Jika Diniatkan Untuk Allah Maka Akan Terus Tumbuh Dan Mengalir

 




Jika Karena Allah, Maka Ia Akan Terus Tumbuh dan Mengalir

Dalam hidup ini, banyak hal bisa kita lakukan: bekerja, belajar, mencintai, bersahabat, menolong, membangun karya. Namun, tidak semua hal itu bertahan lama. Ada yang menguap karena lelah. Ada yang layu karena kecewa. Ada yang mati karena tak dihargai. Tapi, bila sesuatu dilakukan karena Allah, maka ia akan berbeda. Ia tak akan berhenti saat kita dihina. Ia tak akan runtuh saat tak ada yang berterima kasih. Ia akan terus tumbuh—diam-diam, perlahan, tapi pasti.

Niat yang lurus karena Allah adalah akar kekuatan paling sejati. Bahkan ketika tubuh lemah, hati rapuh, dan dunia tak berpihak—amal yang ditanam karena-Nya akan tetap tumbuh, menjalar dari satu kebaikan ke kebaikan lain, mengalir tak henti seperti mata air yang tak pernah kering.

Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur'an:

وَمَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمُ ابْتِغَاۤءَ مَرْضَاتِ اللّٰهِ وَتَثْبِيْتًا مِّنْ اَنْفُسِهِمْ كَمَثَلِ جَنَّةٍ ۢ بِرَبْوَةٍ اَصَابَهَا وَابِلٌ فَاٰتَتْ اُكُلَهَا ضِعْفَيْنِۚ فَاِنْ لَّمْ يُصِبْهَا وَابِلٌ فَطَلٌّۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ ۝٢٦٥

Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan harta mereka untuk mencari rida Allah dan memperteguh jiwa mereka adalah seperti sebuah kebun di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, lalu ia (kebun itu) menghasilkan buah-buahan dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, hujan gerimis (pun memadai). Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

(QS. Al-Baqarah: 265)

Ayat ini tidak hanya bicara tentang sedekah, tetapi tentang semua amal yang diniatkan lillah (karena Allah). Ia akan berlipat manfaatnya. Ia akan menumbuhkan pahala di dunia dan akhirat. Bahkan meski tak ada yang melihat, Allah-lah yang Maha Menyaksikan.

Seseorang bisa tetap mencintai meski tak dicintai, jika ia mencintai karena Allah. Seseorang bisa terus menuntut ilmu, meski lelah dan tak segera tampak hasilnya, jika ia belajar karena Allah. Dan seorang pendidik, da’i, penulis, pengabdi, bisa tetap bergerak, bahkan dalam sunyi, jika langkahnya diniatkan demi-Nya.

Karena itu, jagalah niat. Jangan menambatkannya pada pujian, pengakuan, atau popularitas. Tapi tancapkan ia di tanah keikhlasan. Maka kelak ia akan menjadi pohon yang menaungi, buahnya menghidupi, akarnya menancap dalam, dan batangnya menjulang ke langit.

Jika karena Allah, maka tak akan pernah sia-sia. Bahkan luka pun akan berubah menjadi pahala.



Post a Comment

Previous Post Next Post