Social Items



Sombong merupakan sifat tercela yang harus dijauhi oleh manusia yang mana sifat tersebut sangat susah untuk dihilangkan dari diri manusia. Pada hakikatnya manusia sangat tidak berhak untuk sombong karena segala sesuatu didunia ini hakikatnya semua milik allah.

 

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

 

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ قَالَ رَجُلٌ إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً قَالَ إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ 

Artinya: “Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi.” Ada seseorang yang bertanya, “Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.“ (HR. Muslim no. 91)

 

Orang yang sombong akan selalu menganggap dirinya lebih mulia dari orang lain, akan selalu menganggap rendah dan merasa selalu benar padahal dirinya memang benar-benar salah.meskipun orang tersebut.

 

Menurut imam Al Ghazali dalam karangan kitabnya yang monumental yakni kitab ihya’ ulumuddin menjelaskan tujuh perkara yang dapat menyebabkan manusia menjadi sombong:

  •  Ilmu

Sejatinya ilmu akan menjadikan seseorang lebih rendah seperti halnya padi yang semakin berisi akan semakin menunduk tapi berhati-hatilah bahwa ilmupun bisa membuat orang menjadi sombong. Seorang yang alim yang memiliki pengetahuan yang baik selayaknya tidak bersifat seperti orang kaya dimana setiap kali bertambah pula ilmunya bertambah pula kesombongannya.


  • Amal dan ibadah

Amal dan ibadah merupakan bekal kita untuk menuju akhirat beramal dengan ikhlas tanpa riya’ itu merupakan sesuatu yang harus kita usahakan karena terkadang seseorang yang telah merasa dirinya memiliki amal ibadah yang banyak akan dapat terjangkit penyakit sombong ini, merasa dirinya melaksanakan begitu banyak amal ibadah dan menganggap sedikit amal orang lain, merasa amalnya lebih baik ketika melihat orang melakukan suatu ibadah, maka hendaknya kita menjauhinya.

 

  • Keturunan (nasab)

Kemudian, rasa sombong bisa timbul dari faktor keturunan atau nasab. Adakalanya bila seseorang memiliki orang tuanya menjadi tokoh disuatu masyarakat, angkuh menganggap rendah, membusungkan dada ketika bertemu dengan orang lain yang tingkatan mereka masih berada dibawah tingkatannya.

 

  • ketampanan, kecantikan

memiliki wajah yang rupawan tidak seharusnya menjadikan seseorang menjadi angkuh, karena pada dasarnya cantik dan tampan itu relatif. Namun karena godaan setan dan nafsunya seseorang bisa menjadi sombong karena tampilan fisiknya yang indah

setan akan terus menggoda anak adam terutama anak muda yang selalu ingin penampilannya lebih gagah dan orang lain dianggapnya tidak lebih cantik dan tampan dari dirinya dengan memamerkan kelebihannya.

sebuah hadits yang berbunyi:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ

“Sesungguhnya Allah tidak akan melihat bentuk rupa dan harta kalian, tetapi Allah melihat kepada hati dan amal-amal kalian” (H.R. Muslim).

 

  •  Harta

Haruslah kita sadari bahwa sebenarnya harta itu bukanlah milik kita, melainkan milik Allah yang dititipkan kepada kita. Jadi, jika ada orang yang sombong dengan hartanya yang melimpah, maka orang itu tidak tahu malu. Dan seharusnya bagi orang mukmin harta itu hanya ada ditangan bukan ada hati.

Karena kelak kalau kita sudah tiada, harta kita akan tinggal, anak keturunan tinggal. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an

يَوۡمَ لَا يَنفَعُ مَالٞ وَلَا بَنُونَ ٨٨ إِلَّا مَنۡ أَتَى ٱللَّهَ بِقَلۡبٖ سَلِيمٖ ٨٩

Artinya:  “Pada hari yang harta dan anak-anak tidak lagi berguna, kecuali orang yang menghadap Allah dengan kalbu yang bersih.” (asy-Syu’ara: 88—89)

Qalbu jenis inilah yang harus dijaga kesucian dan keselamatannya. Kalbu ini suci dan selamat dari kesyirikan, kekufuran, kebid’ahan, kesombongan, dan bersih dari segala bentuk kemaksiatan.

 

  • Kekuatan dan kukusaan

kekuatan, kemampuan, dan kehebatan yang dimiliki seseorang bisa menjadikannya sombong. kita harus ingat kepada Allah yang telah menciptakan kita dengan sebaik-baiknya penciptaan. Sombong dengan kemampuan diri, sama saja sombong dengan pemberian. Karena, kekuatan dan kemampuan diri merupakan pemberian Allah.

Kita pun mestilah berlindung diri kepada Allah agar ketika kita memiliki skill mapan dalam hal tertentu, dalam dakwah, pendidikan,, dll, dan dihindarinya kita dari kesombongan di dalam hati.

 

  • Pengikut, penolong kelompok, kerabat)

Sebab yang terakhir adalah pengikut, kelompok atau kerabat dekat. Karena teman dekat adalah seorang pejabat lalu seseorang bebangga diri. Karena mempunyai seseorang yang memiliki jabatan atau pangkat, seseorang kemudian membusungkan dada. Karena memiliki pengikut (umat) yang banyak dan berstrata tinggi, seorang ustadz atau kiayi merasa diri sukses dakwah. Semua ini adalah jebakan yang setan buat. Hati-hati merupakan sikap terbaik dalam hal ini.



HAFIMULTIMEDIA

7 PERKARA YANG DAPAT MEMBUAT MANUSIA SOMBONG



Sombong merupakan sifat tercela yang harus dijauhi oleh manusia yang mana sifat tersebut sangat susah untuk dihilangkan dari diri manusia. Pada hakikatnya manusia sangat tidak berhak untuk sombong karena segala sesuatu didunia ini hakikatnya semua milik allah.

 

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

 

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ قَالَ رَجُلٌ إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً قَالَ إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ 

Artinya: “Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi.” Ada seseorang yang bertanya, “Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.“ (HR. Muslim no. 91)

 

Orang yang sombong akan selalu menganggap dirinya lebih mulia dari orang lain, akan selalu menganggap rendah dan merasa selalu benar padahal dirinya memang benar-benar salah.meskipun orang tersebut.

 

Menurut imam Al Ghazali dalam karangan kitabnya yang monumental yakni kitab ihya’ ulumuddin menjelaskan tujuh perkara yang dapat menyebabkan manusia menjadi sombong:

  •  Ilmu

Sejatinya ilmu akan menjadikan seseorang lebih rendah seperti halnya padi yang semakin berisi akan semakin menunduk tapi berhati-hatilah bahwa ilmupun bisa membuat orang menjadi sombong. Seorang yang alim yang memiliki pengetahuan yang baik selayaknya tidak bersifat seperti orang kaya dimana setiap kali bertambah pula ilmunya bertambah pula kesombongannya.


  • Amal dan ibadah

Amal dan ibadah merupakan bekal kita untuk menuju akhirat beramal dengan ikhlas tanpa riya’ itu merupakan sesuatu yang harus kita usahakan karena terkadang seseorang yang telah merasa dirinya memiliki amal ibadah yang banyak akan dapat terjangkit penyakit sombong ini, merasa dirinya melaksanakan begitu banyak amal ibadah dan menganggap sedikit amal orang lain, merasa amalnya lebih baik ketika melihat orang melakukan suatu ibadah, maka hendaknya kita menjauhinya.

 

  • Keturunan (nasab)

Kemudian, rasa sombong bisa timbul dari faktor keturunan atau nasab. Adakalanya bila seseorang memiliki orang tuanya menjadi tokoh disuatu masyarakat, angkuh menganggap rendah, membusungkan dada ketika bertemu dengan orang lain yang tingkatan mereka masih berada dibawah tingkatannya.

 

  • ketampanan, kecantikan

memiliki wajah yang rupawan tidak seharusnya menjadikan seseorang menjadi angkuh, karena pada dasarnya cantik dan tampan itu relatif. Namun karena godaan setan dan nafsunya seseorang bisa menjadi sombong karena tampilan fisiknya yang indah

setan akan terus menggoda anak adam terutama anak muda yang selalu ingin penampilannya lebih gagah dan orang lain dianggapnya tidak lebih cantik dan tampan dari dirinya dengan memamerkan kelebihannya.

sebuah hadits yang berbunyi:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ

“Sesungguhnya Allah tidak akan melihat bentuk rupa dan harta kalian, tetapi Allah melihat kepada hati dan amal-amal kalian” (H.R. Muslim).

 

  •  Harta

Haruslah kita sadari bahwa sebenarnya harta itu bukanlah milik kita, melainkan milik Allah yang dititipkan kepada kita. Jadi, jika ada orang yang sombong dengan hartanya yang melimpah, maka orang itu tidak tahu malu. Dan seharusnya bagi orang mukmin harta itu hanya ada ditangan bukan ada hati.

Karena kelak kalau kita sudah tiada, harta kita akan tinggal, anak keturunan tinggal. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an

يَوۡمَ لَا يَنفَعُ مَالٞ وَلَا بَنُونَ ٨٨ إِلَّا مَنۡ أَتَى ٱللَّهَ بِقَلۡبٖ سَلِيمٖ ٨٩

Artinya:  “Pada hari yang harta dan anak-anak tidak lagi berguna, kecuali orang yang menghadap Allah dengan kalbu yang bersih.” (asy-Syu’ara: 88—89)

Qalbu jenis inilah yang harus dijaga kesucian dan keselamatannya. Kalbu ini suci dan selamat dari kesyirikan, kekufuran, kebid’ahan, kesombongan, dan bersih dari segala bentuk kemaksiatan.

 

  • Kekuatan dan kukusaan

kekuatan, kemampuan, dan kehebatan yang dimiliki seseorang bisa menjadikannya sombong. kita harus ingat kepada Allah yang telah menciptakan kita dengan sebaik-baiknya penciptaan. Sombong dengan kemampuan diri, sama saja sombong dengan pemberian. Karena, kekuatan dan kemampuan diri merupakan pemberian Allah.

Kita pun mestilah berlindung diri kepada Allah agar ketika kita memiliki skill mapan dalam hal tertentu, dalam dakwah, pendidikan,, dll, dan dihindarinya kita dari kesombongan di dalam hati.

 

  • Pengikut, penolong kelompok, kerabat)

Sebab yang terakhir adalah pengikut, kelompok atau kerabat dekat. Karena teman dekat adalah seorang pejabat lalu seseorang bebangga diri. Karena mempunyai seseorang yang memiliki jabatan atau pangkat, seseorang kemudian membusungkan dada. Karena memiliki pengikut (umat) yang banyak dan berstrata tinggi, seorang ustadz atau kiayi merasa diri sukses dakwah. Semua ini adalah jebakan yang setan buat. Hati-hati merupakan sikap terbaik dalam hal ini.



HAFIMULTIMEDIA

No comments