Social Items


KYAI KAMPUNG DAN SANTRI LIBERAL


            Inilah kisah kyai kampung. Kebetulan kyai kampung ini menjadi imam musholla dan seklaigus pengurus ranting NU di desanya. Suatu ketika didatangi seorang tamu, mengaku santri liberal, karena lulusan pesantren modern dan pernah mengeyam pendidikan di Timur Tengah. Tamu itu begitu PD (percaya diri), karena merasa mendapat legitimasi akademik, plus telah belajar Islam di tempat asalnya. Sedang yang dihadapinya hanya kiai kampung, yang lulusan pesantrem salaf.
            Tetu saja, tujuan utama tamu itu mendatangi kyai untuk mengajak debat dan berdiskusi seputar persoalan keagamaan kiai. Santri liberal ini langsung menyerang sang kiai:
            "Sudahlah kyai tinggalkan kitab-kitab kuning (turats) itu, karena itu hanya karangan ulama' kok. Kembali saja kepada Al Qur'an dan hadits" ujar santri itu dengan nada menantang.
            Belum sempat menjawab, kyai kampung itu dicecar dengan pertanyan berikutnya.
            "Mengapa kyai kalau dzikir kok dengan suara keras dan pakai menggoyangkan kepala ke kiri dan ke kanan segala. Kan itu semua tidak pernah terjadi pada jaman nabi dan berarti itu perbuatan bid'ah?" kilahnya dengan nada yakin dan semangat.
            Mendapat ceceran pertanyaan, kyai kampung tidak langsung reaksioner. Malah sang kiai mendengarkan dengan penuh perhatian dan tak langsung menanggapi. Malah kyai itu menyuruh anaknya mengambil termos dan gelas.
            Kyai tersebut kemudian mempersilahkan minum, tamu tersebut kemudian menuangkan air ke dalam gelas lalu kyai bertanya :
            "Kok tidak langsung di minum dari termosnya saja. Mengapa dituang ke gelas dulu?" tanya kiai santai.
            Kemudian tamu itu menjawab "ya ini agar lebih mudah kyai,?jawab santri liberal ini.
            Kyai pun memberi penjelasan "itulah jawabannya mengapa kami tudak langsung mengambil dari Al Qur'an dan Hadits. Kami  menggunakan kitab-kitab kuning yang mu'tabar, karena kami mengetahui bahwa kitab-kitab mu'tabarah adalah diambil dari Al Qur'an dan Hadits, sehingga kami yang awam ini lebih gampang mengamalkan wahyu, sebagaimana apa yang engkau lakukan menggunakan gelas agar lebih mudah meminumnya, buakankah begitu ?" tamu tersebut terdiam dan tak berkutik.
            Kemudian kyai balik bertanya "apakah adik hafal Al Qur'an dan sejauh mana pemahaman adik tentang Al Qur'an ? Berapa ribu adik hafal hadits ? Kalau dibandingkan dengan Imam Syafi'i siapa yang lebih alim?"
            Santri liberal menjawab " Ya tentu Imam Syafi'i kyai sebab beliau sejak kecil sudah hafal Al Qur'an, beliau juga banyak mengerti dan hafal ribuan hadits, bahkan umur 15 belas beliu sudah menjadi guru besar dan mufti" jawab santri liberal.
            Kyai menimpali "itulah sebabanya mengapa saya bermadzhab Imam Syafi'i, karena saya percaya pemahaman Imam Syafi'i tentang Al Qura'n dan Hadits jauh lebih mendalam dibanding kita, bukankah begitu?" tanya kyai.
            " Ya kiai "jawab santri liberal.
            Kyai kemudian bertanya pada tamunya tersebut " terus selama ini orang-orang awam tatacara ibadahnya mengikuti siapa jika menolak madzhab, sedangkan mereka banyak yang tidak membaca Al Qur'an apalagi memahami ?" tanya kiai.
            Sang santri liberal menjawab " Kan ada lembaga majelis yang memberi fatwa yang mengeluarkan hukum-hukum dan masyarakat awam mengikuti keputusan tersebut " jelas santri liberal.
            Kemudian kiai bertanya balik " kira-kira menurut adik lebih alim mana anggota majelis fatwa tersebut dengan Imam Syafi'i ya? "
            Jawab santri " Ya tentu alim Imam Syafi'i kiai " jawabnya singkat.
            Kyai kembali menjawab " itulah sebabnya kami bermadzhab Imam Syafi'i dan tidak langsung mengambil Al Qura'n dan Hadits ".
            " Oh begitu masuk akal juga ya kyai " jawab santri liberal ini. Tamu yang lulusan timur tengah itu setelah tidak berkutik dengan kyai kampung, akhirnya minta ijin untuk pulang dan kyai itu mengantarnya sampai pintu pagar.
           

Sumber : Ngopi Di Pesantren Buku 1


As Shodiq




KYAI KAMPUNG DAN SANTRI LIBERAL

BIOGRAFI KH. YUSUF ZUHRI

KH. Yusuf Zufri lahir pada tahun 1920-an dari pasangan KH. Zuhri dan ibu Fatma. Keduanya berasal dari Desa Lebak Kecamatan Sangkapura Bawean. Pendidikannya dimulai dari lingkungan keluarga sendiri. Setelah itu, beliau melanjutkan pendidikannya ke pondok Pesantren Krapyak Jogjakarta. Kurang lebih 3 tahun, beliau berhasil menghafalkan Al Qur’an 30 juz. Karena kecerdasnnya, pengasuh Pondok Pesantren Krapyak, KH. Munawwir, sering mengajaknya ke berbagai acara keagamaan.
            Setelah itu. KH. Yusuf Zuhri melanjutkan ke Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan, Di tempat ini, beliau menghabiskan waktu 7 tahun. Beliau masih bertemu dengan KH. Hasan Jufri saat menjadi santri di Sidogiri.
            Sepulang dari Pondok Pesantren Sidogiri, beliau menikahi seorang gadis dari Desa Lebak yang bernama Muthiyah.
            Muthiyah adalah keponakan KH. Hasan Jufri. Dari pernikahan ini, lahir 11 putra putri. Mereka adalah : KH. Mun’im (alumni Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang dan tinggal di Desa Lebak), KH. Hazin (alumni Pondok Pesantren Tebu Ireng, Krapyak dan Tegal Rejo, tinggal di Jogyakarta), KH. Siraj (alumni pondok Pesantren Tebu Ireng dan Krapyak, menetap di Dusun gunung Lanjang Desa BuluLanjang), Mahmiyah (menetap di Malaysia), KH. Ghufran (alumni Pondok Pesantren Krapyak dan Universitas Umm Al Qura’ Saudi Arab’ia. Kini menetap di Australia), KH. Bajuri (alumni Pondok Pesantren Krapyak, Dar al Hadits Saudi Arabi’a dan Universitas Baghdad. Pengasuh Pondok Pesantren Hasan Jufri), HJ. Nur Laili (Pengasuh Pondok Pesantren Hasan Jufri Putri), Maria Ulfa (menetap di Malaysia), KH. Zen (kini menetap di Selangor Malaysia), Hanifah (menetap di Kebunagung Lebak), dan HJ. Fatmawati (alumni IAIN Jogjakarta. Menetap di Purwokorto Jawa Tengah). Kesebelas putra putri tersebut mengabdikan dirinya di masyarakat. Mayoritas dibidang pendidikan dan pondok pesantren. Saat ini, tinggal dua yang masih hidup, yaitu : KH. Ghufron dan HJ. Fatmawati.


            Saat KH. Hasan Jufri masih menjadi pengasuh, KH. Yusuf Zuhri sudah membantu mengajar. Beliau juga berdagang kain dan sembako di Pulau Jawa, Riau bahkan Singapura. Setelah menggantikan KH. Hasan Jufri, beliau meneruskan usaha-usaha yang telah dirintis pendahulunya. Beliau memperluas bangunan tempat pengajian. Dalam Mengajar, beliau dibantu oleh santri senior, yaitu : Mihdar, Mahin, Mukhtar, Asraf, Subadar.
            Pada masa kepengasuhan KH. Yusuf Zuhri ini terjadi penurunan jumlah santri. Jika di masa KH. Hasan Jufri santrinya dari seluruh Bawean, kini hanya dari sekitar Desa Lebak. Hal ini disebabkan oleh tiga hal, yaitu: Pertama, kesibukan KH. Yusuf Zuhri dalam berdagang sehingga sering kali meninggalkan pesantren. Kedua, KH. Yusuf Zuhri fokus dipengajian Al Qur’an dibanding ilmu-ilmu agama yang lain. Ketiga, pengajian mingguan untuk masyarakat juga ditiadakan.
            Setelah kurang lebih 40 tahun mengasuh pondok pesantren, KH. Yusuf Zuhri meninggal dunia, tepatnya tahun 1981. Kepengasuhan pondok pesantren digantikan oleh putranya yang keenam, yakni KH. Bajuri Yusuf. Di era kepemimpinan KH. Bajuri Yusuf inilah, Pondok pesantren hasan jufri mengalami perkembangan pesat. Beliau yang memberi nama “Hasan Jufri” dengan maksud menghormati perintis pondok pesantren pertama di Dusun Kebunagung. KH. Bajuri Yusuf adalah cucu keponakan dari KH. Hasan Jufri.


Sumber : Pesantren Hasan Jufri Dari Masa Kemasa

As Shodiq


Pengasuh Pondok Pesantren Hasan Jufri 2

Biografi KH. Hasan Jufri

1.   

Pondok Pesantren Hasan Jufri dirintis oleh KH. Hasan Jufri pada tahun 1930-an. Tidak ada catatan tertulis tentang tahun perintisannya. KH. Hasan Jufri adalah putra dari pasangan KH. Nur dari Pasuruan dan Nyai Hj. Rodliyah dari Desa Lebak Kecamatan Sangkapura Bawean. Dari pasangan ini lahir dua orang putra, yaitu Nahma dan Hasan Jufri.

Pada awalnya, beliau menggelar pengajian di serambi rumah. Untuk para santri mukim, dibuat bangunan sederhana dari bambu. Cikal-bakal pondok pesantren ini, berada di tengah-tengah Dusun Lebak Desa Lebak. Kegiatan pengajian dilaksanakan dengan penerangan obor dan lampu gantung. Lambat laun jumlah santri semakin banyak.

Setelah 5 tahun, untuk memperlancar aktifitas pengajian, maka KH. Hasan Jufri memindahkan para santrinya ke sebuah kebun yang masih kosong. Kebun ini letaknya cukup jauh dari perkampungan warga. Seiring bertambahnya para santri, kebun ini kemudian menjadi pedukuhan baru yang diberi nama Kebunagung.

Nama Kebunagung diyakini berasal dari kata “kebun” dan “agung” yang artinya tamannya  orang-orang yang agung. Dusun Kebunagung, Sungairaya dan Pedaleman Lebak adalah tempat tinggalnya pejabat-pejabat kerajaan tempo dulu.

KH. Hasan Jufri merintis berdirinya pondok pesantren dengan tujuan untuk mencerahkan masyarakat Lebak dan sekitarnya. Masyarakat yang masih belum menjalankan syariat Islam dibimbingnya dengan tekun. Secara bertahap, peserta pengajian yang diasuh oleh KH. Hasan Jufri dipenuhi warga dari berbagai desa di Bawean. Selain pengajian rutin untuk para santri, KH. Hasan Jufri juga membuka pengajian untuk masyarakat. Pengajian ini dilaksanakan seminggu dua kali di malam hari. Pada saat malam pengajian, terlihat puluhan obor bergerak menuruni bukit menuju Dusun Kebunagung. Dusun ini benar-benar ramai oleh orang yang sedang menuntut ilmu.

Para santri KH. Hasan Jufri bertebaran di seluruh pelosok Bawean. Seperti Kiai Fauzi (Menara Gunungteguh), Kiai Mansur (Paginda Sukaoneng), Kiai Aswin (Pagarangan Paromaan), Kiai Hasan (Diponggo), Kiai Alwi (Tirta Sungairujing) dan Kiai Hasan (Bululanjang). Bahkan sebagian ada yang merantau  ke Singapura (H. Syafiq), Malaysia (H. Abdul Jalal), dan Australia (H. Syafri). 

Untuk membangun Pondok Pesantren, maka para santri dan warga bergotong royong. Mereka bahu-membahu mendirikan pondok, musala dan rumah kiai. Dinding bangunan terbuat dari bambu (gedhek) dan atap bangunannya dari daun ilalang. Bangunan semacam itu sama seperti bangunan rumah-rumah penduduk di Pulau Bawean saat itu.

KH. Hasan Jufri adalah seorang kiai yang alim dan bersuara merdu. Di setiap pengajiannya, selalu diselingi dengan syair-syair yang berisi nasehat kehidupan. Lantunan ayat-ayat suci al-Quran yang dibacanya mampu menembus hati para pendengarnya. Keindahan suaranya masih sering diperbincangkan orang sampai saat ini.

KH. Hasan Jufri adalah tipe kiai kelana. Beliau menghabiskan masa mudanya dengan menuntut ilmu dari satu pesantren ke pesantren lainnya. Diawali dari mengaji al-Quran di desanya, beliau melanjutkan studinya ke Pondok Pesantren Termas Pacitan. Setelah tiga tahun, beliau menuju ke Pondok Pesantren Tebuireng dibawah asuhan KH. Hasyim Asy’ari. Di Pesantren Tebuireng ini, beliau bersahabat karib dengan putranya pengasuh, yaitu Abdul Wahid Hasyim. Setelah nyantri di Pesantren Tebuireng selama 3 tahun, beliau melanjutkan ke Pesantren Sidogiri Pasuruan.

Di Pondok Pesantren Sidogiri, KH. Hasan Jufri belajar dengan tekun. Beliau menampakkan kecerdasannya terutama dalam memecahkan masalah hukum agama. Beliau juga pandai bergaul, maka tidak mengherankan bila beliau selalu dekat dengan para putra pengasuh. Di Pesantren Sidogiri, beliau bersahabat dengan Kiai Abdul Jalil, Kiai Kholil dan Kiai Abdul Adzim. Bahkan mereka bersama-sama berangkat ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji.






Sebagaimana tradisi para santri yang berangkat haji, mereka juga menetap di Makah selama dua tahun untuk menuntut ilmu. Sepulangnya dari Makah, KH. Hasyim Asy’ari memanggilnya kembali ke Pondok Pesantren Tebuireng untuk membantunya mengajar. Namun pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri tidak mengizinkannya.

Di Pondok Pesantren Sidogiri, KH. Hasan Jufri menetap selama 17 tahun. Beliau dipercaya oleh gurunya untuk mengajar santri baru. Karena kealimannya, beliau dijuluki “Macan Bawean”. Setelah pulang dan  menetap di pulau Bawean, KH. Hasan Jufri menikah dengan gadis dari Desa Lebak yang bernama Sulaiha. Pernikahan ini dikaruniai seorang putra yang diberi nama Baharudin.

Tahun 1940-an , KH. Hasan Jufri wafat. Tepatnya hari Jumat. Ada kejadian menarik ketika beliau menjelang wafat. Hari itu beliau pergi ke masjid Lebak, lalu pulang ke rumah, kembali lagi ke masjid, lalu kembali lagi ke rumah sampai 3 (tiga) kali. Tentu hal ini mengherankan semua orang. Namun bagi orang yang arif, hal ini bisa dimaklumi. Orang-orang shaleh seperti KH. Hasan Jufri biasanya sudah diberi tanda oleh Allah  bahwa ajalnya sudah dekat.

Sampai saat ini tidak ditemukan foto KH. Hasan Jufri. Sebab beliau tidak berkenan dipotret. Sikap ini didasari oleh kehati-hatian beliau supaya terhindar dari sifat ujub (membanggakan diri) dan sombong. Sikap hati-hati ini juga dibuktikan dengan wasiat beliau agar kelak ketika sudah tiada disemayamkan  di pemakaman umum. Kini, makam beliau ada di dusun Padek desa Lebak.

Selanjutnya Pondok Pesantren dikelola oleh keponakan mantu  yakni KH. Yusuf Zuhri. Beliau adalah seorang hafidz al-Quran. Kepengasuhan pondok pesantren tidak diserahkan kepada putranya karena masih kecil. Putranya yang bernama Baharudin masih berusia 10 tahun. KH. Yusuf Zuhri adalah alumni Pondok Pesantren Krapyak Jogjakarta yang diasuh oleh KH. Munawir. Beliau nyantri di Pesantren Krapyak selama 20 tahun. Sampai di era kepengasuhan KH. Yusuf Zuhri ini, pondok pesantren belum memiliki nama. Masyarakat menyebutnya Pondok Kebunagung, sesuai nama dusunnya.

Sumber : Pesantren Hasan Jufri Dari Masa Kemasa

Pengasuh Pondok Pesantren Hasan Jufri 1

PERATURAN PONDOK PESANTREN PUTRA HASAN JUFRI

KEBUNAGUNG LEBAK SANGKAPURA BAWEAN

PERIODE 2019/2020




PASAL I

BILA MELANGGAR DIUSIR


  1. Mengkonsumsi obat-obatan terlarang termasuk Minuman Keras (Miras).
  2. Bermain cinta.
  3. Mencuri.
  4. Berkelahi.
  5. Berjudi (Semisal kartu dan sejenisnya).

PASAL II
BILA MELANGGAR DISANKSI


  1. Pulang tanpa izin.
  2. Tidak mengikuti kegiatan (Mengaji, Jama’ah dan selainnya).
  3. Tidak sekolah dan tidak mengikuti Sholat Dhuha.
  4. Memasuki kompleks pondok putri tanpa izin.
  5. Keluar masuk pondok tanpa izin.
  6. Tidak berpakaian sopan, berambut gondrong, dan berkuku panjang.
  7. Nongkrong di pinggir jalan.
  8. Tidak melaksanakan piket.
  9. Memasuki kamar guru, kamar mandi guru, dan WC guru.
  10. Merokok.
  11. Mandi bukan pada tempat dan waktunya.
  12. Membuka aurat saat mandi dan selainnya.
  13. Menggashob.
  14. Tidak menyetorkan kunci pintu kamar pada waktu kegiatan berlangsung.
  15. Menerima tamu bukan pada tempat dan waktunya.
  16. Membawa barang-barang mewah ke Pondok.
  17. Olah raga bukan pada tempat dan waktunya.

PASAL III

A N J U R A N


  1. Berbahasa halus, Bahasa Indonesia, Arab dan Inggris dengan baik dan benar.
  2. Bersikap sopan dan santun terhadap tamu.
  3. Berpuasa hari senin dan kamis dan hari-hari putih lainnya.
  4. Mendirikan sholat sunnah (Rawatib, Tahajjud dan sebagainya).
  5. Menghafalkan Juz 30 (Juz ‘Amma).
  6. Membawa dan menempatkan Al Qur’an dengan Ta’dzim.
  7. Ikut serta dalam kerja bakti dalam setiap pembangunan fasilitas pondo


PERATURAN PONDOK PESANTREN PUTRA HASAN JUFRI

KEBAIKAN PELEBUR KEBURUKAN


Suatu hari Abu Dzar berkata : "Ya Rasulallah  beri aku suatu amalam yang bisa mendekatkanku pada surga dan menjauhkan ku dari neraka".Rasullah menjawab : "Ketika engkau melakukan suatu perkara yang buruk.maka iringilah dengan suatu perkara yang baik".Abu Dzar bertanya: "Apakah sebagian perkara yang bagus itu mengucapkan kalimat LAILAHAILLAllAH ? Rosulullah menjawab: "Ya itulah sebuah kebaikan."
Dikisahkan,ada seorang laki-laki yang sedang melakukan wuquf di di tanah Arafah dan ia menggenggam tujuh batu di tangannya.lalu berkata: "Saksikanlah kalian semua atas diriku di hadapan tuhanku,bahwa sesungguhnya aku bersaksi tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.".
Setelah itu ia tertidur lalu bermimpi,seolah-olah kiamat sudah di hadapannya dan laki-laki itu dihisab amalnya,ternyata ketetapan baginya adalah neraka,lantas malaikat membawanya untuk digirng kedalam neraka.ketika sampai di depan pintu neraka tiba-tiba ada batuh yang menghalangi langkahnya.melihat itu para malaikat adzab berkumpul menyatukan kakuatan untuk mengangkat batu tersebut,akan tetapi mereka tak kuasa mengangkatnya.hal semacam selalu terjadi hingga laki-laki itu sampai di neraka ketujuh.
Pada akhirnya digiring sampai ke bawah Arsy,lalu malaikat berkata: "wahai tuhanku, engkau engkau lebih mengetahui atas perbuatan hambamu, sungguh aku tak menemukan satu jalan pun untuk memasukkanya dalam neraka."
Allah berfirman : "Hambaku sungguh telah engkau saksikan atas batu-batu itu yang tidak menyia-nyiakan haknya.bagaimana aku akan menyia-nyiakan haknya atas hamba ini dan aku adalah dzat yang menyaksikan dengan persaksian.masukkanlah hamba ini ke dalam surga."
Lantas para malaikat mengiringya hingga sampai di depan pintu surga dan teryata pintu itu terkunci.datanglah kalimat syahadat LAILAHAILLAllAH dan terbukalah pintu syurga.lalu laki-laki itu masuk ke dalamnya.                                                                             (Usfuriyah,hal.15)

Sumber : Sidogiri Media




As Shodiq



KEBAIKAN PELEBUR KEBURUKAN

HARI SANTRI PONDOK PESANTREN HASAN JUFRI



22 Oktober merupakan peringatan tentang hari santri nasional (HSN). Peringatan ini ditetapkan oleh presiden Joko Widodo di masjid Istiqlal pada tanggal 22 Oktober 2015.karna tidak bisa kita pungkiri keyataan bahwa kemerdekaan Indonesia dicapai juga dengan peranan para santri pondok pesantren.

Pada tanggal 22 oktober Pondok Pesantren Hasan Jufri melaksanakan upacara bendera yang kali keemmpat dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2019 . Upacara berlangsung khidmat dan tak lupa semua peserta upacara (banin) menggunakan baju koko, sarung, dan kopyah yg merupakan ciri khas dari santri. Hal ini merupakan rutinitas tahunan yang kedepannya akan terus dilestarikan.




Juga dalam rangka meramaikan hari santri nasional Pondok Pesantren Hasan Jufri menampilkan Atraksi pencak silat merpati putih  di Alun-alun Sangkapura Bawean.



Yayasan Pondok Pesantren Hasan Jufri menampilkan drum band dalam rangka memperingati Hari Santri Nasiinal di Alun-alun Sangkapura Bawean.



HARI SANTRI PONDOK PESANTREN HASAN JUFRI

Jadwal Kegiatan MD Hasan Jufri TP 2019/2020




Madrasah Diniyah Hasan Jufri menggunakan perpaduan kurikulum Pondok Pesantren dan PD Pontren Kementerian Agama, sehingga dalam jadwal kegiatannya MD Hasan Jufri menggabungkan kalender akademik dengan Kalender Yayasan Pondok Pesantren Hasan Jufri.

Jadwal Kegiatan ini dibuat untuk mengatur, memantau dan mengevaluasi kegiatan harian, bulanan dan semester. Berikut Jadwal Kegiatan Madrasah Diniyah Hasan Jufri tingkat Ula dan Wustho Tahun Pelajaran 2019/2020 :

Jadwal Kegiatan Madrasah Diniyah Hasan Jufri

Tahun Pelajaran 2019 - 2020

13 Juni 2019
:
Rapat Awal Tahun Pelajaran 2019/2020
15 Juni 2019
:
Masuk Awal Tahun Pelajaran 2019/2020
10 Agustus 2019
:
Libur Hari Arafah 1440 H.
11-13 Agustus 2019
:
Libur Hari Raya Idul Adha dan Hari Tasyriq
17-18 Agustus 2019
:
Libur HUT RI 74
01 September 2019
:
Libur Tahun Baru Hijriyah 1441 H.
01 Oktober 2019
:
Rapat Evaluasi KBM I

22 Oktober 2019
:
Libur Hari Santri

8-15 Nopember 2019
:
Libur Maulid Nabi dan Libur Semester Gasal
30 Nop - 5 Des 2019
:
Penilaian Akhir Semester (PAS) Gasal
12 Desember 2019
:
Rapat Peringkat Kelas dan Evaluasi KBM II
28 Desember 2019
:
Pembagian Raport Semester Gasal
20 Maret 2020
:
Rapat Evaluasi KBM III dan Wisuda
22 Maret 2020
:
Libur Isra' Mi'raj
23 - 27 Maret 2020
:
Ujian Akhir Madrasah (UAM) Tingkat Wustho
29 - 30 Maret 2020
:
Ujian Terbuka Al Qur'an Kelas III Wustho
04 April 2020
:
Rapat Kelulusan Kelas III Wustho
11 April 2020
:
Wisuda Kelas III Wustho
12 - 16 April 2020
:
Penilaian Akhir Tahun (PAT)
19 April 2020
:
Haflah Akhirussanah Hasan Jufri
21 April 2020
:
Rapat Kenaikan Kelas
20 April - 20 Mei 2020
:
Libur Ramadhan 1441 H.
21 Mei - 05 Juni 2020
:
Libur Hari Raya Idul Fitri dan Lebaran
06 Juni 2020
:
Awal Masuk Tahun Pelajaran 2020/2021





Jadwal Kegiatan Madrasah Diniyah Hasan Jufri TP 2019/2020

Ceritah Hikmah : Ayah Penyabar





Pada suatu sore seorang ayah bersama anaknya yang baru saja menamatkan pendidikan tinggi duduk berbincang-bincang di halaman sambil memperhatikan suasan di sekitar mereka.

Tiba-tiba seekor burung gagak hinggap di ranting pohon.si ayah lalu menunjuk kearah gagak sambil bertanya,"Nak apakah benda tersebut?"

"burung gagak,"jawab si anak
Si ayah mengangguk-angguk,namun beberapa saat kemudian mengulangi pertayaan yang yang sama. si anak meyangka ayahnya kurang mendengar jawabannya tadi lalu menjawab dengan sedikit keras.

"Itu burung gagak ayah,"
Tetapi si ayah sesaat kemudian bertanya lagi pertanyaan yang sama.si anak merasa agak marah dengan pertayaan yang sama dan diulang-ulang,lalu menjawab dengan lebih keras, "BURUNG GAGAK"

Si ayah terdiam seketika.namun tidak lama kemudian sekali lagi mengajukan pertayaan yang sama sehingga membuat si anak kehilangan kesabaran dan menjawab dengan nada yang ogah-ogahan menjawab pertayaan si ayah, "GAGAK AYAH........."

Tetapi kembali mengejutkan si anak,bebrapa saat kemudian si ayah sekali lagi membuka mulutnya hanya untuk bertanyakan pertanyaan yang sama.Dan kali ini si anak mulai kehilangan kesabaran dan menjadi marah.

"Ayah saya tidak mengeri ayah mengerti atau tidak.tapi sudah lima kali ayah menanyakan  pertayaan tersebut dan sayapun sudah memberikan jawabannya.Apakah yang ayah ingin saya katakan???"itu burung gagak, burung gagak ayah......", kata si anak dengan nada yang begitu marah.

Si ayah kemudian bangkit menuju ke dalam rumah meninggalkan si anak yang terheran-heran.sebentar kemudian si ayah keluar lagi dengan membawa sesuatu di tangannya.dia mengulurkan benda itu kepada anaknya yang masih marah dan bertanya-tanya.Ternyata benda tersebut sebuah diary lama.

"Coba kau baca apa yang pernah ayah tulis di dalam buku diary itu", pinta si ayah.

Si anak taat dan membaca bagian yang berikut .

"Hari ini  aku di halaman bersama anakku yang genap berumur lima tahun.tiba-tiba seekor gagak hinggap di pohon.anakku terus menunjuk ke arah gagak dan terus bertanya, "Ayah,apakah itu?"

Dan aku menjawab, "Burung Gagak"

Walau bagaimana pun,anakku terus bertanya pertanyaan yang sama dan setiap kali aku menjawab dengan pertayaan yang sama.Sampai 25 kali anakku bertanaya demikian,dan demi rasa cinta dan sayang aku terus menjawab demi memenuhi perasaan ingin tahunya.aku berharap bahwa hal tersebut menjadi suatu pendidkan yang berharga."

Setelah selesai membaca diary tersebut si anak mengangkat muka memandang wajah si ayah yang kelihatan sayu.

Si ayah dengan perlahan bersuara, "Hari ini ayah baru menanyakan pertayaan yang sama sebanyak liam kali,dan telah kehilanag kesabarab dan marah."

Salah satu Hikmah dari kisah di atas, adalah "kesabaran itu sesungguhnya milik seorang ayah.tanpa mau dilihat, ia ingin berbuat".

Sumber: Oase Kehidupan

Ceritah hikmah : Ayah Penyabar

Kurikulum MDU dan MDW Hasan Jufri


Madrasah Diniyah Hasan Jufri sudah ada seiring berdirinya Pondok Pesantren Hasan Jufri pada tahun 1981. Santri yang menetap dipesantren secara otomatis tercatat menjadi santri Madrasah Diniyah, sebab kurikulum Madrasah Diniyah dengan Pondok Pesantren merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

Kurikulum yang digunakan Madrasah Diniyah Hasan Jufri adalah kurikulum pesantren, menggunakan kitab kuning dan tulisan pegon. Namun hal yang berbeda dari pesantren yang lain ialah pemaknaan kitab menggunakan bahasa Indonesia, tidak menggunakan bahasa Jawa atau Madura sebagaimana pesantren yang lain. Penggunaan makna bahasa Indonesia ini bertujuan agar santri cepat memahami murad dari kitab yang dipelajari.

Sejak tahun 2018 Madrasah Diniyah sudah mempunyai dua jenjang, yaitu Madrasah Diniyah Ula (MDU) dan Madrasah Diniyah Wustho (MDW). Adapun kurikulum yang digunakan ialah sebagai berikut :



Terima kasih.

Kurikulum MDU dan MDW Hasan Jufri


SMK Hasan Jufri | Informasi Pendaftaran Online SMK Hasan Jufri

HASAN JUFRI - Adapun informasi tentang pendaftaran peserta didik baru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Hasan Jufri sebagai berikut:


PERSYARATAN UMUM CALON PESERTA DIDIK KELAS X
  • Telah Lulus SMP/MTs/Program PAKET B dan memiliki ijasah.
  • Memiliki Daftar Nilai Ujian Nasional SMP atau MTs, Daftar nilai ujian Sekolah , atau  Daftar nilai ujian Persamaan Lulus SMP atau Daftar Nilai ujian Nasional Program PAKET B
  • Berusia setinggi-tingginya 21 tahun pada awal tahun pelajaran baru.
  • Memenuhi syarat sesuai dengan ketentuan spesifikasi program pendidikan (tidak buta warna , tidak bertatoo dan tidak bertindik).
Adapun ketentuan-ketentuan yang harus dilaksanakan calon peserta didik baru yakni sudah tertera di dalam map formulir SMK Hasan Jufri yang bisa diambil di Kantor SMK Hasan Jufri Kebunagung Lebak Sangkapura Bawean. Untuk mendapatkan formulir bisa datang langsung ke kantor atau menghubungi panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yakni Pak Zulkarnain, S. Pd.I Telp/Whatsapp (085233385686).

Sedangkan pengisian Pendaftaran Online bisa melalui beberapa perangkat termasuk handphone dengan membuka link ini : https://bit.ly/2Va1CYs

Informasi Pendaftaran Online SMK Hasan Jufri


Informasi Pendaftaran Peserta Didik Baru
Tahun Pelajaran 2019/2020 Yayasan Pondok Pesantren Hasan Jufri

HASAN JUFRI - Yayasan Pondok Pesantren Hasan Jufri membuka pendaftaran peserta didik baru tahun pelajaran 2019/2020. Pendaftaran ini dibuka mulai tanggal 01 Maret dan berakhir pada tanggal 10 Juli 2019. Adapun waktu pendaftaran seperti biasa, yakni di jam kerja (pukul 08.00 s/d 04.00 WIS). Sedangkan diluar jam kerja dipersilahkan untuk menghubungi koordinator lembaga masing-masing via nomor telpon sebagaimana tertera pada gambar.

Adapun tempat/sekretariat pendaftaran yaitu sebagai berikut:
  1. Pondok putra bertempat di kantor sekretariat putra (masuk di gerbang timur asrama putra)
  2. Pondok putri bertempat di kantor sekretariat putri (10 meter dari simpang jalan masuk menuju Tanjung Anyar, sebelah barat)
  3. Madrasah Diniyah bertempat di kantor Madin (jalan menuju Gunung Lanjang) juga bisa di kantor sekretariat pondok putra/putri.
  4. Madrasah Tsanawiyah bertempat di kantor sekretariat PPDB MTs (masuk gerbang barat lokasi asrama putra, selatan musholla)
  5. Untuk Madrasah Aliyah, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan STAI Hasan Jufri bertempat di kantor sekretariat masing-masing yakni sekitar 100 meter dari gapura masuk menuju Gunung Lanjang.
Berikut contact person koordinator lembaga yang bisa dihubungi:
  • Ust. Suruji, M. Pd.I (Ketua Pondok Putra): 081232388321
  • Usth. Rusnaini Mukhlisatin, S. Pd (Koordinator Pondok Putri): 081357828484
  • Bapak Muqri, S. Pd, SD (Kepala MTs): 085335077259
  • Ibu Siti Afiyah, S. Pd (Waka Kurikulum MA): 081331704025
  • Bapak Saenawi, SE, M.Pd.I (Kepala SMK): 081357039848
  • Ibu Wiwin Suryaningsih, SE,M.HI (Koordinator STAIHA): 081331062158
Bagi semua pendaftar atau tamu yang mengantarkan masuk di area Pondok Pesantren Hasan Jufri harap memakai busana islami.

Informasi Pendaftaran Peserta Didik Baru Tahun Pelajaran 2019/2020 | Yayasan Pondok Pesantren Hasan Jufri


MTs Hasan Jufri | Peraturan International Class Programme (ICP) MTs Hasan Jufri

KEWAJIBAN SISWA/SISWI ICP
1. Mematuhi Peraturan dan  Tata tertib.
2. Membayar SPP tepat waktu.
3. Membayar biaya Ujian Internasional (Ujian CHECK POINT) dengan ketentuan sbb :
Bahwa siswa yang sudah teregistrasi pada tahun pertama (di kelas 7) secara otomatis telah terdaftar sebagai PESERTA UJIAN CHECK POINT di akhir tahun Kelas 9. Jadi, apabila siswa tersebut mutasi ke Sekolah lain atau pindah ke Kelas Regular di MTs. HasanJufri maka siswa tersebut tetap berkewajiban membayar biaya UJIAN CHECK POINT (tahun lalu : Rp. 1.600.000,-) .
4. Mengikuti Program ICP dengan disiplin.

ANJURAN BAGI SISWA ICP
1. Memiliki Kamus Bhs. Inggris yang sudah standar (Kamus John Echol).
2. Memiliki Laptop sendiri.
3. Memiliki Al-Qur’an dan terjemahnya.

KEWAJIBAN WALI MURID ICP
1. Menjadi partner guru dalam mewujudkan tujuan pendidikan :
a. Di sekolah : Orang tua di harapkan untuk ikut memberikan perhatian secara aktif mengawasi kegiatan belajar anak di sekolah. 
b. Di rumah Orang tua di harapkan untuk selalu mendampingi dan mengontrol kegiatan belajar anak. (Mengecek Worksheet atau buku pelajaran anak, membimbing anak mengerjakan PR, dll.).
c. Di masyarakat : Orang tua di harapkan untuk mengawasi pergaulan anak di lingkungan masyarakatnya. (memilih teman bergaul, memberikan keseimbangan antara waktu belajar dan bermain).
2. Memberikan  LES Bahasa Inggris dan Matematika bagi putra/putrinya. Hal ini dapat dilaksanakan dengan beberapa kegiatan LES, yaitu :
a. LES privat, yaitu satu dua sampai tiga orang siswa memanggil guru LES datang ke rumahnya.
b. LES di Sekolah, yaitu siswa mengikuti kegiatan LES di Sekolah atas persetujuan orang tua.

HAK – HAK WALI MURID ICP
1. Menjadi anggota dan aktif dalam Group Wali Murid.
2. Memperoleh informasi mengenai perkembangan pendidikan putra/putrinya dari pihak sekolah.
3. Menyampaikan ide/gagasan, keluhan, kritik konstruktif kepada pihak sekolah untuk kebaikan bersama.

MTs Hasan Jufri | Peraturan International Class Programme (ICP) MTs Hasan Jufri