Belakangan ini, bangsa kita Indonesia sedang berduka cita atas terjadinya bencana alam yang terjadi di berbagai daerah, mulai dari bencana KARHUTLA (Kebakaran Hutan dan Lahan) yang terjadi di Kalimantan, dimulai dari Kalimantan Barat, Timur, Utara, Selatan hingga Kalimantan Tengah. Kebakaran ini terjadi mulai dari awal sampai pertengahan bulan september, dikabarkan kebakaran ini disebabkan oleh aktivitas manusia yang kemudian diperparah oleh kondisi ekstrim akibat fenomena el nino.
Belum selesai dengan peristiwa KARHUTLA, Indonesia masih harus menghadapi bencana alam lain yang terus berdatangan, mulai dari letusan gunung berapi, seperti letusan gunung Anak Krakatau yang meletus selama 25 jam pada tanggal 4-6 september, dilanjutkan dengan letusan Gunung Semeru (Lumajang, Jawa Timur) kemudian Gunung Ibu (Halmahera Barat, Maluku Utara), Gunung Ili Lewotolok (Lembata, Nusa Tenggara Timur), Gunung Lewotobi Laki-laki (Flores Timur, Nusa Tenggara Timur), dan letusan Gunung Sinabung (Karo, Sumatra Utara).
Di mana dari fenomena ini banyak daerah-daerah di sekitar gunung dan daerah lain harus menghadapi dampak yang cukup buruk, mulai dari hujan abu vulkanik bagi daerah yang berada di lereng gunung seperti wilayah Tanggamus (dekat Anak Krakatau), serta Pasrujambe dan Senduro (lereng Semeru) yang langsung tertutup abu tebal, kemudian kerusakan pertanian, serta ditutupnya transportasi udara dikarenakan abu yang menyebar yang dapat merusak mesin pesawat.
Di balik letusan gunung berapi yang terjadi, di daerah timur Indonesia, juga mengalami bencana yang cukup memprihatinkan, Gempa bumi yang berkekuatan 7.7 yang melanda daerah Flores, NTT yang mengakibatkan kerusakan rumah, fasilitas umum, serta menelan korban jiwa.
Itulah alarm yang alam berikan kepada kita, dengan adanya peristiwa tersebut, bagaimana sikap atau pandangan yang seharusnya kita lakukan sebagai umat islam dalam memandang peristiwa ini ?. Dari peristiwa-peristiwa di atas kita bisa mengambil hikmah, di mana hikmah tersebut bisa kita petik untuk kehidupan sehari hari.
1. Menyadarkan Kelemahan Manusia di Hadapan Allah SWT
Di tengah kemajuan teknologi dan peradaban yang serba canggih, manusia kerap merasa sanggup menguasai segalanya. Namun, ketika bencana alam terjadi, kita diingatkan betapa kecil dan lemahnya diri kita di hadapan kekuasaan Allah SWT.
Bencana menjadi sarana pengingat bagi manusia untuk kembali menurunkan egonya, meninggalkan kesombongannya, dan semakin mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta.
2. Antara Ujian, Penggugur Dosa, dan Pengangkat Derajat
Tidak semua musibah hadir sebagai hukuman. Menurut pandangan Islam, dampak musibah tergantung pada bagaimana kondisi hati orang yang mengalaminya:
Bagi mereka beriman dan bersabar, musibah adalah bentuk kasih sayang Allah untuk menggugurkan dosa-dosa kecil serta mengangkat derajat keimanan mereka. Sedangkan bagi mereka yang lalai musibah menjadi teguran hangat agar segera menyadari kesalahan dan kembali ke jalan yang benar .
3. Panggilan Mempererat Kepedulian Sosial
Salah satu hikmah terbesar di balik terjadinya musibah adalah hadirnya rasa persaudaraan dan empati. Bencana alam membuka rasa kepedulian bagi kita untuk saling membantu tanpa memandang perbedaan, seperti menggalang dana dan menyalurkan bantuan terhadap orang orang yang terkena musibah, menjadi relawan dan masih banyak bentuk kepedulian yang bisa kita lakukan.
4. Teguran untuk Menjaga dan Merawat Lingkungan
Sebagian bencana alam juga merupakan dampak nyata dari tangan-tangan manusia yang lalai dalam menjaga kelestarian alam. Eksploitasi hutan tanpa reboisasi, pembuangan sampah sembarangan, serta pengrusakan ekosistem adalah sebab-sebab munculnya bencana seperti banjir dan tanah longsor.
Hikmah dari bencana yang terjadi mengingatkan kita khususnya bagi generasi muda untuk lebih peduli terhadap lingkungan hidup, mulai dari hal kecil seperti menjaga kebersihan lingkungan, membuang sampah ke tempatnya, hingga menghemat penggunaan air.
Berikut merupakan hikmah yang bisa kita ambil dari peristiwa bencana alam yang terjadi, di samping itu kita sebagai umat islam yang beriman langkah mulia yang bisa kita lakukan ketika menghadapi/mengalami musibah adalah
- Memperbanyak istigfar dan doa
- Mengucapkan kalimat tarji (إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ), serts
- Mengambil pelajaran dari apa terjadi
