Kata-Kata Pesan Perjuangan dari Pahlawan Nasional



 

20 Kata-Kata Pesan Perjuangan dari Pahlawan Nasional


1. "Ing Ngarso Sung Tulodo (Di depan memberi contoh), Ing Madyo Mangun Karso (Di tengah memberi semangat), Tut Wuri Handayani (Di belakang memberi dorongan)." - Ki Hajar Dewantara

(Semboyan yang diajarkan saat Ki Hajar Dewantara merintis Taman Siswa yang didirikan pada 1922 dan hingga kini masih dipakai dalam dunia pendidikan).

2. "Jika orang lain bisa, saya juga bisa, mengapa pemuda pemuda kita tidak bisa, jika memang mau berjuang." - Abdul Muis

(Menceritakan pengalamannya di luar negeri kepada para pemuda di Sulawesi, ketika Abdul Muis melakukan kunjungan ke Sulawesi sebagai anggota Volksraad dan sebagai wakil SI).

3. "Hari kemudian dari pada tanah kita dan rakyat kita terletak dalam hari sekarang, hari sekarang itu ialah kamu, hari Generasi Muda!" - Dokter Cipto Mangunkusumo

4. "Kita tidak akan menang bila kita masih terus mengingat semua kekalahan." - Tjut Nyak Dien

5. "Berulang-ulang telah kita katakan, bahwa sikap kita ialah lebih baik hancur daripada dijajah kembali" - Gubenur Suryo

(Pidato Gubernur Suryo di radio menjelang pertempuran 10 November 1945 di Surabaya)

6. "Tahukah engkau semboyanku? Aku mau! 2 patah kata yang ringkas itu sudah beberapa kali mendukung dan membawa aku melintasi gunung keberatan dan kesusahan. Kata "Aku tidak dapat!" melenyapkan rasa berani. Kalimat "Aku mau!"membuat kita mudah mendaki puncak gunung." - R.A. Kartini

7. "Tempat saya yang terbaik adalah d itengah-tengah anak buah. Saya akan meneruskan perjuangan. Met of zonder Pemerintah TNI akan berjuang terus." - Jenderal Sudirman

(Disampaikan pada jam-jam terakhir sebelum jatuhnya Yogyakarta dan Jenderal Sudirman dalam keadaan sakit, ketika menjawab pernyataan Presiden yang menasihatinya supaya tetap tinggal di kota untuk dirawat sakitnya)

8. "Cita-cita persatuan Indonesia itu bukan omong kosong, tetapi benar-benar didukung oleh kekuatan-kekuatan yang timbul pada akar sejarah bangsa kita sendiri." - Prof. Moh. Yamin, SH

(Disampaikan pada konggres II di Jakarta tanggal 27-28 Oktober 1928 yang dihadiri oleh berbagai perkumpulan pemuda dan pelajar, di mana ia menjabat sebagai sekretaris).

9. "Pattimura-pattimura tua boleh dihancurkan, tetapi kelak Pattimura-pattimura muda akan bangkit." - Pattimura

(Disampaikan pada saat akan digantung di Kota Ambon tanggal 16 Desember 1817).

10. "Untuk keamanan dan kesentausaan jiwa, kita harus mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, orang yang mendekatkan diri kepada Tuhan tidak akan terperosok hidupnya, dan tidak akan takut menghadapi cobaan hidup, karena Tuhan akan selalu menuntun dan melimpahkan anugerah yang tidak ternilai harganya." - Nyi Ageng Serang

(Disampaikan pada saat Nyi Ageng Serang mendengarkan keluhan keprihatinan para pengikut/rakyat akibat perlakuan kaum penjajah)

11. "Indonesia merdeka harus menjadi tujuan hidup kita bersama." - Teuku Nyak Arif

(Disampaikan pada pidato bulan Maret 1945, di mana Teuku Nyak Arif menjadi Wakil Ketua DPR seluruh Sumatra)

12. "Kami sanggup dan berjanji bertempur terus hingga cita-cita tercapai." - I Gusti Ngurah Rai

(surat I Gusti Ngurah Rai kepada Letnan Kolonel Termeulen, seperti tersalin dalam Bali Berjuang)

13. "Kita yang berjuang jangan sekali-kali mengharapkan pangkat, kedudukan ataupun gaji yang tinggi." - Supriyadi

(Disampaikan pada saat Supriyadi memimpin pertemuan rahasia yang dihadiri beberapa anggota Peta untuk melakukan pemberontakan melawan Pemerintah Jepang).

14. "Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut Semerudari akarnya. Dan berikan aku 10 pemuda, niscaya akan ku guncangkan dunia." - Ir. Soekarno

15. "Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya." - Ir. Soekarno (Pidato Hari Pahlawan 10 November 1961)

16. "Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka." - Ir. Soekarno (Pidato HUT Proklamasi 1963)

17. "Pahlawan yang setia itu berkorban, bukan buat dikenal namanya, tetapi semata-mata untuk membela cita-cita." - Moh. Hatta

18. "Jatuh bangunnya negara ini, sangat tergantung dari bangsa ini sendiri. Makin pudar persatuan dan kepedulian, Indonesia hanyalah sekadar nama dan gambar seuntaian pulau di peta. Jangan mengharapkan bangsa lain respek terhadap bangsa ini, bila kita sendiri gemar memperdaya sesama saudara sebangsa, merusak dan mencuri kekayaan Ibu Pertiwi." - Moh. Hatta

19. "Jangan sanjung aku, tetapi teruskanlah perjuanganku." -Silas Papare

(Disampaikan pada saat memperjuangkan Irian Barat/Papua agar terlepas dari belenggu kolonialisme Belanda dan kembali bergabung dengan NKRI)

20. "Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membikin secarik kain putih merah dan putih maka selama itu tidak akan kita mau menyerah kepada siapapun juga." - Bung Tomo

(Pidato Bung Tomo di radio pada saat pertempuran menghadapi Inggris di Surabaya bulan November 1945)


Post a Comment

Previous Post Next Post