Kreativitas Tak Ada Ujung! Intip Gaya Versi Santri Hasan Jufri Sambut Idul Adha

 


Hari Raya Idul Adha merupakan hari raya kedua yang dirayakan oleh umat Islam pada bulan Dzulhijjah. Hari raya kali ini identik dengan ibadah qurban hewan ternak, seperti sapi, kambing, dan sejenisnya, pada tahun ini (1447 H) hari raya Idul Adha jatuh pada hari Rabu 26 Mei 2026.

Dalam menyambut datangnya hari raya Idul Adha semua umat islam disunnahkan berpuasa tepatnya pada tanggal 9 Dzulhijjah 1447 H atau pada hari selasa 25 Mei 2026, hal itu juga dilakukan oleh santri-santri di pondok pesantren Hasan Jufri.

Kelelahan yang dibalas keberkahan: Doa dan buka bersama

Setelah berpuasa seharian penuh, para santri duduk bersama pengasuh pondok pesantren Hasan Jufri di masjid Al-Bait Al Atiq untuk membaca tahlil yang dikhususkan kepada para masyaikh, orang tua dan orang yang telah membantu pondok pesantren baik dari segi material maupun finansial sebelum berbuka.

Kemudian acara dilanjutkan dengan sholat Maghrib berjamaah dan pembacaan surat Al-Waqiah, Al-Mulk, dan Yasin sembari menunggu sholat Isya.

Penantian yang menakjubkan: sengitnya persaingan antar blok

Usai sholat isya berjamaah, kesunyian malam diganti dengan ramainya lomba takbiran, di mana lomba takbiran tahun ini cukup berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, jika lomba tahun sebelumnya delegasi lomba dipilih berdasarkan kelas dan organisasi (Jam’iyah Far’iyah) tapi untuk tahun sekarang dipilih berdasarkan blok perkamar.

Pembagian blok sendiri dibagi menjadi 3 wilayah:

1. Blok asrama depan

·       Blok 1 (kamar R, S, A, B, C)

·       Blok 2 (kamar D sampai I)

·       Blok 3 (kamar J sampai Q)

·       Blok 4 (kamar T, U, dan V)

2. Blok asrama belakang

·       Blok 5 (kamar 1 sampai 6)

·       Blok 6 ( kamar 7 sampai 12)

3. Blok khusus

·       Blok tahfidz



Tepat pada pukul 07.30 malam acara dimulai yang dipandu oleh saudara Muhammad Dafid Arjuna, di mana sebelum acara dimulai pembawa acara membacakan tata tertib dan aturan tentang lomba takbiran, kemudian setelah pembacaan tata tertib, para delagasi lomba dipanggil satu-satu mulai dari blok 6 disusul oleh blok 3, blok 1, dilanjutkan oleh blok tahfidz, blok 2, blok 5 dan yang terakhir blok 4, semua delegasi per blok sangat antusias dalam mengikuti lomba takbiran ini, semuanya tampil dengan sangat memukau dan memuaskan hati para juri.

Keunikan yang berbeda



Tapi hal yang paling unik dari lomba takbiran tahun ini terletak pada alat musik yang dimainkan, setiap delegasi memiliki kekreatifan masing-masing dalam memilih alat music yang dimainkan, ada yang menggunakan ember sebagai bass, botol kaca, kentungan, gayung, dan lainnya.

Kekreatifan mereka tidak berhenti sampai di situ saja, mereka memainkan alat musik yang harmoni yang sangat unik, mulai dari gaya koplo, gaya banjari dan lainnya.

Masjid Al-Bait Al-Atiq merupakan lokasi yang dipilih untuk lomba takbiran, semua santri mulai dari kalangan wustho (SMP) sampai aljamiah (kuliah) menyaksikan lomba takbiran dengan penuh antusias, mereka memadati bagian masjid mulai dari lantai pertama sampai lantai kedua.



Pada lomba takbiran tahun ini, saudara Fikrihani selaku koordinator lomba mengundang saudara Muhammad Fadil dan Abdul Aziz Alfath (santri aljamiah) sebagai dewan juri pada lomba takbiran kali ini dengan bidang penilaian yang meliputi kerapihan busana, koreografi (blocking masuk-keluar panggung), adab, keselarasan musik, dan kekompakan.

Nah, itulah keseruan santri pondok pesantren Hasan Jufri dalam menyambut hari raya Idul Adha muali dari berpuasa, buka bersama serta lomba takbiran.

Kalau versi kalian bagaimana, jangan lupa tulis di kolom komentar ya !

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama