Social Items

 


AMALAN KETAATAN
 

ketahuilah bahwa perintah Allah ada yang wajib dan ada yang sunnah. Yang wajib merupakan harta pokok, yang bias kita umpamakan seperti modal perdangan yang denganya kita bias selamat. Sedangkan yang sunnah kita umpamakan seperti laba yang denganya kita bias meraih derajat yang mulia.

 

 Nabi Muhammad SAW. Bersabda “Allah Swt. Berfirman, tidaklah orang-orang mendekatkan diri padauk dengan melaksanakan apa yang kuwajibkan pada mereka, dan tidaklah seorang hamba mendekatkan diri padaku dengan amalan-amalan sunnah, sehingga aku mencintainya, maka aku menjadi telinganya yang mendengar, matanya yang melihat, lidahnya yang berbicara, tanganya yang memegang, dan kakinya yang berjalan”.

 

 Kita tidak akan dapat menegakkan perintah Allah, kecuali dengan senantiasa mengawasi hati dan anggota badanmu pada waktu pagi hingga sore. Ketika Allah ingin menangkapi akan isi hatimu, mengawasi akan lahir batinmu, mengetahui semua lintasan pikiranmu, langkah-langkah kamu, serta diam akan gerakanmu, saat bergaul dan menyendiri dan engkau sedang berada di hadapanya. Tidak ada yang bergerak, melainkan semuanya diketahui oleh Allah Swt.

 

 Oleh karena itu, hendaklah engkau beradab di hadapan Allah Swt. Dengan adab seorang hamba yang hina dan berdosa dihadapanya. Berusahalah agar Allah tidak melihatmu sedang melakukan sesuatu yang dilarang dan tidak melaksanakan apa-apa yang diperintah. Hal itu hanya bias terwujud jika engkau bisa membagi waktu dan mengatur wirid-wiridmu dari pagi hingga petang. Jagalah perintah Allah Swt. Yang diwajibkan kepadamu, sejak bangun tidur hingga engkau kembali tidur.

 

 Sumber : Kitab Bidayatul Hidayah

KETAATAN DALAM BERAMAL

 


AMALAN KETAATAN
 

ketahuilah bahwa perintah Allah ada yang wajib dan ada yang sunnah. Yang wajib merupakan harta pokok, yang bias kita umpamakan seperti modal perdangan yang denganya kita bias selamat. Sedangkan yang sunnah kita umpamakan seperti laba yang denganya kita bias meraih derajat yang mulia.

 

 Nabi Muhammad SAW. Bersabda “Allah Swt. Berfirman, tidaklah orang-orang mendekatkan diri padauk dengan melaksanakan apa yang kuwajibkan pada mereka, dan tidaklah seorang hamba mendekatkan diri padaku dengan amalan-amalan sunnah, sehingga aku mencintainya, maka aku menjadi telinganya yang mendengar, matanya yang melihat, lidahnya yang berbicara, tanganya yang memegang, dan kakinya yang berjalan”.

 

 Kita tidak akan dapat menegakkan perintah Allah, kecuali dengan senantiasa mengawasi hati dan anggota badanmu pada waktu pagi hingga sore. Ketika Allah ingin menangkapi akan isi hatimu, mengawasi akan lahir batinmu, mengetahui semua lintasan pikiranmu, langkah-langkah kamu, serta diam akan gerakanmu, saat bergaul dan menyendiri dan engkau sedang berada di hadapanya. Tidak ada yang bergerak, melainkan semuanya diketahui oleh Allah Swt.

 

 Oleh karena itu, hendaklah engkau beradab di hadapan Allah Swt. Dengan adab seorang hamba yang hina dan berdosa dihadapanya. Berusahalah agar Allah tidak melihatmu sedang melakukan sesuatu yang dilarang dan tidak melaksanakan apa-apa yang diperintah. Hal itu hanya bias terwujud jika engkau bisa membagi waktu dan mengatur wirid-wiridmu dari pagi hingga petang. Jagalah perintah Allah Swt. Yang diwajibkan kepadamu, sejak bangun tidur hingga engkau kembali tidur.

 

 Sumber : Kitab Bidayatul Hidayah

No comments