Keluar dari Zona Rugi: Saat Islam Mengajarkan Kita Menjaga Diri

 

Ada satu fase dalam hidup seorang Muslim di mana ia mulai lelah—
lelah karena selalu mengalah atas nama sabar,
lelah karena diminta ikhlas tapi terus disakiti,
lelah karena kebaikannya dianggap kewajiban.

Awalnya ia yakin: “Ini ujian.”
Tapi semakin lama, hatinya kosong.
Ibadah terasa berat.
Doa terasa hampa.

Di titik itu, Islam tidak menyuruh kita bertahan dalam luka.

Allah memang memerintahkan sabar, tapi Allah juga memerintahkan keadilan.
Dan keadilan paling awal adalah adil pada diri sendiri.

Rasulullah ﷺ bersabda bahwa seorang mukmin tidak jatuh ke lubang yang sama dua kali. Artinya, iman bukan hanya soal hati yang bersih, tapi juga akal yang belajar. Kalau sebuah sikap, hubungan, atau peran terus membuat kita dirugikan, maka bertahan tanpa perubahan bukan tanda takwa—itu tanda kita belum memahami hikmah.

Keluar dari zona rugi dimulai dari niat yang lurus:
bukan ingin membalas,
bukan ingin sombong,
tapi ingin menjaga amanah Allah berupa diri sendiri.

Islam mengajarkan kita untuk husnuzan, tapi bukan untuk menutup mata dari pola yang berulang. Kita tidak menuduh niat seseorang, tapi kita wajib menilai perbuatannya. Sebab Islam berdiri di atas amal nyata, bukan klaim.

Mulailah dengan satu langkah kecil: membuat batas.
Batas bukan tembok permusuhan, tapi pagar kehormatan.
Kamu tetap sopan, tetap mendoakan, tapi tidak lagi menyerahkan segalanya. Dan itu halal dalam Islam.

Lalu terimalah satu kenyataan pahit:
saat kamu mulai tegas, sebagian orang akan menjauh.
Bukan karena kamu salah,
tapi karena kamu tidak lagi mudah dimanfaatkan.

Biarkan.
Allah tidak menilai banyaknya orang yang bertahan, tapi seberapa lurus sikap kita di hadapan-Nya.

Keluar dari zona rugi memang terasa berat.
Tapi iman bukan soal terus diinjak sambil mengaku ikhlas.
Iman adalah keberanian menjaga hati, akal, dan martabat, sambil tetap taat.

Islam tidak menjadikan kita korban.
Islam mengangkat kita sebagai hamba yang berharga dan bermartabat.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama