Social Items

 







Dengki

Dengki adalah keinginan (cita-cita) melenyapkan nikmat orang lain.


Adapun cita-cita ingin menjadi seperti orang lain disebut gibtah (gemar, menaruh hati),hal ini tidak dicela bahkan dianjurkan sebab rasa gemar akan membentuk sifat-sifat terpuji.


Karena demikian Nabi SAW pun bersabdah : “mukmin menaruh hati (gemar, ingin mencontoh orang lain yang baik-baik) dan munafiq itu pendengki.”


Sebab-sebab kedengkian itu ada tiga:

1.     Benci kepada orang yang di dengki karena kelebihan yang nampak padanya atau nikmat yang dilimpahkan Allah untuknya.

2.     Orang yang di dengki lebih tinggi martabat, sedangkan si pendengki tidak mampu mencapainya.

3.     Pelit si pendengki atas kelebihan (potensi-potensinya) sehingga dia iri hati kepada setiap orang yang lebih baik dari dirinya.

Obat penghilang dengki dari semua hati ialah berpegang pada agama, melihat pada kedengkian ada kemudharatan dan ridha qadha dan qadar (ketentuan) Allah.

Dalil bahwa dengki di cela adalah hadits Nabi SAW :  “ kedengkian memakan kebaikan-kebaikan seperti api memakan kayu bakar.”


PERILAKU SIFAT DENGKI

 







Dengki

Dengki adalah keinginan (cita-cita) melenyapkan nikmat orang lain.


Adapun cita-cita ingin menjadi seperti orang lain disebut gibtah (gemar, menaruh hati),hal ini tidak dicela bahkan dianjurkan sebab rasa gemar akan membentuk sifat-sifat terpuji.


Karena demikian Nabi SAW pun bersabdah : “mukmin menaruh hati (gemar, ingin mencontoh orang lain yang baik-baik) dan munafiq itu pendengki.”


Sebab-sebab kedengkian itu ada tiga:

1.     Benci kepada orang yang di dengki karena kelebihan yang nampak padanya atau nikmat yang dilimpahkan Allah untuknya.

2.     Orang yang di dengki lebih tinggi martabat, sedangkan si pendengki tidak mampu mencapainya.

3.     Pelit si pendengki atas kelebihan (potensi-potensinya) sehingga dia iri hati kepada setiap orang yang lebih baik dari dirinya.

Obat penghilang dengki dari semua hati ialah berpegang pada agama, melihat pada kedengkian ada kemudharatan dan ridha qadha dan qadar (ketentuan) Allah.

Dalil bahwa dengki di cela adalah hadits Nabi SAW :  “ kedengkian memakan kebaikan-kebaikan seperti api memakan kayu bakar.”


No comments