Al insan Mahallul Khata' Wan Nisyan



Menurut Islam, manusia adalah makhluk yang paling sempurna, ia diciptakan untuk menjadi kholifah di bumi, Manusia merupakan makhluk Allah SWT dalam sebaik-baik bentuk. Di samping itu manusia dibekali dengan ilmu dan akal serta kemauan

 

dengan demikian dia punya kapasitas sebagai khalifah Allah di muka bumi. Di dalam QS. Al-Baqarah Ayat 30 Allah SWT berfirman:

وَاِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلٰٓٮِٕكَةِ اِنِّىۡ جَاعِلٌ فِى الۡاَرۡضِ خَلِيۡفَةًؕ قَالُوۡٓا اَتَجۡعَلُ فِيۡهَا مَنۡ يُّفۡسِدُ فِيۡهَا وَيَسۡفِكُ الدِّمَآءَۚ وَنَحۡنُ نُسَبِّحُ بِحَمۡدِكَ وَنُقَدِّسُ لَـكَ‌ؕ قَالَ اِنِّىۡٓ اَعۡلَمُ مَا لَا تَعۡلَمُوۡنَ

 

Artinya: "Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, "Aku hendak menjadikan khalifah di bumi." Mereka berkata, "Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?" Dia berfirman, "Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."

 

Dan sudah menjadi kodrat manusia yaitu setiap manusia tidaklah lepas dari kesalahan dan lupa, sebagaimana ungkapan Ulama’ yang berbunyi:

 اَلْاِنْسَانُ مَحَلُّ الْخَطَاءِ وَالنِّسْيَانِ

 

Artinya : manusia tempatnya salah dan lupa

 

Berbagai dalil hadis juga menyebutkan bahwa manusa memang tempatnya salah dan lupa. Salah satunya hadis berikut:

َ كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

 

Artinya: Setiap anak Adam pernah berbuat salah dan sebaik-baik yang berbuat salah adalah yang bertobat dari kesalahannya. (HR. At Tirmidzi no. 2499, Hasan)

 

Kita sebagai manusia, setiap hari pasti berbuat salah baik lisan, perbuatan, atau hati kita yang ngomongin orang lain. Dari hadits diatas sudah seharusnya kita senantiasa bertaubat dari kesalahan dan dosa-dosa kita, walaupun kesalahan itu dikerjakan berulang-ulang.

 

Kita haruslah bertaubat dengan Taubatan Nasuha(taubat yang sebenar-benarnya), yaitu dengan menyesali apa yang telah dikerjakannya dan berkomitmen untuk tidak mengulangi lagi. Lakukanlah mandi taubat dan solat taubat dan meminta ampunan kepada Allah Swt dan mengganti perbuatan jelek kita dengan amalan-amalan yang baik.

 

Wallahu A’lam

Post a Comment

Previous Post Next Post