Kesedihan bukan tanda iman melemah. Ia adalah ujian yang Allah titipkan agar hati kembali bersandar. Bahkan para nabi pun pernah bersedih, namun mereka tidak kehilangan harap.
Dalam Islam, kesedihan tidak untuk dipelihara, tapi diadukan kepada Allah. Tidak semua luka perlu dijelaskan pada manusia, karena Allah lebih paham daripada siapa pun.
Saat sedih datang, bisa jadi Allah sedang mendekatkan diri-Nya. Sebab hati yang hancur sering kali lebih mudah tunduk, dan dari situlah ketenangan perlahan tumbuh.
