Hujan selalu
disebut sebagai rahmat yang turun dari langit membawa kehidupan menyuburkan
bumi yang kering dan menghidupkan yang hampir mati namun anehnya tidak semua
orang menyambutnya dengan senyum ada yang justru merasa sesak ada yang
tiba-tiba diam bahkan ada yang hatinya terasa lebih berat dari biasanya kenapa
bisa begitu padahal hujan itu sama air yang turun itu juga sama yang berbeda
adalah hati yang menerimanya
Hujan bukan
sekadar peristiwa alam dalam islam ia adalah tanda kasih sayang dari Allah
bahkan di waktu hujan doa lebih mudah diangkat langit seperti lebih dekat
dengan bumi tapi justru di situlah hujan sering menjadi momen paling jujur
ketika suara rintiknya jatuh perlahan dia seperti membuka ruang sunyi memaksa
hati untuk berbicara tentang lelah yang selama ini dipendam tentang dosa yang
belum sempat disesali tentang rindu yang tak pernah tersampaikan dan di momen
itu kita tidak bisa lagi berpura-pura kuat
Maka wajar
kalau hujan terasa berat bukan karena hujannya yang salah tapi karena hati kita
yang sedang penuh penuh dengan urusan dunia penuh dengan luka penuh dengan
hal-hal yang menjauhkan kita dari Allah kadang hujan itu seperti teguran lembut
bukan dengan suara keras tapi dengan rasa yang tiba-tiba berubah seolah Allah
sedang berkata kamu lagi jauh ya
Dan sayangnya
kita sering salah paham kita kira hujan membawa kesedihan padahal bisa jadi
hujan sedang membawa kesempatan kesempatan untuk berhenti sejenak kesempatan
untuk menundukkan hati kesempatan untuk kembali karena di balik rintik yang
jatuh ada doa-doa yang menunggu untuk dipanjatkan
Tapi
pertanyaannya di saat hujan turun apa yang kita lakukan sibuk mengeluh atau
mulai mengingat Allah karena hujan tidak pernah berubah ia tetap rahmat yang
berubah adalah kita yang kadang lupa cara merasakannya jadi lain kali ketika
hujan turun dan hatimu terasa berat jangan langsung menyalahkan suasana mungkin
itu bukan beban tapi panggilan panggilan untuk kembali lebih dekat kepada yang
menurunkan hujan itu sendiri
