Dunia Sebagai Ujian Buat Manusia

 





Sejak awal penciptaannya, manusia tidak pernah dijanjikan hidup yang selalu mudah. Dunia bukan tempat istirahat, melainkan ruang ujian. Di sinilah iman diuji, kesabaran ditempa, dan kejujuran diuji berkali-kali. Allah berfirman bahwa hidup dan mati diciptakan untuk menguji siapa di antara manusia yang paling baik amalnya.

Ujian tidak selalu datang dalam bentuk kesedihan. Terkadang ia hadir sebagai kelapangan rezeki, pujian manusia, jabatan, dan kenyamanan hidup. Tidak sedikit orang yang sabar ketika diuji dengan kekurangan, tetapi lalai ketika diuji dengan kelebihan. Padahal, nikmat juga ujian—apakah kita tetap rendah hati, tetap taat, atau justru lupa dari mana semua itu berasal.

Di dunia, manusia belajar tentang kehilangan agar mengerti arti menggenggam dengan benar. Belajar tentang sakit agar tahu nikmatnya sehat. Belajar tentang jatuh agar paham makna berserah. Setiap air mata yang jatuh, setiap doa yang terucap lirih di malam hari, semuanya dicatat. Tidak ada satu pun ujian yang sia-sia di sisi Allah.

Masalah muncul bukan untuk menghancurkan, tetapi untuk menyadarkan. Allah tidak sedang menjauh saat ujian datang, justru Dia sedang mendekat—mengajak hamba-Nya kembali, mengetuk hati agar tidak terlalu cinta pada dunia yang sementara.

Maka jangan heran jika hidup terasa berat. Justru aneh bila dunia ini selalu nyaman. Karena surga bukan di sini. Dunia hanyalah jalan, bukan tujuan. Tempat menanam, bukan memanen. Dan setiap ujian adalah pertanyaan: apakah kita tetap memilih Allah, atau memilih dunia?

Kelak, ketika semua ujian selesai, barulah manusia mengerti—bahwa setiap lelah yang dijalani dengan iman, setiap sabar yang dipelihara, tidak pernah benar-benar hilang. Semuanya sedang mengantar kita pulang.


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama