Ketika berbicara
tentang hubungan orang tua dan anak yang paling sering terdengar adalah kewajiban
anak untuk berbakti kepada orang tuanya. Sejak kecil, kita diajarkan untuk menghormati
ayah dan ibu, mematuhi nasihat mereka, serta menghindari segala bentuk
kedurhakaan. Karena itu, tidak mengherankan jika konsep birrul walidain begitu
akrab di tengah masyarakat Muslim.
Namun, pernakah
kita bertanya sebaliknya: apakah Islam juga mengenal konsep orang tua berbakti
kepada anak? Pertanyaan ini penting diajukan. Sebab, hubungan antara orang tua
dan anak bukankah hubungan satu arah.
Jika anak
memiliki kewajiban kepada orang tua, apakah orang tua juga memiliki tanggung
jawab moral yang serupa kepada anak-anak mereka? Sebelum menjawabnya, terlebih
dahulu perlu dipahami bagaimana Islam memandang kebaktian seorang anak kepada kedua
orang tuanya.
Dalam ajaran
Islam, kebaktian kepada orang tua bukan sekedar tradisi turun-temurun atau nilai
moral yang dibangun oleh Masyarakat. Ia merupakan ajaran yang secara langsung
ditegaskan oleh Rasullah SAW. Bahkan dalam satu hadist yang sangat masyhur, berbakti
kepada kedua orang tua ditempatkan
setelah sholat sebagai amal paling utama.
