"Ingat, Bapak-Ibuk... Kalau Nggak Mampu Ngurus Semua, Jangan Halangi Anak Mondok"


Bapak, Ibuk...

Maaf, aku cuma ingin ngingetin. Kadang kita mikir, cukup ngasih makan, sekolahin, kasih HP, udah tanggung jawab orang tua selesai. Padahal belum. Anak bukan cuma butuh itu. Anak butuh arahan hidup. Butuh nilai. Butuh lingkungan yang jagain jiwanya.


Kalau Bapak-Ibuk merasa nggak mampu ngawasi tiap pergaulannya, nggak bisa ngajarin sholat tepat waktu, ngajarin adab, ngajak ngaji rutin, terus siapa yang akan bantu? Apakah cukup cuma bilang: “Yang penting anakku senang, bebas, jadi orang sukses”?

Sukses yang gimana? Dunia doang?


Kalau tahu di rumah nggak bisa bimbing penuh, jangan ragu untuk mondokkan. Jangan takut anak jauh. Justru jauh itu bisa jadi jalan dekat sama Allah.


Nggak mondok nggak salah. Tapi kalau nggak mondok dan juga nggak mampu membina secara utuh, itu yang bahaya.

Anak bisa tumbuh pintar tapi kehilangan arah. Bisa berani tapi nggak tahu malu. Bisa sukses tapi lupa siapa Tuhannya.


Bapak, Ibuk...

Pesantren bukan penjara. Pesantren itu madrasah kehidupan. Tempat anak dilatih sabar, belajar adab, mengenal Tuhan, dan jauh dari lalai. Kalau anak di rumah terus, tapi malah lalai dan liar, siapa yang tanggung jawab?


Jangan sampai kita rugi dua kali: di dunia kehilangan arah anak, di akhirat ditanya karena lalai membina.

Jadi, kalau memang belum sanggup bimbing semuanya sendiri, ayo, jangan halangi anak untuk mondok.

InsyaAllah, itu bukan keputusan melepaskan, tapi cara menjaga yang lebih dalam.


Post a Comment

Previous Post Next Post