Social Items

 










     NABI Adam pernah mengungkapkan. “Allah mengaruniai empat karamah kepada umat Muhammad dan tidak diberikan kepadaku

.

     Pertama, Allah hanya menerima taubatku di Makkah, sementara taubat umat Muhammad diterima dimana saja.


     Kedua, dahulu kala aku mengenakan pakaian, namun setelah aku melanggar aturan Allah, aku diturunkan ke bumi dalam keadaan telanjang, sementara umat Muhammad bermaksiat dalam keadaan telanjang, kemudian Allah mengaruniai mereka sepotong pakaian.


     Ketiga, setelah aku melanggar peraturan-Nya, Allah memisahkanku dengan istri tercinta, sementara meskipun umat Muhammad melanggar, Allah tidak memisahkan mereka dari orang-orang yang di  cintainya.


     Keempat, dahulu kala ketika aku melanggar di surga Allah mengusirku dari sana, sementara umat Muhammad bermaksiat diluar surge, Lalu Allah memasukkannyaa kesurga Allah setelah mereka bertaubat.”


                                                                                                                            Faidhur-Rahman, hal 21

 



EMPAT KARAMAH NABI MUHAMMAD

 










     NABI Adam pernah mengungkapkan. “Allah mengaruniai empat karamah kepada umat Muhammad dan tidak diberikan kepadaku

.

     Pertama, Allah hanya menerima taubatku di Makkah, sementara taubat umat Muhammad diterima dimana saja.


     Kedua, dahulu kala aku mengenakan pakaian, namun setelah aku melanggar aturan Allah, aku diturunkan ke bumi dalam keadaan telanjang, sementara umat Muhammad bermaksiat dalam keadaan telanjang, kemudian Allah mengaruniai mereka sepotong pakaian.


     Ketiga, setelah aku melanggar peraturan-Nya, Allah memisahkanku dengan istri tercinta, sementara meskipun umat Muhammad melanggar, Allah tidak memisahkan mereka dari orang-orang yang di  cintainya.


     Keempat, dahulu kala ketika aku melanggar di surga Allah mengusirku dari sana, sementara umat Muhammad bermaksiat diluar surge, Lalu Allah memasukkannyaa kesurga Allah setelah mereka bertaubat.”


                                                                                                                            Faidhur-Rahman, hal 21

 



No comments