Bulan Muharram adalah salah satu dari empat bulan mulia (asyhurul hurum) dalam kalender Islam. Di bulan ini, setiap amalan kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT.
Menariknya, untuk meraih pahala besar di bulan Muharram, kita tidak harus melakukan ibadah yang berat. Ada beberapa amalan ringan yang praktis namun memiliki dampak luar biasa bagi tabungan pahala kita.
Berikut adalah beberapa amalan ringan berlipat pahala di bulan Muharram yang bisa kita rutinkan:
1. Memperbanyak Puasa Sunnah (Utamanya Puasa Tasu'a dan Asyura)
Puasa adalah amalan yang sangat ditekankan di bulan ini. Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa terbaik setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Muharram. Jika merasa berat untuk berpuasa sebulan penuh, Anda cukup mengambil momen krusialnya, yaitu:
· Puasa Tasu'a (9 Muharram)
· Puasa Asyura (10 Muharram): Menghapus dosa-dosa setahun yang lalu.
2. Memperbanyak Dzikir dan Istighfar
Mengingat Allah dan memohon ampun adalah ibadah yang modalnya paling murah hanya perlu menggerakkan lidah—namun timbangannya sangat berat di akhirat. Adapun dzikir-dzikir yang sangat dianjurkan seperti:
· Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar
· Astaghfirullah hal 'adzim
Amalan ini bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja, misalkan saat terjebak macet, memasak, menunggu antrean, atau sebelum tidur. Bulan Muharram adalah momen terbaik untuk membersihkan hati dari noda-noda dosa lewat istighfar.
3. Bersedekah walau Sedikit
Sedekah tidak harus menunggu kita menjadi kaya raya. Di bulan yang berkah ini, sisihkan sebagian kecil dari apa yang kita miliki, contohnya:
· Memberi makan kucing jalanan.
· Mentransfer uang Rp10.000 ke lembaga sosial atau masjid terdekat lewat QRIS.
· Membelikan air minum untuk driver ojek online yang mengantar paket Anda.
Sekecil apa pun sedekah yang keluar dengan ikhlas di bulan mulia ini, nilainya akan menjadi besar di sisi Allah SWT.
4. Berbagi Kebahagiaan dan Menyayangi Anak Yatim
Bulan Muharram, khususnya hari Asyura, sering kali disebut sebagai Hari Raya Anak Yatim (Idul Yatama). Mengusap kepala anak yatim dan memberikan mereka hadiah atau sekadar makanan manis adalah amalan ringan yang sangat menyentuh.
Rasulullah SAW menjanjikan kedekatan di surga seperti jari telunjuk dan jari tengah bagi orang yang menyayangi dan menyantuni anak yatim.
5. Menahan Diri dari Berbuat Zalim dan Maksiat
Satu hal yang sering terlupa yakni meninggalkan maksiat adalah sebuah amalan shalih. Karena Muharram adalah bulan suci, berbuat zalim (baik kepada diri sendiri lewat maksiat, maupun kepada orang lain) dosanya akan jauh lebih besar dibanding bulan biasa.
Jadi, menahan jempol untuk tidak berkomentar buruk di media sosial, menahan lisan dari ghibah, dan menjaga pandangan di bulan ini sudah termasuk amalan luar biasa yang mendatangkan pahala besar.
Pahala besar di bulan Muharram tidak melulu soal ibadah yang menguras fisik. Dengan memanfaatkan kemudahan-kemudahan di atas, kita tetap bisa mendulang pahala secara maksimal di bulan yang mulia ini.
Mari kita mulai dari hal yang paling mudah hari ini. Amalan mana yang ingin Anda coba rintis terlebih dahulu?