Malam Peringatan Nuzulul Qur'an dan Selamatan Khatmil Qur'an wal Kutub


Tadi malam, tepatnya pada malam Jum’at 12 Maret 2026, Pondok Pesantren Hasan Jufri tercinta memperingati sebuah acara yang sangat berkesan. Acara tersebut diselenggarakan di Masjid Al-Bait Al-‘Atiq, dalam rangka peringatan Nuzulul Qur’an sekaligus tasyakkuran Khatmil Qur’an dan Khatmil Kutub.

Sebelum mengulas rangkaian acara, ada satu momen sederhana namun mengesankan yang patut disaksikan: suasana para santri saat berbuka puasa bersama. Mereka berkumpul mengelilingi nampan yang berisi tiga porsi makanan dalam satu wadah, dengan lauk sate ayam. Suasana saat itu terasa begitu hangat dan menyenangkan bagi para santri. Kebersamaan yang terbangun di tengah kehidupan pesantren benar-benar terasa sebagai bagian dari peradaban kecil yang penuh nilai dan keakraban.

 


Setelah itu, rangkaian ibadah dilanjutkan dengan shalat Isya, ba’diyah, tarawih, dan witir. Acara inti kemudian berlangsung di Masjid Al-Bait Al-‘Atiq Pondok Pesantren Hasan Jufri, yang malam itu dihiasi dengan dekorasi yang cukup indah dipandang. Pada awal acara, Kiai Moh. Najahul Umam memimpin lantunan bacaan-bacaan yang diikuti oleh seluruh santri, bersamaan dengan kedatangan para asatidz dan tamu undangan.



Dalam kesempatan tersebut, Pengasuh Pondok Pesantren Hasan Jufri juga mengundang Kapolsek untuk hadir dalam acara ini. Kehadirannya disambut hangat oleh dewan pengasuh. Hal ini juga menjadi bentuk kepedulian terhadap berbagai pengaruh negatif yang marak di masyarakat, seperti narkoba, perjudian, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan pelanggaran hukum. Harapannya, para santri yang diasuh oleh Kiai Moh. Najahul Umam dapat terhindar dari hal-hal tersebut, terlebih karena keesokan harinya para santri akan memasuki masa liburan panjang dan kembali ke rumah masing-masing.

 


Dalam sambutannya, Kiai Moh. Najahul Umam banyak berpesan kepada para santri agar kebiasaan baik yang telah dipelajari di pondok tetap diamalkan ketika berada di rumah. Beliau menekankan pentingnya menghormati kedua orang tua, menjaga aurat, serta menegakkan aturan syariat dalam kehidupan sehari-hari.


Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kapolsek, Bapak Wijiono. Dalam penyampaiannya, beliau memberikan banyak pesan yang dapat menjadi motivasi bagi para santri. Ia menekankan betapa pentingnya rasa syukur atas lingkungan pesantren yang penuh dengan pendidikan moral dan spiritual. Selain itu, beliau juga mengingatkan agar bacaan dzikir dan sholawat tidak hanya dilafalkan dengan harapan memperoleh syafaat, tetapi juga dihayati sehingga melahirkan akhlak dan tata krama sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi.

 

Beliau juga menegaskan pentingnya menaati aturan, baik aturan agama maupun hukum negara. Para santri diingatkan untuk menjauhi narkoba, perjudian, dan berbagai hal yang merusak masa depan. Salah satu pesan yang cukup mengena dari beliau adalah bahwa “ketika penjagaan mulai dilonggarkan, di situlah awal dari sebuah kerusakan.” Pesan tersebut beliau sampaikan sambil menceritakan bagaimana cara beliau mendidik anaknya sendiri dalam menjaga kedisiplinan.

 


Acara kemudian dilanjutkan dengan ceramah dari Ustadz Ayatullah yang disampaikan dengan penuh semangat dan memukau para hadirin. Penyampaiannya mengalir dengan sangat baik sehingga para santri mendengarkan dengan antusias. Dalam ceramahnya, beliau menekankan pentingnya memperbanyak istighfar dan memohon ampunan (‘afwa) kepada Allah, khususnya di bulan Ramadhan.

 


Beliau juga mengingatkan tentang keistimewaan malam Lailatul Qadar yang Allah sembunyikan di dalam bulan Ramadhan, sebuah malam yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan. Selain itu, beliau turut menceritakan kisah-kisah para nabi terdahulu sebagai pelajaran dan motivasi bagi para hadirin agar semakin mendekatkan diri kepada Allah dan memperbanyak amal kebaikan.






Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama