ وَإِنَّكَ لَتَهْدِىٓ إِلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ


Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al Quran) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al Quran) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Quran itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus. (Quran Surat Asy-Syura Ayat 52)


يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ قَدْ جَآءَكُم بُرْهَٰنٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَأَنزَلْنَآ إِلَيْكُمْ نُورًا مُّبِينًا


Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu. (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Quran). (An Nisa' 174)















Keutamaan-Keutamaan Al Qura'an

Keutamaan sholat berjamaah

Imam Syafii ialah salah satu imam mazhab terkemuka yang menjabarkan tentang keutamaan sholat berjamaah. Hal itu sebagaimana di jelaskan oleh beliau dalam kitab Al-Umm.

  

Menurut Imam Syafii, Yang dimaksud dengan sholat berjamaah adalah ketika beberapa orang yang melaksanakan sholat dipimpin oleh imam, Maka itulah yang disebut dengan berjamaah.

  

Sholat berjamaah memang memiliki keutamaan dibandingkan sholat secara sendiri-sendiri. Sebagaimana sabda Rosulullah Saw :

صَلاَةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلاَةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً 

“Shalat jamaah lebih baik 27 derajat dibanding shalat sendirian.” (HR. Bukhari dan Muslim).

 

Kesimpulan Mutiara Hadits

1.    Hadits ini menunjukkan keutamaan shalat berjamaah dibanding shalat sendirian.

2.    Dua puluh tujuh derajat diperoleh baik jama’ahnya banyak maupun sedikit.

3.    Pahala ibadah shalat akan bertambah banyak bila dilakukan berjamaah

 

Dalam shalat jamaah, semakin besar jumlah jamaah yang dipimpin seorang imam, maka itu lebih mustajab dan lebih dekat dengan yang lebih utama (afdholu) menurut Imam Syafii. Dan shalat jamaah sebaiknya dilakukan diawal waktu. Karena jama'ah yang dilakukan di awal waktu meskipun jama'ahnya sedikit itu lebih baik dari pada jama'ah yang banyak namun dikerjakan di akhir waktu.


Sebagaimana Hadits Rosulullah Saw : "Dan seandainya mereka mengetahui pahala menyegerakan shalat pada awal waktu, niscaya mereka akan berlomba-lomba melaksanakannya. Dan seandainya mereka mengetahui pahala shalat Isyak dan Subuh, niscaya mereka akan mendatanginya meskipun dengan jalan merangkak.” (HR. Bukhari)


Shalat sendirian diibaratkan seperti domba yang terpisah dari kawanannya sehingga serigala dengan mudah dapat menerkam dan memangsanya. Sedangkan seseorang yang melaksanakan salat jamaah, ibarat kawanan domba yang kompak sehingga serigala tidak berani menyerangnya secara langsung.


وَاَقِمِ الصَّلٰوةَۗ اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ ۗوَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُ ۗوَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ


Keutamaan Sholat Berjamaah

 

Masjid merupakan tempat ibadah bagi umat islam. Masjid memiliki sangat banyak fungsi bukan hanya sebagai tempat ibadah, proses belajar mengajar, dakwah, mesyawarah dan sebagainya. Dalam sejarah islam masjid memiliki sangat banyak fungsi.

Diantara amalan yang disunnahkan ketika berada di masjid:

  • I’tikaf

Diantara lafadz I’tikaf. adalah

 

نَوَيْتُ الْاِعْتِكَافَ لِلّٰهِ تَعَالٰى

 

 “Saya niat I’tikaf karena iman dan mengharap akan Allah, karena Allah ta’ala."

  • Sholat

Sholat merupakan salah satu amalan yang akan pertama kali di hisab. Seperti hadits Nabi Muhamad Saw:

عن أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ :  إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلَاتُهُ فَإِنْ صَلُحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ ، فَإِنْ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيضَتِهِ شَيْءٌ قَالَ الرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ : انْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ فَيُكَمَّلَ بِهَا مَا انْتَقَصَ مِنْ الْفَرِيضَةِ ؟ ثُمَّ يَكُونُ سَائِرُ عَمَلِهِ عَلَى ذَلِكَ


Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, ”Amalan hamba yang pertama kali dihisab hari kiamat adalah sholat, jika sholat itu bagus, dia beruntung dan berhasil, jika cacat dia menyesal dan merugi. Bila sholat wajibnya tidak sempurna, Allah SWT berkata, ”Lihatlah apakah hamba-Ku punya amalan sunnah sehingga bisa menutupi amalan wajibnya, dengan demikian tertutup segala amalnya.” 

 

  • Memperbanyak membaca Al Qur’an

Dengan memperbanyak Al Qur’an hati kita akan merasa tenang, meskipun kita sudah berapa kali membaca dan hatam Al Qur’an tapi kita tidak akan pernah bosan membaca dan 

bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ .

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur`an dan mengajarkannya.”

  • Berdzikir

Banyak sekali dzikir yang bisa kita lakukan seperti: tasbih, istigfar dll. dengan berdzikir kita selalu bisa mengingat Allah, Berdzikir sangat mudah untuk dilakukan. jadi sempatkanlah diri kita setiap hari untuk berczikir.

Sholawat

Banyak sekali faidah dari sholawat. bahkan dengan kita bersolawat 1 kali kita akan mendapaatkan 10 pahala. Seperti hadits Nabi Muhammad Saw.‘’Siapa saja yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah memberinya rahmat sepuluh.’’ (HR Muslim).

Amalan yang dianjurkan ketika di masjid

Keutamaan Nabi Muhammad Saw.


Alam ini tercipta karena adanya Nur Muhammad, dalam Kitab Qashidah Barzanji mengandung konsep yang kemudian dikenal dengan istilah Nur Muhammad. Kitab karya As-Sayyid Ja‘far yang kerap dibaca masyarakat Muslim di berbagai belahan dunia ketika peringatan maulid ini menyebut konsep Nur Muhammad dan terjemahannya secara harfiah. Yakni :

 أصلي وأسلم على النور الموصوف بالتقدم والأوليه

Artinya, “Aku mengucap shalawat dan salam untuk cahaya yang bersifat terdahulu dan awal.”

 

Menurut Syekh Muhammad Nawawi Banten, ulama Nusantara yang otoritas keilmuannya teruji dan diakui oleh ulama di Timur Tengah di zamannya, konsep Nur Muhammad tidak sulit untuk dipahami dan tidak perlu dibikin ruwet. Status Nur Muhammad bukan qadim sebagaimana keqadiman sifat Allah. Nur Muhammad adalah makhluk yang pertama kali Allah ciptakan sebelum dia menciptakan makhluk lainnya.

 

Sebagaimana tersebut dalam hadits riwayat sahabat Jabir RA bahwa ketika ditanya perihal makhluk pertama yang diciptakan Allah, Rasulullah SAW menjawab, "Sungguh, Allah menciptakan nur nabimu sebelum segala sesuatu." Allah menjadikan nur itu beredar dengan kuasa Allah sesuai kehendak-Nya. Saat itu belum ada lauh, qalam, surga, neraka, malaikat, manusia, jin, bumi, langit, matahari, dan bulan. Atas dasar ini, nur itu adalah substansi, bukan aksiden.

 

Dalam hadist Qudsi dikatakan:

 لَوْلَاكَ لَوْلَاكَ يَا مُحَمّد لما خَلَقْتَ الأَفْلَاك

Artinya : Jika bukan karena engkau wahai Muhammad, tidak akan aku ciptakan alam semesta ini.

 

Kelahiran Nabi Muhammad shalllallahu alaihi wasallam, memang anugerah dan kado terindah bagi umat manusia dari Allah yang wajib kita syukuri. Sebagaimana pertanyaan Nabi Daud kepada Allah ta’ala “nikmat apakah yang paling terbesar di sisi-Mu?”, Allah ta’ala menjawab  “Diciptakannya Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam”

 

اللهلم صل و سلم على سيدنا محمد و على اله  و صحبه اجمعين

 

HAFIMULTIMEDIA

Jika bukan karena engkau wahai Muhammad, tidak akan aku ciptakan alam semesta ini

 Diam itu ibadah

Menjaga lisan itu merupaka amalan yang kita lakuan setiap hari, sat kita menyapa dan mengucapkan salam, saling berbicara, dan sebagainya itu semua merupakan sesuatu yang harus ita jaga dari lisan kita. Ada pepatah yang mengatakan bahwa “Mulutmu harimaumu” jadi dengan maksud bahwa kita harus menjaga lisan kita

Henadaklah sebelum kita berucap kita memikirkan dulu apa yang akan kita katakan dan memikiran akibat dari dari yang kita ucapkan. Sayyidina Ali bin Abi Thalib pernah berkata "Lidah seorang yang bijak terletak di belakang hatinya." Hal ini menandakan bahwa kita harus berpikir dulu merasakan arti makna dari Qoul kita.

Memanglah lidah tak bertulang tapi lidah juga bisa setajap pedang mungkin fisik seseorang tidak akan apa-apa dengan ucapan tapi ingat bahwa hati dari jiwa itu bisa sangat terluka karenanya. "Lidah itu sangat kecil dan ringan, tapi bisa mengangkatmu ke derajat paling tinggi dan bisa menjatuhkanmu di derajat paling rendah." - Imam Ghazali.

Selain diatas berikut beberapa ayat, hadits, dan maqolah ulama’ dalam menjaga lisan:

  • Firman Allah ta’ala surah Qaaf ayat 18:

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

Artinya; "Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir."



  • Allah berfirman :

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًايُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

    “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu sekalian kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki amalan-amalanmu dan mengampuni dosa-dosamu. Barangsiapa mentaati Allah dan RasulNya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenengan yang besar” (Al-Ahzab : 70-71)

  • Sabda Rosulullah Saw.:

    سلامة الإنسان في حفظ اللسان

    "Keselamatan manusia tergantung pada kemampuannya menjaga lisan."

  • Hadits Rasulullah melalui sahabat Ahmad.

عليك بطول الصمت فإنه مطردة الشيطان وعون لك علي أمردينك

"Hendaklah engkau lebih banyak diam, sebab diam dapat menyingkirkan setan dan menolongmu terhadap urusan agamamu." (H.R. Ahmad).

  • Hadits Nabi Saw.

إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ، يَنْزِلُ بِهَا فِي النَّارِ أَبْعَدَ مَا بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ

"Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan kalimat tanpa dipikirkan terlebih dahulu, dan karenanya dia terjatuh ke dalam neraka sejauh antara timur dan barat." (HR. Muslim).

  • "Lidahmu jangan kamu biarkan menyebut kekurangan orang lain, sebab kamu pun punya kekurangan dan orang lain pun punya lidah." (Imam Syafii)
  • "Kebijaksanaan adalah sebuah pohon yang tumbuh bersemi di hati dan berbuah di lidah." - Ali bin Abi Thalib
  • "Lidah itu seperti singa, jika kamu membiarkannya lepas, ia akan melukai seseorang." - Ali bin Abi Thalib
  • "Siapa yang tidak bisa mengendalikan lidahnya, berarti tidak bisa memahami agamanya." - Hasan Al-Bashri


Jadilah Madu Janganlah Cabai

 

Akhlaq penuntut ilmu

Tholabul 'ilmi adalah bahasa arab yang artinya menuntut ilmu, “Menuntut ilmu adalah suatu usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk merubah tingkah laku dan perilaku kearah yang lebih baik,karena pada dasarnya ilmu menunjukkan jalan menuju kebenaran dan meninggalkan kebodohan.”

 

Para penuntut ilmu haruslah memberikan perhatian yang besar dalam masalah menghormati guru. Sebab menghormati dan mengangungkan guru adalah salah satu sebab keberkahan ilmu didapatkan.

 

Berkah ilmu itu bukan hanya didapat dari menghormati dan mengagungkan guru tapi keberkahan bisa di dapat dari bagaimana cara kita mengagungkan kitab dan pengarang kitap yang dipelajari

Adapun tatacara menghormati guru atau kiai menurut Syaikh Burhanuddin dalam kitab Ta’lim Muta’allim menjelaskan :

 

ومن توقير المعلم أن لايمشى أمامه، ولا يجلس مكانه، ولا يبتدئ بالكلام عنده إلا بإذنه، ولا يكثر الكلام عنده، ولا يسأل شيئا عند ملالته ويراعى الوقت، ولا يدق الباب بل يصبر حتى يخرج الأستاذ

Bahwa termasuk arti menghormati guru, yaitu jangan berjalan di depannya; duduk di tempatnya; memulai mengajak bicara kecuali atas perkenan darinya; berbicara macam-macam darinya; dan menanyakan hal-hal yang membosankannya. Cukuplah dengan sabar menanti di luar hingga ia sendiri yang keluar dari rumah.

 

Pada intinya adalah melakukan hal-hal yang membuatnya rela, menjauhkan amarahnya dan menjunjung tinggi perintahnya, dan selalu mengedepakankan akhlaq.

 

Diceritakan dalam Ta’lim Muta’allim bahwa Syaikh Al-Khulwaniy, imamnya para imam, karena suatu peristiwa yang menimpa dirinya, maka beliau pindah untuk beberapa lama. Dari Bukhara ke suatu pedesaan.

 

Semua muridnya berziarah kesana kecuali satu orang saja, yaitu syaikhul imam Al-qadli Abu Bakar Az-Zarnujiy. Setelah suatu saat bisa bertemu, beliau bertanya:

 

لماذا لم تزرنى؟ قال: كنت مشغولا بخدمة الولادة. قال: ترزق العمر، لاترزق رونق الدرس، وكان كذلك، فإنه كان يسكن فى أكثر أوقاته فى القرى ولم ينتظم له الدرس

 

“kenapa engkau tidak menjengukku? Jawabnya : “Maaf tuan, saya sibuk merawat ibuku” Beliau berkata: “Engkau dianugerahi panjang usia, tetapi tidak mendapat anugerah buah manis belajar.” Lalu kenyataanya seperti itu, hingga sebagian banyak waktu Az-Zarnujiy digunakan tinggal di pedesaan yang membuatnya kesulitan belajar.

 

Jadi jangan sampai melakukan hal-hal yang menyakiti hati guru dan kiaimu. Sebab berkahnya ilmu bukan didapat dari orang yang pintar tapi keberkahan ilmu didapat dari ridhanya guru.dan barang siapa melukai hati sang gurunya, berkah ilmunya tertutup dan hanya sedikit kemanfaatan yang diperoleh dari ilmu itu.

 

 

HAFIMULTIMEDIA

ADAB MENUNTUT ILMU MENURUT PENGARANG TA’LIM MUTA’ALLIM