Social Items

 










KISAH NYATA: NABI TIDAK MEMAKSA TAPI MENGAJAK MASUK ISLAM DENGAN CARA YANG HALUS


            “Dulu pernah ada seorang anak kecil Yahudi yang mengabdi pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu suatu saat ia sakit. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas menjenguknya. Beliau duduk di dekat kepalanya, lalu beliau mengatakan, “Masuklah Islam.” Kemufian anak kecil itu melihat ayahnya yang berada di sisinya. lalu ayahnya mengatakan ,”Taatilah Abal Qosim(yaitu Rasulullah)-shallallahu ‘alaihi wa sallam-“. Akhirnya abak yahudi tersebut masuk islam. Kemudian Nabi keluar dari rumahnya dan berkata, “segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan anak tersebut dari siksa api neraka.” (HR. Bukhori no.1356)


            Ibnu Katssir (Tafsir al-Qur’an al-‘Adhim, I/305) dan Wahbab al-Zuhaili (al-Tafsir al-Munir, II/22) menceritakan, al-Husain dari golongan Anshar, suku bani Salim bin ‘Auf, memiliki dua putera beragama Nashrani, sedang ia seorang muslim.


            “Bolehkah saya memaksa kedua puteraku, karena mereka tidak taat padaku dan tetap ingin beragama Nashrani? “tanyanya pada Nabi Muhammad Saw.


            Atas pertanyaan dan keinginan memaksa itu, maka turunlah Qs. Al-Baqarah [2]: 256: “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam). Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar dari pada yang sesat.”


            Menafsiri ayat diatas, Ibn Katsir (I/305) menuliskan, maksud ia ikrahah fi al-din adalahIa turikhu ahadan ‘ala al-dukhul fi din al- islam (Jangan kalian memaksa seseorang memasuki atau menganut Islam!). sebab, semua adil kebenaran islam sudah jelas, sehingga tidak perlu ada pemaksaan .


            Maksud “tidak ada ikrah”, berarti kita sama sekali tidak boleh memaksa orang lain untuk menganut kepercayaan seperti yang kita yakini. Allah menghendaki agama-Nya dianut secara suka rela dan ikhlas tanpa paksaan .Tugas kita hanyalah menyampaikan , bukan memaksa, karena hidayah itu urusan Allah. Firman-Nya: “Apakah engkau ingin memaksa mereka hingga mereka itu menjadi orang-orang yang beriman?.”(QS. Yunus [10]: 99.)





KISAH NYATA: NABI TIDAK MEMAKSA TAPI MENGAJAK MASUK ISLAM DENGAN CARA YANG HALUS

 










KISAH NYATA: NABI TIDAK MEMAKSA TAPI MENGAJAK MASUK ISLAM DENGAN CARA YANG HALUS


            “Dulu pernah ada seorang anak kecil Yahudi yang mengabdi pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu suatu saat ia sakit. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas menjenguknya. Beliau duduk di dekat kepalanya, lalu beliau mengatakan, “Masuklah Islam.” Kemufian anak kecil itu melihat ayahnya yang berada di sisinya. lalu ayahnya mengatakan ,”Taatilah Abal Qosim(yaitu Rasulullah)-shallallahu ‘alaihi wa sallam-“. Akhirnya abak yahudi tersebut masuk islam. Kemudian Nabi keluar dari rumahnya dan berkata, “segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan anak tersebut dari siksa api neraka.” (HR. Bukhori no.1356)


            Ibnu Katssir (Tafsir al-Qur’an al-‘Adhim, I/305) dan Wahbab al-Zuhaili (al-Tafsir al-Munir, II/22) menceritakan, al-Husain dari golongan Anshar, suku bani Salim bin ‘Auf, memiliki dua putera beragama Nashrani, sedang ia seorang muslim.


            “Bolehkah saya memaksa kedua puteraku, karena mereka tidak taat padaku dan tetap ingin beragama Nashrani? “tanyanya pada Nabi Muhammad Saw.


            Atas pertanyaan dan keinginan memaksa itu, maka turunlah Qs. Al-Baqarah [2]: 256: “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam). Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar dari pada yang sesat.”


            Menafsiri ayat diatas, Ibn Katsir (I/305) menuliskan, maksud ia ikrahah fi al-din adalahIa turikhu ahadan ‘ala al-dukhul fi din al- islam (Jangan kalian memaksa seseorang memasuki atau menganut Islam!). sebab, semua adil kebenaran islam sudah jelas, sehingga tidak perlu ada pemaksaan .


            Maksud “tidak ada ikrah”, berarti kita sama sekali tidak boleh memaksa orang lain untuk menganut kepercayaan seperti yang kita yakini. Allah menghendaki agama-Nya dianut secara suka rela dan ikhlas tanpa paksaan .Tugas kita hanyalah menyampaikan , bukan memaksa, karena hidayah itu urusan Allah. Firman-Nya: “Apakah engkau ingin memaksa mereka hingga mereka itu menjadi orang-orang yang beriman?.”(QS. Yunus [10]: 99.)





No comments