“Setiap manusia pasti pernah merasakan sakit, baik sakit pada tubuh, hati, maupun pikiran. Namun Allah memberikan ujian kepada setiap hamba dengan cara yang berbeda-beda. Ada yang diuji dengan penyakit ringan, ada yang bertahun-tahun menahan rasa sakit, ada yang diuji dengan kesedihan, kegelisahan, bahkan rasa lelah dalam menjalani hidup. Semua itu bukan tanpa alasan. Allah memberikan penyakit sebagai bentuk ujian untuk melihat seberapa besar kesabaran, keikhlasan, dan keimanan seorang hamba kepada-Nya.
Terkadang manusia baru benar-benar ingat kepada Allah ketika tubuhnya mulai lemah, ketika malam terasa panjang karena menahan sakit, atau ketika dirinya merasa tidak ada lagi tempat bergantung selain kepada Tuhan. Dalam keadaan sakit, manusia mulai sadar bahwa dirinya hanyalah makhluk yang lemah. Jabatan, harta, dan kekuatan tidak selalu mampu menolong. Pada saat itulah doa menjadi lebih tulus, sujud terasa lebih dalam, dan hati mulai berharap penuh kepada Allah.
Namun ada juga sebagian orang yang justru lalai ketika diberi sakit. Mereka hanya sibuk mencari obat tanpa mendekatkan diri kepada Allah. Padahal obat hanyalah perantara. Dokter hanyalah jalan ikhtiar. Yang benar-benar memberi kesembuhan hanyalah Allah semata. Banyak orang yang meminum obat yang sama, tetapi hasilnya berbeda. Ada yang cepat sembuh, ada yang lambat, bahkan ada yang tidak kunjung pulih. Semua itu menunjukkan bahwa sembuh dan tidaknya seseorang bukan semata karena obat, melainkan karena izin Allah.
Sebagai seorang hamba, kita diajarkan untuk tetap berusaha mencari pengobatan, karena berobat juga bagian dari ikhtiar. Tetapi hati jangan sampai bergantung sepenuhnya kepada obat. Sandarkanlah keyakinan kepada Allah, karena Dia-lah yang menciptakan penyakit dan Dia pula yang menurunkan kesembuhan. Jangan pernah putus asa ketika sakit belum juga hilang, sebab bisa jadi di balik rasa sakit itu Allah sedang menggugurkan dosa-dosa, mengangkat derajat, dan mendekatkan hati kita kepada-Nya.
Sakit bukan selalu tanda murka Allah. Kadang sakit adalah bentuk kasih sayang Allah agar seorang hamba kembali mengingat-Nya, memperbaiki hidupnya, dan menyadari bahwa dunia bukan tempat untuk selamanya. Maka ketika sakit datang, jangan hanya mengeluh kepada manusia. Dekatkan diri kepada Allah, perbanyak doa, sabar, dan yakinlah bahwa tidak ada ujian yang Allah berikan tanpa hikmah di dalamnya.”