Dalam hidup ini, tak ada satu langkah pun yang benar-benar luput dari pandangan manusia. Apa pun yang kita lakukan meski sebaik apa pun niat dan usahanya akan tetap menjadi bahan sorotan. Ada yang mendukung, ada pula yang mencibir. Ada yang diam-diam mendoakan, namun tak sedikit pula yang terang-terangan meremehkan.
Namun ingatlah satu hal penting: hidupmu bukan panggung pertunjukan untuk memuaskan semua penonton.
Mereka yang berkomentar belum tentu tahu seluruh ceritamu. Mereka melihat dari sudut yang sempit, sementara engkau berjalan melewati jalan terjal yang tak mereka tapaki. Maka, berhati-hatilah jangan sampai langkahmu menjadi lemah hanya karena suara-suara yang tidak membangun.
Komentar Manusia Itu Tidak Pernah Habis
Hari ini kau diam, mereka menyebutmu pasif. Besok kau berbicara, mereka menilaimu sok tahu. Hari ini kau hidup sederhana, mereka bilang kamu tak punya ambisi. Esok kau berusaha keras, mereka menuduhmu terlalu duniawi.
Komentar manusia itu tidak akan pernah ada akhirnya.
Imam Syafi’i rahimahullah pernah berkata:
“Ridha semua manusia adalah tujuan yang tak mungkin diraih. Maka perbaikilah hubunganmu dengan Allah. Jika Allah ridha kepadamu, tak perlu kau khawatirkan kemarahan manusia.”
Inilah kunci ketenangan: fokus memperbaiki niat, amal, dan hubungan kita dengan Allah. Bukan sibuk membersihkan semua prasangka manusia yang tak kita kendalikan.
Ambil yang Bermanfaat, Abaikan yang Menghancurkan
Bukan berarti semua komentar harus ditutup telinga. Ada kritik yang bijak, ada saran yang membangun. Namun bedakanlah mana yang datang dari hati yang ingin melihatmu tumbuh, dan mana yang datang dari hati yang hanya ingin melihatmu jatuh.
Ambil yang baik, buang yang menyakitkan.
Karena hidup bukan soal membuat semua orang paham, tetapi tentang tetap berjalan meski tak dipahami.
Jangan Biarkan Komentar Mengatur Langkahmu
Terlalu sibuk mendengar komentar orang lain bisa membuatmu kehilangan arah. Apa yang kau niatkan untuk Allah, bisa berubah menjadi demi pujian manusia. Apa yang semula tulus, bisa berubah menjadi ajang pembuktian ego.
Maka sekali lagi: jangan terlalu hiraukan komentar manusia. Tidak semua orang perlu menyukai kita, dan itu bukan kegagalan. Yang penting, kita tetap berada di jalan yang benar, dengan hati yang bersih, dan niat yang lurus.