Acara Burdahan Pondok Pesantren Hasan Jufri

 

Pada malam Ahad, 2 Mei 2026 bertepatan dengan 15 Dzulqa’dah 1447 H, suasana Pondok Pesantren Hasan Jufri terasa berbeda dari biasanya. Malam itu bukan sekadar malam biasa, melainkan malam yang penuh keberkahan, di mana seluruh santri berkumpul dalam satu majelis yang sarat makna: burdahan rutin setiap tanggal 15 Hijriah.


Tradisi ini bukan hanya sekadar kegiatan rutin, melainkan bagian dari ikhtiar menjaga cinta kepada Rasulullah ﷺ. Dengan diiringi oleh grup Dhiyaul Mujtaba’, lantunan Burdah menggema memenuhi ruang, menyentuh hati setiap yang hadir.

Para santri duduk bersaf rapi, melantunkan syair-syair indah dengan penuh kekhusyukan. Tidak ada sekat, tidak ada perbedaan—semua larut dalam satu irama, satu tujuan: mendekatkan diri kepada Allah dan memperkuat rasa cinta kepada Nabi.

Yang terasa bukan hanya suara yang merdu, tapi juga getaran kebersamaan. Senyum yang terukir, semangat yang menyala, dan hati yang seakan lebih ringan setelah melantunkan pujian-pujian mulia

Puncak acara ditutup dengan doa yang dipimpin langsung oleh ketua pondok, Ust. Rapsuli. Dalam suasana yang hening dan penuh harap, doa-doa dipanjatkan—untuk keberkahan ilmu, kekuatan iman, serta masa depan yang diridhai Allah.

Malam itu mengajarkan satu hal sederhana namun dalam: bahwa kebersamaan dalam kebaikan akan selalu menghadirkan ketenangan. Dan di antara lantunan Burdah, setiap hati seakan diingatkan kembali—bahwa jalan menuju Allah bisa ditempuh dengan cinta, dzikir, dan kebersamaan.



Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama