Social Items

Menyesal lalu bertaubatlah

Dalam kitam Shu’udut Tashdiq syarah kitab Sullam Taufiq. Menyesal ialah bersedinya hati seorang hamba atas maksiat yang dia lakukan dan berharap sesuatun yang terjadi pada dirinya tidak pernah terjadi. Tapi apalah daya terjadi adalah ketetapan Allah yng harus kita hadapi meski kadang manis dan pahit dalam sebuah takdir.


Mungkin selama ini kita tak begitu menghiraukan tentang sifat ini, tapi sesungguhnya sifat ini merupakan anugerah Allah kepada hambanya, karena apa bila sifat ini dirasakan oleh seorang hamba maka tatkala itu juga Allah menegur dan mempeingatkan kita agar segera bertobat.


Dalam kajiannya Gus Faidz Bajuri menyampaikan kita haruslah sangat bersyukur karena kita telah ditakdirkan menjadi umat Rosulullah Saw. Coba kita pikirkan bersama ketika seorang hamba terbesit dalam hatinya niat baik maka dia akan memperoleh 1 kebaikan, meskipun kita nantinya kita belum dapat melakunnya, tapi bila kita melakukannya maka akan dicatat 10 kali lipat. Tapi hal ini berbeda dengan amal jelek, ketika terbesit niat jelek di hati seorang hamba maka tidak akan langsung dicatatnya sebelum seorang hamba melukannya tapi hal itupun Cuma dicatat dengan 1 kejelekan. Bahkan dalam satu riwayat menyebutkan malaikat amal jelek tidak akan langsung mencatatnya berharap hamba tersebut bertobat hingga waktu sore barulah malaikat akan mencatatnya.


Masyaallah begitu maha luasnya rahmat Allah kepada umat nabi Muhammad Saw. Hal ini tidak terjadi kecuali kepad umat ini. Coba kita perhatikan umat terdahulu ketika umat terdahulu menyatakan bahwa dirinya ingin bertobat, maka Allah memerintahkan untuk membunuh dirinya sendiri sebagai rasa menyesal hal ini terjadi pada masa Nabi Musa As. Dimasa Nabi Isa As. Kerika seorang hamba melakukan maksiat maka akan tertulis di depan pintunya hadzal ashi (ini adalah orang yang bermaksiat).


Coba kita renungi bersama jika semua aib ditampakkan oleh Allah di dunia ini….,apabila hal tersebut terjadi pada zaman kita, Masyaallah patutnya kita harus sangat bersunyukur atas limpahan rahmat yang Alla berikan pada umat Nabi Muhammad Saw.


 

 

Allahumma Sholli A'la Sayyidina Muhammad. Allahu A'lam Bis Showab

MENYESAL ADALAH ANUGERAH ALLAH

Menyesal lalu bertaubatlah

Dalam kitam Shu’udut Tashdiq syarah kitab Sullam Taufiq. Menyesal ialah bersedinya hati seorang hamba atas maksiat yang dia lakukan dan berharap sesuatun yang terjadi pada dirinya tidak pernah terjadi. Tapi apalah daya terjadi adalah ketetapan Allah yng harus kita hadapi meski kadang manis dan pahit dalam sebuah takdir.


Mungkin selama ini kita tak begitu menghiraukan tentang sifat ini, tapi sesungguhnya sifat ini merupakan anugerah Allah kepada hambanya, karena apa bila sifat ini dirasakan oleh seorang hamba maka tatkala itu juga Allah menegur dan mempeingatkan kita agar segera bertobat.


Dalam kajiannya Gus Faidz Bajuri menyampaikan kita haruslah sangat bersyukur karena kita telah ditakdirkan menjadi umat Rosulullah Saw. Coba kita pikirkan bersama ketika seorang hamba terbesit dalam hatinya niat baik maka dia akan memperoleh 1 kebaikan, meskipun kita nantinya kita belum dapat melakunnya, tapi bila kita melakukannya maka akan dicatat 10 kali lipat. Tapi hal ini berbeda dengan amal jelek, ketika terbesit niat jelek di hati seorang hamba maka tidak akan langsung dicatatnya sebelum seorang hamba melukannya tapi hal itupun Cuma dicatat dengan 1 kejelekan. Bahkan dalam satu riwayat menyebutkan malaikat amal jelek tidak akan langsung mencatatnya berharap hamba tersebut bertobat hingga waktu sore barulah malaikat akan mencatatnya.


Masyaallah begitu maha luasnya rahmat Allah kepada umat nabi Muhammad Saw. Hal ini tidak terjadi kecuali kepad umat ini. Coba kita perhatikan umat terdahulu ketika umat terdahulu menyatakan bahwa dirinya ingin bertobat, maka Allah memerintahkan untuk membunuh dirinya sendiri sebagai rasa menyesal hal ini terjadi pada masa Nabi Musa As. Dimasa Nabi Isa As. Kerika seorang hamba melakukan maksiat maka akan tertulis di depan pintunya hadzal ashi (ini adalah orang yang bermaksiat).


Coba kita renungi bersama jika semua aib ditampakkan oleh Allah di dunia ini….,apabila hal tersebut terjadi pada zaman kita, Masyaallah patutnya kita harus sangat bersunyukur atas limpahan rahmat yang Alla berikan pada umat Nabi Muhammad Saw.


 

 

Allahumma Sholli A'la Sayyidina Muhammad. Allahu A'lam Bis Showab

No comments