Tahun 2026 merupakan tahun di mana segala sesuatu yang ada di sekitar kita bisa diakses melalui internet, mulai dari informasi, pengetahuan hingga hiburan. Di dunia hiburan, banyak sekali anak muda yang membuat video demi konten viral, terkenal, dan FYP, karena hal itulah banyak sekali video-video sembarangan yang seharusnya tidak seharusnya tidak baik untuk dipublikasikan.
Di sinilah peran orang tua sangat penting untuk mengawasi anak dalam menggunakan sosial media, Pengawasan tersebut tentu bukan sekadar melarang atau mengambil paksa Handphone mereka, melainkan memberikan bimbingan dan pemahaman yang tepat.
Ada beberapa langkah penting yang bisa dilakukan agar anak tidak terjebak dalam arus konten negatif demi popularidad sesaat:
1. Menanamkan Rasa Malu dan Adab Digital
Dalam Islam, rasa malu (haya') adalah sebagian dari iman. Orang tua perlu mengajarkan bahwa setiap unggahan di media sosial adalah jejak digital yang akan dilihat orang banyak dan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.
2. Mengarahkan Kreativitas ke Hal Positif
Keinginan anak muda untuk tampil dan berkreasi sebenarnya adalah hal yang wajar. Tugas kita adalah mengarahkan energi kreatif tersebut agar menjadi karya yang bermanfaat, edukatif, dan menginspirasi, bukan sekadar mengejar likes dengan cara yang salah.
3. Membangun Komunikasi Terbuka dan Aturan Main
Mendampingi anak berarti mau mendengar dan berdiskusi. Buatlah kesepakatan mengenai batas waktu penggunaan gadget serta jenis aplikasi yang boleh diakses sesuai usia mereka.
4. Menyediakan Lingkungan Pendidikan yang Membentuk Karakter
Selain di rumah, lingkungan sekitar dan sekolah memegang peranan besar. Lingkungan yang menanamkan nilai-nilai moral, keimanan, dan kebiasaan positif—seperti di pondok pesantren—menjadi salah satu benteng terbaik untuk menjaga pembentukan karakter anak di era digital saat ini.
Media sosial hanyalah sebuah alat, baik atau buruk dampaknya tergantung pada siapa yang memegangnya. Mari bersama-sama, baik sebagai orang tua, pendidik, maupun masyarakat, kita jaga generasi muda agar cerdas dan berakhlak dalam memanfaatkannya.
Bagaimana menurut Anda, apa tantangan terbesar orang tua dalam mendampingi anak di era digital saat ini? Yuk, bagikan pendapat Anda di kolom komentar!
Tags:
Artikel
