Malam Sabtu (16/10/2026), Pondok Pesantren Hasan Jufri menggelar acara silaturahmi dan tausiyah yang dihadiri oleh dai kondang asal Bangkalan, Lora Ismail Al Kholilie. Kedatangan beliau disambut hangat oleh keluarga besar hasan jufri , serta santri putra Pondok Pesantren Hasan Jufri.
Turut hadir dalam majelis tersebut Pengasuh Pondok Pesantren Hasan Jufri, K. Moh. Najahul Umam, Gus Zah Faid Bajuri, dan Gus Ali Azhar, serta Pengasuh Pondok Pesantren Nurut Taqwa, K. Fuad Faruq.
Dalam pencerahannya, Lora Ismail Al Kholilie memaparkan tiga fondasi penting bagi para santri agar mampu menjadi santri sejati (haqiqi):
1. Bangga dengan Identitas Santri
Para santri dituntut memiliki kebanggaan penuh atas identitasnya. "Tidak ada kebanggaan yang mengalahkan kebanggaan para ahli ilmu," ujar Lora Ismail mengutip riwayat Sayyidina Ali bin Abi Thalib RA. Beliau menegaskan bahwa krisis kepercayaan diri pada diri santri kerap timbul akibat melunturnya rasa bangga sebagai penuntut ilmu.
2. Totalitas dalam Menuntut Ilmu
Kesungguhan dan keberanian untuk mengerahkan seluruh potensi (totalitas) menjadi syarat mutlak dalam menyerap keberkahan dan kedalaman ilmu.
3. Loyalitas dan Adab terhadap Ilmu serta Guru
Loyalitas diwujudkan melalui ta'dzim, penghormatan, dan adab yang tinggi terhadap ilmu serta sang penyampai ilmu (guru). Lora Ismail menekankan bahwa keberkahan dari poin pertama dan kedua tidak akan pernah terwujud tanpa adanya adab. Dalam sejarah Islam—mulai dari era Sahabat, Tabi'in, hingga ulama-ulama besar—tidak pernah ada catatannya seorang murid yang su'ul adab (berperilaku buruk) kepada gurunya dapat meraih kemuliaan hidup.
Suasana kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme dari seluruh santri yang menyimak petuah hingga akhir acara.



