Ketika Rutinitas Pondok Terasa Berat, Ingat Lagi Tujuan Awalnya

 

Ada kalanya rutinitas pondok terasa melelahkan. Bangun pagi, mengaji, sekolah, kegiatan, belajar, lalu tidur dan mengulang semuanya lagi besok.

Sampai kadang hati bertanya, “Kapan bisa santai?”

Lelah itu wajar. Santri juga manusia. Ada hari ketika semangat turun, pikiran penuh, dan rasa ingin pulang begitu kuat.

Tapi coba ingat lagi alasan kita dulu datang ke pondok.

Kita datang membawa harapan. Ingin belajar agama, mencari ilmu, memperbaiki diri, dan tentu ingin membuat orang tua bangga.

Mungkin sekarang rutinitas itu terasa biasa. Mengaji, berjamaah, belajar, dan mengikuti kegiatan seperti tidak ada istimewanya. Padahal, dari situlah diri kita sedang dibentuk.

Kalau hari ini terasa berat, jangan langsung ingin menyerah. Bisa jadi kita hanya sedang lelah.

Istirahat sebentar, lalu lanjutkan lagi.

Ingat wajah orang tua. Ingat doa mereka. Ingat juga cita-cita yang dulu membuat kita memilih untuk mondok.

Karena terkadang yang membuat kita ingin berhenti bukan jalannya yang salah, tetapi kita yang lupa untuk apa dulu memulainya.

Jadi, saat rutinitas pondok terasa berat, jangan hanya bertanya:

“Kapan semua ini selesai?”

Tapi tanyakan juga:

“Untuk apa dulu aku memilih jalan ini?”

Mungkin dari jawaban itu, semangat kita akan kembali.

 Jangan lupa baca juga SEHARI MENJADI SANTRI

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama