Kedatangan Habib Segaf bin Hasan Baharun di Pesantren Hasan Jufri 14 Februari 2026: Momentum Ilmu dan Sanad

Kedatangan Assoc. Prof. Dr. Habib Segaf bin Hasan Baharun, M.H.I. ke Pondok Pesantren Hasan Jufri menjadi momen yang penuh makna dan semangat. Tepat pada hari Sabtu, 14 Februari 2026, beliau hadir di tengah keluarga besar pesantren, membawa nuansa haru, hormat, sekaligus kebahagiaan yang terasa begitu hangat.

Sejak pagi hari, beliau telah dijemput dengan penuh takzim oleh para jamaah, termasuk warga Nahdlatul Ulama, setibanya di Bandara Harun Thahir Bawean melalui penerbangan dari Surabaya. Turut hadir dalam rombongan penjemputan para santri dan alumni dari Pondok Pesantren Darullughah Wadda'wah (Dalwa), serta perwakilan dari berbagai pondok pesantren, di antaranya Pondok Pesantren Hasan Jufri dan Pondok Pesantren Nurut Taqwa. Kehadiran mereka semakin menambah kekhidmatan suasana penyambutan.

Antusiasme masyarakat begitu terasa sejak beliau turun dari pesawat, mencerminkan rasa hormat dan kebahagiaan atas kedatangan seorang alim yang dinanti. Kehadiran beliau bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan pertemuan yang sarat nilai—sebuah perjumpaan antara guru dan murid, antara sanad keilmuan yang terjaga dan generasi penerus yang siap melanjutkan estafet perjuangan.

Sesampainya di pesantren, beliau disambut oleh barisan panjang para santri putra dan putri yang berdiri rapi dengan penuh adab dan kegembiraan, mencerminkan rasa hormat yang tulus. Turut hadir pula para santri Habib yang menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Darullughah Wadda'wah (Dalwa), yang secara khusus ikut menyambut kedatangan beliau sebagai bentuk mahabbah dan penghormatan kepada guru mereka.

Suasana semakin semarak dengan penampilan drumband yang membawakan beberapa lantunan penuh makna: Thala’al Badru ‘Alaina, Mars Hasan Jufri, Alamate Anak Shaleh, serta sholawat Busyrah—sebuah sholawat yang menjadi ciri khas dan dimiliki langsung oleh beliau. Penampilan tersebut dilatih dengan penuh kesungguhan oleh Ustadz Ya’kub, sehingga menghadirkan kesan yang mendalam dan menggugah hati seluruh hadirin yang menyaksikan.

Kedatangan beliau disambut hangat oleh dewan pengasuh pesantren. Kehangatan itu bukan tanpa alasan. Ada ikatan yang lebih dari sekadar formalitas—ikatan keilmuan yang bersambung, sanad yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan, serta hubungan ruhani antara guru dan murid. Melalui beliau, nilai-nilai ilmu, adab, dan perjuangan diteruskan dengan penuh tanggung jawab.

Momen ini bukan hanya tentang sebuah kunjungan, tetapi tentang penguatan identitas pesantren: bahwa ilmu harus dijaga sanadnya, bahwa adab harus mendahului segalanya, dan bahwa kebersamaan dalam kebaikan akan selalu melahirkan keberkahan. Semoga kedatangan beliau menjadi energi baru bagi seluruh santri untuk semakin giat belajar, memperbaiki diri, dan meneruskan estafet keilmuan dengan penuh integritas.


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama