Implementasi Dari Fastabiqul Khairat Harus Terus Berlanjut Tanpa Henti

 



Islam mengajarkan para pengikutnya untuk bersaing dalam kebaikan (fastabiqul khairat) dengan dorongan untuk menjadi yang terbaik dalam melakukan kebaikan.

 Konsep ini sejalan dengan pandangan bahwa akhirat adalah hal yang hakiki dan abadi, sedangkan dunia adalah hal yang semu dan sementara. 

Oleh karena itu, dunia dianggap sebagai tempat untuk menanam sebanyak-banyaknya kebaikan agar bisa dipanen pada kehidupan di akhirat nanti.

Al-Qur'an menyatakan bahwa orang yang paling mulia di hadapan Allah adalah orang yang paling bertakwa (inna akramakum 'indallahi atqakum).

Hal ini menunjukkan pentingnya bersaing dalam ketakwaan. Semakin bertakwa seseorang, semakin tinggi posisinya di sisi Allah. 

Oleh karena itu, menjadi muttaqin dan berusaha untuk meningkatkan ketakwaan adalah tindakan yang sangat dianjurkan dalam agama Islam.

Ketika seseorang berhasil meningkatkan kebaikan dalam ibadah, sosial, atau pengetahuan, ada jebakan yang perlu diwaspadai. Jebakan itu adalah perasaan sombong atau merasa lebih baik dari orang lain. Hal itu bisa membuat kita meremehkan atau merendahkan orang lain, dan itu tidak baik. 

Oleh karena itu, kita perlu tetap rendah hati dan menghargai orang lain meskipun kita sudah berhasil meningkatkan kebaikan kita.

Menjadi baik adalah sebuah proses yang tidak berkesudahan, dan merasa sudah baik bisa menjadi sebuah ketidakbaikan karena menganggap bahwa proses telah selesai. Jika kita berhenti dan merasa lebih baik dari orang lain, kita sedang terperosok karena merasa lebih baik dari orang lain merupakan ketidakbaikan itu sendiri. 

Pada akhirnya, kesuksesan yang tampak sejatinya adalah kegagalan. Oleh karena itu, implementasi dari fastabiqul khairat harus terus berlanjut tanpa henti.

                                                                                                                          فَلَا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَى

"Jangan kamu merasa paling suci. Karena Dia-lah yang lebih mengetahui orang yang paling bertakwa," yang merupakan ayat dari Surah An-Najm (53:32) dalam Al-Quran.

Wallu A'lam

semoga bermanfaat



Post a Comment

Previous Post Next Post