Umat Muslim Tidak Memaksa Siapa Pun Untuk Masuk Islam

 

Umat Muslim Tidak Memaksa Siapa Pun Untuk Masuk Islam

Islam tidak memaksa keyakinan. Sejarah Mesir membuktikan Muslim dan Kristen hidup berdampingan. Islam tumbuh dari kebenaran, bukan suatu tekanan.

Umat Islam tidak pernah memaksa siapa pun untuk memeluk agama ini.

لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ ۖ قَد تَّبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ ۚ فَمَن يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِن بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىٰ لَا انفِصَامَ لَهَا ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Artinya:

"Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas antara jalan yang benar dari jalan yang sesat. Barang siapa ingkar kepada Thagut dan beriman kepada Allah, maka sungguh, dia telah berpegang (teguh) pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui." Surah Al-Baqarah ayat 256.

Dalam kutipan penelitian Richard bulliet yang mencatat bahwa Seratus tahun setelah Islam masuk ke Mesir, jumlah penduduk muslim saat itu baru mencapai sekitar 5 persen. Sementara 95 persen sisanya tetap beragama Kristen atau penganut agama lain. Jika benar ada pemaksaan, maka angka ini mustahil akan terjadi.

Fakta tersebut menunjukkan betapa baiknya hubungan antara komunitas muslim dan Kristen di masa awal kehadiran Islam di mesir. Tidak ada tekanan, tidak ada pemaksaan, tidak ada upaya menyingkirkan keyakinan yang lain. Masing-masing hidup berdampingan dalam harmoni.

Lalu apa yang membuat sebagian orang kini membayangkan seolah-olah umat Islam ingin menyerang umat Kristen? Apa yang menimbulkan rasa takut seakan-akan kedua pihak tidak dapat hidup berdampingan? Bahwa ini menyebutnya sebagai fitnah, narasi sesat yang memecah belah.

Karena itu, Bahwa menyatakan umat Islam untuk kembali kepada bentuk Islam yang sejati: agama yang menghormati akidah orang lain, hidup dalam kedamaian, dan menolak segala bentuk pemaksaan. Islam tumbuh karena kebenaran ajarannya, bukan karena tekanan.



Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama