Puisi II "Puncak Syukur: Merenungi Kedalaman Alam Semesta"

 


Di pangkuan semesta, tercipta keindahan,

Lukisan tak terkira, di atas kanvas malam.

Allah, Sang Pencipta, kau hadir dalam rahasia,

Nikmat-Nya mengalir, sungguh tiada terbatas.


Langit biru terhampar, luas dan tak berujung,

Gemintang berbisik, rahmat-Nya pun memancar.

Gunung menjulang megah, samudra yang dalam,

Sebuah syukur yang tulus, mengalun dalam doa.


Pohon-pohon merdu, daun berbisik lembut,

Angin membawa cerita, tentang kasih-Nya yang abadi.

Binatang-binatang bersaksi, dalam kerja tangan-Nya,

Bukti cinta Ilahi, terpampang di segenap penjuru.


Lihatlah malam yang sunyi, gemerlapan bintang,

Mereka menyanyikan puji-pujian bagi Pencipta.

Planet-planet menari, sesuai takdir-Nya,

Keagungan dan kebesaran-Nya, tercermin di sana.


Bersyukur dalam diam, hati memahami,

Nikmat alam semesta, tak terkira harganya.

Oh Allah, Engkau Maha Pengasih, Maha Penyayang,

Terima kasih atas karunia yang tak pernah habis.


Dalam setiap hembusan angin, dalam setiap getaran dedaunan,

Ku sampaikan rasa syukur, dalam sujud dan doa.

Alam semesta ini, tanda kasih sayang-Mu,

Puisi dalam keheningan, tercipta dari rasa cinta

Post a Comment

Previous Post Next Post