Rajab: Saat Kembali, Meski Dunia Terus Memanggil



Dunia tidak pernah melarang kita mengejarnya.

Ia hanya terus meminta—hari demi hari, tanpa memberi jeda.

Sampai akhirnya kita terlalu sibuk berjalan, dan lupa ke mana seharusnya pulang.


Rajab hadir bukan untuk menghentikan dunia,

tetapi untuk mengingatkan arah.

Bahwa hidup bukan hanya soal sejauh apa kita melangkah,

melainkan ke mana langkah itu diarahkan.


Di tengah tuntutan dunia yang semakin keras, Rajab mengajak kita kembali.

Bukan kembali dengan meninggalkan segalanya,

tetapi kembali dengan menempatkan Allah di atas segalanya.

Sebab cahaya ilahi tidak pernah kalah terang—hanya sering kita abaikan.


Allah tahu dunia itu melelahkan.

Allah tahu hati bisa terseret jauh.

Dan karena itulah, Allah menyukai hamba yang ingin kembali.

Bukan yang paling suci,

tapi yang masih punya kesadaran untuk berbalik arah.


Rajab mengajarkan satu hal penting:

kembali tidak harus menunggu hancur.

Kembali tidak harus menunggu jatuh.

Cukup saat hati mulai terasa asing dari Allah—itu sudah cukup menjadi alasan untuk pulang.


Jika dunia sedang kamu kejar hari ini, kejar saja.

Tapi jangan biarkan ia menutup cahaya.

Sebab sejauh apa pun kamu melangkah,

Allah tetap lebih dekat daripada semua yang kamu cari.


Dan Rajab adalah pengingatnya:

bahwa pintu kembali selalu terbuka,

dan Allah selalu menyambut hamba yang memilih pulang.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama