Social Items


 

Islam adalah agama di penuhi dengan kasih sayang, menyebarkan kedamaian dan ketenteraman bagi seluruh umat manusia. Tidak hanya kedamaian bagi umat Islam, tapi juga bagi umat agama lain.

 

Islam datang kedunia ini senantiasa menyebarkan kedamaian bagi segala mahluk, dan sebaik baik agama adalah agama islam, sebagaimana firman Allah Swt :

اِنَّ الدِّيْنَ عِنْدَ اللّٰهِ الْاِسْلَامُ

 

Artinya : Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. (QS. Ali 'Imran Ayat 19)

 

Dalam surat Ali Imran ayat 19 diatas dijelaskan bahwa sesungguhnya agama disisi Allah hanyalah Islam, Ada pula yang memberi terjemahan, " Sesungguhnya agama yang diterima atau diridhoi Allah hanyalah Islam.

 

Sebagaimana disebutkan diatas bahwa Islam adalah agama di penuhi dengan kasih sayang, memberi kedamaian dan ketenteraman bagi seluruh umat manusia. Satu kebiasaan yang ringan namun bisa jadi jarang diterapkan di masyarakat kita adalah menyebarkan salam.

 

Padahal banyak buah kebaikan yang bisa dipetik dari ucapan yang mengandung muatan doa ini. Salah satu hal yang penting dalam kehidupan masyarakat muslim adalah menyebarkan salam. Karena dengannya akan tumbuh rasa saling cinta di antara mereka, biarpun tidak saling mengenal

 

Rasulullah Saw bersabda :

حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ سِتٌّ. قِيْلَ: مَا هُنَّ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: إِذَا لَقِيْتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ، وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ، وَإِذَا اسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْ لَهُ، وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللهَ فَسَمِّتْهُ، وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ، وَإِذَا مَاتَ فَاتَّبِعْهُ

Artinya: “Hak seorang muslim atas muslim yang lain ada enam.” Beliau pun ditanya, “Apa saja, ya Rasulullah?” Jawab beliau, “Jika engkau bertemu dengannya, ucapkan salam kepadanya. Jika dia memanggilmu, penuhi panggilannya. Jika dia meminta nasihat kepadamu, berikan nasihat kepadanya. Jika dia bersin lalu memuji Allah, doakanlah dia1. Jika dia sakit, jenguklah dia; dan jika dia meninggal, iringkanlah jenazahnya.” (HR. Al-Bukhari no. 1240 dan Muslim no. 2162)

 

Hadits diatas terdapat anjuran kuat untuk menyebarkan salam dan menyampaikannya kepada seluruh kaum muslimin baik yang engkau kenal maupun yang tidak engkau kenal, karena dengan ucapan salam kita bisa menimbuhkan kerukunan dan membawa rasa cinta.

 

أَبْخَلُ النَّاسِ الَّذِي يَبْخَلُ بِالسَّلاَمِ

 

Wallahu A’lam.

 

hafimultimedia

MENYEBARKAN SALAM

 






 

 

Sebenarnya Siti Asiyah telah lama berdakwah ( tentunya secara diam-diam ) dan mencoba menjelaskan dan membuktikan kepada pengisi istana, bahwa suaminya “Fir’aun” bukanlah Tuhan, namun Asiyah belum menemukan cara jitu untuk membuktikannya, hingga ia melakukan siasat berikut. 


Dikisahkan: suatu ketika Asiyah mengajak Fir’aun melakukan suatu permainan dengan satu perjanjian: “ Bagi yang kalah dalam permainan, harus telanjang dan berjalan sampai pintu istana” dan Fir’aun menyetujuinya. Ternyata yang memenangkan permainan itu adalah Asiyah, dan iapun berkata pada Fir’aun: “Penuhi janjimu (kesepakatan kita) dan berjalanlah keluar dengan telanjang”.


Fir’aun berkata: “Maafkanlah aku (aku tidak bisa melakukan hal itu) dan sebagai ganti dari taruhan kita, jika kamu memberi maaf terhadap diriku, maka aku akan berikan kepadamu Gudang yang berisi intan lu’lu’ “.


Asiyah berkata: “Jika memang benar engkau ‘Tuhan’, maka penuhilah perjanjianmu, karena memnuhi janji adalah tanda dari sifat ketuhanan.


Fir’aun (dengan berat hati) melepas semua pakaiannya dan berjalan menuju pintu istana dengan badan telanjang, dan ketika selir-selirnya dan para pelayan istana umumnya melihat hal itu, seketika juga mereka mengingkari bahwa Fir’aun adalah Tuhan. Karena dalam keadaan seperti itu Fir’aun trlihat sangat buruk (tidak punya malu dan melebihi orang yang hilang akal alias gila).


Akhirnya mereka (para selir) percaya apa yang dikatakan Asiyah salam ini bahwa Fir’aun bukanlah Tuhan, dan mereka menerima ajaran islam.


KESOMBONGAN RAJA FIR’AUN KARENA BANYAKNYA PASUKANNYA

 





Allah SWT berfirman  : “Dan (di hari itu) didekatkanlah surga kepada orang-orang yang bertaqwa. Dan diperlihatkan neraka jahim dengan jelas kepada orang-orang yang sesat”. (QS. Asy-Syu’ar  : 90-91).


Dalam suatu hadits diterangkan  :  Ketika telah tiba hari kiamat, Allah SWT berfirman  :  “Wahai Jibril, dekatkanlah pada orang-orang yang ber-taqwa dan tampakkalnlah neraka Jahim pada orang-orang yanag durhaka.” Maka berjalanlah surga ke sebelah kanan Arasy dan neraka Jahim di sebelah kiri Arasy, lalu dibentangkan shirath (jembatan) di atas neraka dan dipasang mizan (timbangan amal).


Kemudian Allah berfirman  :  “Di man pilihan-Ku Nabi Adam, di mana kekasih-ku Nabi Ibrahim, di mana kalam-Ku Nabi Musa, di mana ruh-Ku Nabi Isa  dan di mana kekasih-Ku Nabi Muhammad SAW, berdirilah kalian di sebelah kanan Mizan”. Al;lah SWT berfirman  lagi :  “Hai Ridhwan, bukalah pintu-pintu surga. Hai Malik, bukalah pintu-pintu neraka”.


Kemuadian datang Malaikat rahmat  dengan membawa perhiasan dan Malaikat adzab dengan membawa belenggu, rantai dan pakaian dari tembaga. Maka terdengarlah nida’ dari Allah SWT : “Hai para makhluk, lihatlah pada mizan, maka sesungguhnya dia akan menimbang amal Fulan bin Fulan”. Lalu terdengar seruan yang berkata : “Hai penghuni surga yang abadi tampa mati, dan hai penghuni neraka yang kekal tampa mati”. Hal tersebut sesuai dengan firman Allah SWT  :  “Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah di putuskan”.  (QS. Maryam  :39)

 

TENTANG DEKATNYA SURGA


Orang tua adalah media atau wasilah seorang anak bisa lahir ke alam dunia ini. Dan orang tua haruslah dihormati oleh anaknya atas jasa-jasa yang telah dicurahkan sepenuh hati mulai dari mengandung, menyusui, hingga tumbuh kembang dari usia kanak-kanak bahkan sampai dewasa.

 

Berbuat baik pada orang tua dapat kita wujudkan dalam berbagai hal, seperti menghormatinya, memuliakannya, berkata lembut, tidak melukai perasaannya dan lain sebagainya. Orang tua kita adalah kunci kehidupan kita baik di dunia ataupun di akhirat kelak. Karena dengan ridhanya kita bisa dapatkan surganya Allah Swt. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw :

رِضَى اللهِ فِي رِضَى الْوَالِدَيْنِ وَسُخْطُ اللهِ فِي سُخْطِ الْوَالِدَيْنِ

 

Artinya :“Ridha Allah ada pada Ridha kedua orang tua, dan murka Allah ada pada murka kedua orang tua”.

 

Dari hadits diatas jika kita ingin mendapatkan ridha Allah Swt maka kita haruslah mencari ridhanya Orang tua, Ridho Allah adalah segala-galanya, di saat Allah ridha, maka apa pun akan terasa nikmat, karena tidak ada yang lebih nikmat dari Ridha Allah. Jika kita ingin mendapatkan ridha Allah, maka jangan pernah mengabaikan ridha orang tua.

 

Abu Hurairah menceritakan, “Seseorang lelaki datang menemui Rasulullah saw kemudian bertanya, “Siapakah manusia yang paling berhak aku berbakti kepadanya? Ibumu, “Jawab Rasulullah SAW. Dia bertanya, “Setelah itu siapa? “Ibumu, “Jawabnya lagi. Dia bertanya kembali, “Setelah itu siapa? “Ibumu, “Jawabnya lagi. Dia kembali bertanya, “Setelah itu siapa baru Rasulullah menjawab, “Bapakmu” (HR Muslim).

 

Dari riwayat Abu Hurairah diatas kewajiban kita berbakti kepada ibu sangatla besar melebihi berbakti kepada ayah. Karena perjuangan ibu sangatlah besar melebihi perjuangan ayah, sampai-sampai ada hadits yang menjelaskan bahwa :

"الجَنَّةُ تَحْتَ أَقْدَامِ الأُمَّهَاتِ"

Artinya adalah "Surga itu ada di bawah telapak kaki ibu."

 

Dalam kitab Durrah al-Nashihin diceritakan Nabi Musa ingin mencari tahu orang yang akan menjadi temannya di surga. Lantas dia diperintahkan Allah untuk pergi ke pasar dan menemui seorang tukang jagal. Nabi Musa keheranan, kenapa menemui tukang jagal miskin? Jawabannya ia dapatkan setelah mengikuti tukang jagal itu pulang ke rumahnya. Tukang jagal tersebut adalah orang yang merawat ibunya yang sudah sangat renta dan lumpuh, dia memasakkan hidangan untuk ibunya dan menyuapinya setiap hari. Saat itu, Nabi Musa mendengar ibu itu berdoa, “Ya Allah jadikan putraku teman Nabi Musa di Surga”.

 

Dari doa yang dipanjatkan oleh orang tua tersebut maka Allah Swt ridha dengannya dan menjadikannya teman Nabi Musa as.

 

Wallahu A’lam

 

HAFIMULTIMEDIA


RIDHA ALLAH BERADA DIRIDHANYA ORANG TUA

 





Pondok adalah tempat orang-orang yang mencari ilmu dan barokahnya ilmu. Di pondok kita di ajari banyak hal, terutama yang bisa kita kerjakan dalam keseharian, baik dari segi ibadah, adab, pengetahuan dan lain-lain.


Kita berada di pondok merasa lebih baik daripada berada di rumah, di pondok kita terjaga dari hal-hal yang tidak baik, dan kita diajari dari yang belum paham sedikit demi sedikit menjadi lebih paham, karena kita memiliki suatu pemikiran bagaimana nanti kedepannya, apakah kita bisa menjadi orang yang berhasil atau hanya begitu saja.


Kita berada di pondok sangat bersyukur karena, kita yang berada di pondok saat ini keberadaanya sebagai (orang-orang yang mencari ilmu) karena tidak semua orang bisa memaksakan dirinya memilih untuk mondok.


Di pondok kita terbiasa hidup mandiri, meskipun ada rasa kesumpekan dan  ketidak nyamanan di dalamnya kita harus memaksakan diri untuk malawan semua itu, karena kita yakin bahwa di balik semua itu ada hikmah yang bisa kita petik di kemudian nanti. Akan tetapi ada juga yang mondok hanya keinginan orang tua saja! Bagi orang yang paham pasti memikirkan apa tujuan orang tua memondokkan anaknya. Perlu kita ketahui, jika orang tua kita lebih memilih untuk memondokkan anaknya sesungguhnya orang tua kita itu sayang terhadap kita dan orang tua kita tidak mau melihat suatu kerusakan yang terjadi padanya juga terjadi juga pada anaknya.

MEMILIH UNTUK MONDOK

 




 

Shalat Subuh: Orang yang pertama kali melaksanakan shalat ini adalah Nabi Adam AS, yaitu ketika beliau keluar dari surga dan beliau mendapati kegelapan, kemudian beliau merasakan rasa takut yang luar biasa, maka ketika fajar muncul beliau langsung shalat sebanyak 2 raka’at, yang disebut dengan shalat subuh. 


Salat Dhuhur: Orang yang pertama kali melaksanakan shalat ini adalah Nabi Ibrahim AS, yaitu ketika Allah SWT, memerintahkan beliau untuk menyembelih anaknya sendiri yaitu Nabi Ismail, dan kejadian itu ketika matahari sudah lengser (tergelincir), maka kemudian beliau shalat 4 Raka’at, beliau shalat diantaranya karena bersyukur atas nikmat Allah yang telah menggantikan anak beliau yg harusnya disembelih namun diganti dengan seekor kambing dari syurga yang katanya itu adalah kambing milik habil ( putra Nabi Adam AS ) .


Shalat Asar: Orang yang pertama kali melaksanakan shalat ini adalah Nabi Yunus AS, yaitu ketika beliau di keluarkan oleh Allah SWT, Dari perut ikan yang besar.


Shalat Maghrib: orang yang pertama kali melaksanakan shalat ini adalah Nabi Isa AS, yaitu ketika beliau keluar dari antara kaumnya, dan kejadian itu ketika tenggelamnya matahari.


 

Shalat Isya’: orang yang pertama kali melaksanakan shalat ini adalah Nabi Musa AS, yaitu ketika beliau tersesat dijalan tatkala beliau pergi dari kaumnya yaitu kaum Madyan dan beliau ditimpah kesedihan - kesedihan dengannya.


Di ambil dari kitab Sullam Al Munajat karangan Syaikh Muhammad Nawawi Bin Umar Al Banteni. Rahimahullahu




5 SHALAT FARDLU DAN ORANG YANG PERTAMA KALI SHALAT DI DALAMNYA



Setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan, dan sebaik baiknya orang yang berdosa adalah orang yang bertaubat. Dibulan Ramadhan ini adalah kesempatan kita untuk menghilangkan segala perbuatan perbuatan buruk dengan bertaubat kepada Allah Swt.

 

Bulan Ramadhan adalah bulan taubah, Rasulullah Saw bersabda :

 عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَقَالَ رَسُوْلُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَلَهُ مَاتَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

 

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, ”Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ’Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan berharap pahala, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu ’.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

 

Di bulan Ramadhan ini kita harus mengisinya dengan amalan-amalan baik janganlah mengisinya dengan perbuatan yang sia-sia. Berapa banyak orang yang memasuki bulan Ramadhan tapi dia tidak mendapatkan apa-apa kecuali hanya mendapatkan lapar dan dahaga.

 

Mengerjakan puasa tapi dia tidak meninggalkan bicara yang tidak baik, dan mengerjakan amal yang tidak baik maka ia tidak mendapat mendapat apa-apa kecuali hanya lapar dan haus saja. Sebagaimana hadits Rasulullah Saw :

كَمْ مِنْ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوعُ

Artinya: “Banyak orang yang berpuasa, namun ia tak mendapatkan apa pun dari puasanya selain rasa lapar saja.” (HR Imam Ahmad)

 

Untuk menghindari puasa yang kosong pahalanya, maka kita harus menghindari perbuatan-perbuatan yang bisa menyakiti orang lain dan merugi pada diri sendiri dan menjauhi penyakit hati. Karena jika hati baik maka semua angota tubuh akan ikut menjadi baik, namun jika hati rusak maka semua anggota tubuh akan menjadi rusak.

 

Rasulullah shallahu’alaihi wasallam bersabda:

أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ

 

Artinya : Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging. Jika ia baik, seluruh tubuh baik. Jika ia rusak, seluruh tubuh juga rusak. Ketahuilah (segumpal daging) itu ialah hati.. (HR. Muslim).

 

 

BERPUASA HANYA MENDAPAT LAPAR DAN DAHAGA







 Sebagian ahli ilmu berkisah, ada seorang laki-laki yang memimpikan ahli kubur keluar dari pemakaman dan memunguti apapun yang mereka temukan. Karena takjub, ia terus berjalan dan bertemu dengan seorang lelaki yang duduk diam tidak ikut memunguti. Dengan heran ia mendekat, dan bertanya: “ Apa yang mereka pungut?”. 


“Mereka memunguti kiriman pahala dari muslimin yang membacakan al-Quran dan Do’a” jawabnya.”Tapi, mengapa engkau tidak ikut memunguti?”. “Aku sudah tidak membutuhkannya”.     “ kenapa? Kok bisa?”. Dengan bacaan khatam Al Quran yang senantiasa dilakukan oleh anakku yang berjualan Zalaabiyyah/pancake di pasar Anu”.


Setelah terbangun. Ia langsung menuju pasar yang tertunjukkan dalam mimpinya. Dan benar, ia menemukan pemuda yang berjualan pancake dengan mulut berkemak-kemik. Iapun bertanya, “ Apa yang kau baca?”. “Aku membaca Al Quran dan menghadiahkannya pada orang tuaku yang sudah meninggal” Jawabnya.


Setelah lama berselang. Ia bermimpi tentang orang-orang yang telah meninggal lagi. Seperti mimpi yang pertama. Mereka memunguti hadiah pahala dari para muslimin yang masih hidup di dunia. Namun, ada yang terasa aneh. Karena orang yang dahulu tidak ikut keluar memun guti pahala. Sekarang ikut-ikutan keluar. Setelah terbangun dari tidur, ia langsung menuju pasar tempat pemuda penjual pancake. Dan tidak ada. Setelah bertanya-tanya ternyata pemuda tersebut telah meninggal.


Semoga allah SWT mengkaruniakan kita semua yaitu anak sholeh dan sholehah yang berbakti dan taat kepada orang tuanya. Aamiiin.                                                                                                                                                                                      


ANAK BERBAKTI PADA ORANG TUA WALAUPUN DALAM KEADAAN BEKERJA













Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA : Sesungguhnya Nabi SAW perna bersbda  :  “Yang pertma kali di tulis dengan Qalam pada lauh Mahfuzh atas perintah Allah SWT adalah :  “Sesungguhnya Aku adalah Allah, tiada tuhan selain Aku, Muhammad adalah hamba-Ku, utusan-Ku dan pilihan-Ku dari makhlu-Ku. Barang siapa berserah diri atas qadha’ (ketentuan)-Ku,sabar menghadapi bala’ (cobaan)-Ku dan bersyukur atas nikmat-nikmat-Ku maka Aku tulis dia sebagai orang yang benar dan Aku bangkitkan dia Bersama orang-orang yang benar pada hari kiamat. Dan barang siapa yang tidak berserah diri kepada qada’ (ketentuan)-Ku, tidak sabar dalam menghadapi cobaan dari-Ku dan tidak bersyukur atas nimat-nikmat-Ku maka maka  lebih baik dia keluar dari dari bawah langit-Ku dan carilah Tuhan selain Aku”


Seorang ‘ulama ahli fikih berkata : “Sabar dalam menghadapi bala’ dan dzikir kepada Allah waktu menerim musibah adalah suatu yang wajib bagi manusia, karena apabila ia ingat kepada Allah dalam menghadapi bala’ dan musibah tersebut ia ridha kepada ketentuan (qadha’)  Allah dan memupuskan harapan syaitan”.


Ali bin Abi Thalib karramallahu wajhah mengatakan sabar ada 3 (tiga) macam


1.  sabar dalam menjalankan taat. Barang siapa sabar dalam taat kepada Allah, maka Allah memberikan seratus derajat, setiap derajat sama dengan apa yang ada di antara bumi dan langit.


2.     Sabar dari dua perbuatan maksiat. Barang siapa yang sabar dan menjauhi perbuatan maksiat; maka Allah akan memberinya enam ratus derajat, setiap derajat sama dengan apa yang ada di antara lagit dan bumi.


3.   Sabar dalam menghadapi musibah. Barang siapa yang sabar dalam menghadapi musibah. Barang siapa yang sabar dalam menghadapi musibah, maka Allah berikan padanya pahala dengan tampa hiab (perhitungan).

 

SABAR DALAM MENGHADAPI MUSIBAH



Bulan Ramadan adalah bulan yang mulia, bulan yang penuh rahmat bagi qaum muslimin, suatu nikmat yang besar bagi kita telah dapat bertemu dan beramal dibulan yang mulia ini. Orang beriman mestilah banyak bersyukur karena Allah masih memberi kesempatan bagi kita berjumpa dengan bulan Ramadhan.

 

Bulan suci Ramadan merupakan bulan yang istimewa dibanding bulan lainnya. Dibulan Ramadhan ini, umat Islam diwajibkan oleh Allah Swt untuk melakukan ibadah puasa. Puasa Ramadhan adalah puasa yang diperintahkan Allah SWT sebagaimana dinyatakan dalam Firman Allah Surat Al Baqarah ayat 183 :

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

 

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa”

 

Berpuasa artinya menahan lapar dan dahaga sejak terbit fajar (subuh) hingga terbenam matahari (magrib). Niat berpuasa bukan sekedar menahan lapar dan dahaga, namun juga mengendalikan hawa nafsu dan panca indera ke arah yang positif.

 

Ada banyak sekali hikmah dan keutamaan yang bisa kita peroleh ketika menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan, diantara keutamaannya yaitu :

 

1.   Dihapusnya dosa

Keutamaan puasa Ramadhan jika dilakukan dengan baik sesuai dengan tuntunan Alquran dan Sunnah akan terlepas dari dosa-dosanya sehingga menjadi bersih kembali seperti bayi yang baru dilahirkan dari rahim ibunya.

 

Keutamaan puasa Ramadhan ini berdasarkan sabda Nabi Muhammad SAW.:  

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

 

Artinya :“Barang siapa yang melaksanakan puasa Ramadhan dengan keimanan dan keikhlasan, maka diampuni dosanya yang telah berlalu”. (Hadis Shahih, riwayat al-Bukhari: 37 dan Muslim: 1266).

 

2.   Pahalanya Dilipat gandakan

 كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّ َنَا أَجْزِى بِهِ

 

“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. (HR. Muslim).

 

3.     Setan Dibelenggu

 عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتْ الشَّيَاطِينُ

 

Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah saw bersabda: “Jika telah datang bulan Ramadhan maka pintu-pintu surga akan dibuka, pintu-pintu neraka akan ditutup dan setan-setan akan dibelenggu dengan rantai.” (HR. Bukhari dan Muslim).

 

4.   Mendapat Surga Ar Rayyan

 إِنَّ فِي الْجَنَّةِ بَابًا يُقَال لَهُ : الرَّيَّانُ يَدْخُل مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لاَ يَدْخُل مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ يُقَال : أَيْنَ الصَّائِمُونَ ؟ فَيَقُومُونَ لاَ يَدْخُل مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ فَإِذَا دَخَلُوا أُغْلِقَ فَلَمْ يَدْخُل مِنْهُ أَحَدٌ

 

Di dalam surga ada sebuah pintu yang disebut pintu ar-Rayyan. Yang masuk melalui pintu itu di hari kiamat hanyalah orang-orang yang berpuasa, yang lainnya tidak masuk lewat pintu itu. Dan diserukan saat itu, ”Manakah orang-orang yang berpuasa?”. Maka mereka yang berpuasa bangun untuk memasukinya, sedangkan yang lain tidak. Bilamana mereka telah masuk, maka pintu itu ditutup dan tidak ada lagi yang bisa memasukinya.

 

 

5.   Tidurnya orang yang berpuasa itu ibadah,

نَوْمُ الْصَّائِمِ عِبَادَةٌ وَصَمْتُهُ تَسْبِيْحٌ وَعَمَلُهُ مُضَاعَفٌ وَدُعَاؤُهُ مُسْتَجَابٌ وَذَنْبُهُ مَغْفُوْرٌ

 

“Tidurnya orang yang berpuasa itu ibadah, diamnya adalah tasbih, amalnya dilipatgandakan (pahalanya), doanya dikabulkan, dan dosanya diampuni.”

 

Dan masih banyak lagi keutamaan yang dimilki oleh bulah Ramadhan, oleh karenanya marilah kita gunakan bulan yang mulia ini dengan semaksimal mungkin dengan mengerjakan perintah Allah Swt dan mengerjakan sunah Rasulullah Saw.

 

 

HAFIMULTIMEDIA

KEUTAMAAN BULAN RAMADHAN



عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ فِيْ ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ: اَلْإِمَامُ الْعَادِلُ، وَشَابٌّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ اللهِ ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْـمَسَاجِدِ ، وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللهِ اِجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ ، وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فَقَالَ : إِنِّيْ أَخَافُ اللهَ ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ

 

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tujuh golongan yang dinaungi Allâh dalam naungan-Nya pada hari dimana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya: (1) Imam yang adil, (2) seorang pemuda yang tumbuh dewasa dalam beribadah kepada Allâh, (3) seorang yang hatinya bergantung ke masjid, (4) dua orang yang saling mencintai di jalan Allâh, keduanya berkumpul karena-Nya dan berpisah karena-Nya, (5) seorang laki-laki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan lagi cantik, lalu ia berkata, ‘Sesungguhnya aku takut kepada Allâh.’ Dan (6) seseorang yang bershadaqah dengan satu shadaqah lalu ia menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfaqkan tangan kanannya, serta (7) seseorang yang berdzikir kepada Allâh dalam keadaan sepi lalu ia meneteskan air matanya.”

 

Hadits Rasulullah Saw diatas menjelaskan bahwa ada tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan dari Allah Swt dimana tidak ada naungan kecuali naungannya Allah Swt, tujuh golongan tersebut itu adalah :

 

1.      Imam yang adil

Seorang peminpin itu akan diberikan keutamaan tersebut jika mereka adil dan menjalankan amanah yang diembannya dengan semestinya sebaliknya jika seorang peminpin tidak amanah aatau menyalah gunakan kepiminpinan tersebut maka ia akan mendapat murka allah Swt.

 

Sesungguhnya peminpin akan dipertanggung jawabkan dengan apa yang dipinpinnya, sebagaimana sabda Rasulullah Saw :

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:,كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ. فَالإمَامُ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ

 

Artinya : Dari Abdullah, Nabi ﷺ bersabda: Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawabannya. Seorang imam adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawabannya.

 

2.      Pemuda yang tumbuh dalam beribadah kepada Allâh

Seorang pemuda atau remaja yang selalu menjalankan perintah-perintah Allah Swt dan menjauhi larangannya akn mendapatkan naungannya Allah Swt, Teladan pemuda idaman telah dipertunjukkan oleh Nabi Ibrahim ketika masa remajanya. Seperti tertera di dalam kalam-Nya, artinya, "Mereka menjawab, 'Kami mendengar seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini, yang bernama Ibrahim" (QS Al-Anbiya [21]: 60).

 

Sahabat Ibnu Abbas pernah menyatakan, ''Tidaklah Allah mengutus seorang Nabi melainkan pemuda. Dan seorang alim tidak diberi ilmu pengetahuan oleh Allah melainkan di waktu masa mudanya.''

 

3.      Seorang yang hatinya bergantung ke masjid

Maksudnya disini yaitu seseorang yang menghidupkan masjid dengan perkara-perkara yang wajib serta juga sunnah Rasulullah Saw seperti, sering hataman Al-qur’an, mengadakan halaqah atau pengajian, membersihkan masjid dengan dilandaskan karena Allah Ta’ala.

 

4.      dua orang yang Bersahabat karena Allâh

Persahabatan yang demikian jelas berdasarkan ketakwaan kepada Allah, sehingga jika bertemu dan berpisah juga karena Allah. Maka dalam bersahabat kita haruslah mencari sahabat yang bias membuat kita menjadi orang yang lebih baik dan menuntun kita kesurganya Allah Swt.

 

5.         Seorang laki-laki yang menolak diajak berzina

Yang kelima adalah seorang laki-laki yang diajak berzina oleh permpuan yang memiliki wajah yang cantik jelita tetapi ia menolak, dan berkata,  إني أخاف الله  “sesungguhnya aku takut kepada Allah”.

 

6.      Seseorang yang bershadaqah secara rahasia

Golongan yang ke enam adala seseorang yang bershadaqah secara samara atau sembunyi-sembunyi hingga tangan kirinya tidak tau dengan apa yang dishadaqahkan oleh tangan kanannya.

 

Orang yang bershadaqah secara rahasia ini bisa menghindari salah satu penyakit hati yaitu riya’(

Mengerjakan sesuatu supaya dipuji oleng orang lain)

 

7.      Seseorang yang berzikir dalam keadaan sepi

Golongan yang terakhir adalah seseorang yang ingat kepda Allah Swt, berzikir kepada Allah Swt hingga mengalir kedua air matanya.

 

Semoga kita bisa menjadi salah satu golongan yang akan diberi naungan oleh Allah Swt, Amiin.

 

 

HAFIMULTIMEDIA

TUJUH GOLONGAN YANG AKAN MENDAPATKAN NAUNGAN DARI ALLAH SWT