Tugas Kita Hanya Bersyukur Bukan Mengatur







 

Alhamdulillah Allah SWT. Masih memberikan izin kepada kita, meberikan karunia-karunia kepada kita, memberikan rahmat-rahmat kepada kita, dimana rahmat itu semuanya mulai dari a-z, dari yang sudah kita ketahui sampai kepada apa yang tidak kita ketauhi, semuanya, dikasih oleh Allah SWT. Dari sebelum kita minta kepada-Nya, Allah sudah memberinya terlebih dahulu.


Orang yang tidak pandai-pandai mensyukuri nikmat Allah bukan suatu hal yang mustahil bagi Allah untuk mencabut nikmat-nikmat tersebut. Siapa yang memberikan kita nikmat? Allah jawabnya. Maka Allah juga berhak untuk mencabut nikma-nikmat tersebut apabila kita tidak pandai-pandai dalam mensyukuri nikmat dan karunia dari Allah SWT.


Suatu Ketika Rasulullah pernah melaksanakan shalat malam sampai-sampai dikatakan kali beliau membekak, mememar. Sayyidah Aisyah pun sebagai istri bertanya kepada Rasulullah “ya Rasulullah engkaukan orang yang dijamin masuk surga oleh Allah, ma’sum, tapi kenapa engkau masih masih sholat sampai seperti ini?” lalu, apa jawaban Rasulullah SAW. “wahai Aisyah tidakkah boleh aku menjadi seorang hamba yang bersyukur kepada Tuhanku”.


Sekilas kisah Rasulullah SAW yang beliau ungkap dengan sendirinya. Lalu, bagaimanakah cara kita untuk mensyukuri nikmat yang Allah berikan, yang Allah karuniakan kepada kita? Apakah dengan mengucapkan Alhamdulillah saja sudah cukup?


JAWAB: kata para Ulama’ yang Namanya Alhamdulillah juga termasuk dari “al-hamd” memuji kepada Allah SWT. Assana’ bil lisan ‘ala sabilil ikhtiyar. Tapi syukur kepada Allah tidak sampai disitu. Yang Namanya syukur itu adalah manggunakan apa yang Allah berikan kepada dia, apa yang Allah karuniakan kepadanya, dia gunakan sesuai dengan penggunaannya.

WALLAHU A’LAM semoga bermanfaat …………………..

Post a Comment

Previous Post Next Post