Pentingnya Memberi Nama Yang Baik Kepada Anak

 

Pentingnya memberi nama yang baik kepada anak menjelaskan bahwa memberi nama yang baik kepada anak adalah kewajiban seorang ayah. Nama bukan sekedar pembeda, melainkan suatu identitas yang akan terus terikat dan memengaruhi kehidupan seorang anak di Tengah Masyarakat.

Bahwa seorang ayah wajib memilihkan nama yang tidak menyakiti terhadap anaknya, Ketika ia dipanggil di hadapan teman temannya. Nama yang buruk dapat menjadi sebuah bahan ejekan, menumbuhkan rasa rendah diri, dan membuka sebuah pintu penghinaan.Karena itu, Islam sangat memperhatikan persoalan ini sejak awal.

Nabi Muhammad SAW sendiri memberi teladan yang jelas dalam hal ini. Beliau tidak segan turut campur mengubah nama apabila nama tersebut mengandung makna yang buruk  atau tidak layak.

Umar bin Khattab pernah menamai anak perempuannya dengan nama ‘Ashiyah [Perempuan durhaka], lalu nabi SAW mengubahnya namanya menjadi Jamilah [Perempuan cantik].

Dalam riwayat lain, seorang sahabat menamai anaknya Harb [peperanagan]. Nabi SAW menggantinya dengan nama Silm [perdamaian]. Bahkan, nama yang mengandung makna kebodohan pun diubah oleh Nabi menjadi Bani Risydah [keturunan yang baik dan lurus].

Nabi Muhammad SAW tidak hanya mengubah nama individu, tetapi juga nama kabilah, karena beliau mengetahui bahwa nama yang buruk dapat membawa dampak negatif bagi kepribadian dan kehidupan sosial seseorang. Nama yang baik, sebaliknya, menjadi sebuah do’a, harapan, dan penguat martabat.

Bahwa tanggung jawab orang tua tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan fisik anak. Memberi nama yang baik adalah bagian dari amanah sebuah Pendidikan dan sebuah kasih saying.

Dalam islam, Nama adalah Do’a yang terus diucapkan, dan do’a itu seharusnya mengangkat sebuah martabat, bukan melukai jiwa anak yang membawanya.

 

 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama