Jangan Sampai Sibuk Mengejar Dunia, Lupa Mempersiapkan Akhirat

 

Setiap hari kita disibukkan dengan berbagai urusan dunia. Mengejar pendidikan, pekerjaan, harta, dan cita-cita. Semua itu memang penting untuk kehidupan. Namun, terkadang tanpa disadari, kesibukan tersebut membuat kita lupa bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara.

Kita rela bangun pagi demi mengejar sesuatu yang kita inginkan. Menghabiskan waktu dan tenaga untuk meraih kesuksesan. Namun, pernahkah kita bertanya, sudah sejauh mana persiapan kita untuk kehidupan setelah kematian?

Allah Swt. berfirman:

وَابْتَغِ فِيمَآ ءَاتَىٰكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا

"Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia." (QS. Al-Qashash: 77).

Ayat ini mengajarkan bahwa Islam tidak melarang umatnya mengejar kehidupan dunia. Kita boleh menjadi orang sukses, memiliki harta, berpendidikan tinggi, dan meraih cita-cita. Akan tetapi, semua itu hendaknya menjadi jalan untuk semakin dekat kepada Allah.

Jangan sampai kita begitu sibuk memperbaiki kehidupan dunia, tetapi lalai memperbaiki hubungan dengan Allah. Jangan sampai waktu untuk bekerja selalu tersedia, sementara waktu untuk salat, membaca Al-Qur'an, dan beribadah justru sering kita abaikan.

Pada akhirnya, harta yang kita kumpulkan, jabatan yang kita banggakan, dan kesuksesan yang kita perjuangkan akan kita tinggalkan. Ada kehidupan akhirat yang harus kita pertanggungjawabkan.

Maka, selama masih diberi kesempatan hidup, mari kita perbaiki diri. Carilah dunia secukupnya, kejarlah cita-cita dengan sungguh-sungguh, dan jangan pernah melupakan bekal untuk akhirat.

Sebab, kesuksesan yang sesungguhnya bukan hanya tentang seberapa banyak yang berhasil kita raih di dunia, tetapi juga tentang seberapa baik kita mempersiapkan diri untuk kehidupan setelahnya.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama