Kematian: Janji yang Pasti, Pengingat yang Sering Dilupa

 


Kematian bukan ancaman, melainkan janji Allah yang pasti datang kepada setiap makhluk. Ia tidak menunggu tua atau muda, tidak menunda karena rencana manusia, dan tidak bisa ditawar oleh kekuasaan dunia. Saat ajal tiba, yang tersisa bukan jabatan, harta, atau pujian melainkan amal dan niat yang pernah kita tanam.

Sering kali kita takut pada kematian bukan karena ia gelap, tetapi karena hati belum siap bertemu. Kita sibuk memperpanjang harapan dunia, namun lupa menyiapkan bekal akhirat. Padahal Rasulullah ﷺ mengingatkan bahwa orang cerdas adalah mereka yang paling banyak mengingat kematian dan mempersiapkan diri setelahnya.

Kematian sejatinya bukan akhir perjalanan, melainkan pintu menuju kehidupan yang sebenarnya. Bagi hamba yang taat, ia adalah pertemuan penuh rindu. Bagi yang lalai, ia menjadi penyesalan yang tak bisa diulang. Karena itu, mengingat kematian bukan untuk membuat hidup suram, tetapi agar hidup lebih bermakna.

Selama napas masih berhembus, pintu taubat belum tertutup. Masih ada waktu untuk memperbaiki shalat, melunakkan hati, dan menebar kebaikan. Sebab ketika kematian datang, tidak ada lagi “nanti” yang ada hanya pertanggungjawaban.

Maka, sebelum kita dimandikan orang lain, basuhlah hati dengan taubat. Sebelum dikafani, tutuplah aib dengan amal. Dan sebelum ditanam di liang lahat, tanamlah kebaikan sebanyak-banyaknya di dunia.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama