BREAKING NEWS

Author

Wednesday, February 10, 2021

Kisan pembangun jiwa: Cendekiawan dan seorang Darwis


kisah cendekia dan sufi



Terlalu peduli pada aturan seringkali membuat kita melupakan ruh atau hakikat sesuatu. Dalam sebuah kisah sufi yang terkenal dari diceritakan ada seorang cendekiawan yang sedang Mendayung perahu di sebuah danau yang luas. Ia mendekati sebuah pulau kecil dan mendengar seorang Darwis melantunkan lafadz Allahu akbar.


Namun si Darwis melafalkan frasa bahasa Arab sangat buruk, sehingga Iya (lafal yang terdengar) menjadi Allahu himar (Allah itu keledai). Tentu saja cendekiawan itu terkejut dan dengan cepat Mendayung ke arah Pulau itu untuk menegur si Darwis dan mengoreksi ucapannya. Setibanya di Pulau itu ia segera menemui si Darwis dan menjelaskan kekeliruannya. Ia juga mengatakan bahwa jika diucapkan dengan penuh ketulusan dan keimanan frasa suci ini dapat memberi kekuatan yang sangat besar sehingga orang itu bahkan bisa berjalan di atas air.


 

Setelah mengoreksi Darwis cendekiawan itu kembali pulang dengan Mendayung perahunya. Hatinya diliputi oleh rasa senang dan bahagia karena merasa telah melakukan amal Suci yakni, mengoreksi salah ucap di Darwis ia merasa telah memberikan pelayanan kepada pria Malang yang ceroboh itu.


 

Namun beberapa menit kemudian si cendekiawan mendengar satu suara menyeru dibelakangnya. Ia sangat terkejut ketika melihat Darwis itu berlari di atas air sampai berteriak “Tunggu, Tolong ulangi lagi Bagaimana melafalkannya dengan benar, aku hawatir Sulit Bagiku melafalkannya dengan benar, karena aku telah melafalkannya dengan salah begitu lama”. Cendekiawan yang masih diliputi ke itu menjawab pelan “Temanku lafalkan saja karena engkau tahu Allah pasti akan menerima ibadah mu apa adanya”.


 

Marilah teman kita mengambil pelajaran dari cerita ini. Janganlah kita terlalu gampang mengoreksi orang lain, apalagi menyalahkannya, karena tidak semua yang tampak adalah kebenaran. Dan juga jangan sampai kita selalu mengingat-ingat amal baik yang telah kita lakukan apalagi menceritakannya kepada orang lain, cukuplah sandarkan kepada Allah yang maha kuasa atas amal baik yang telah kita perbuat.


dikutip dari ngopi di pesantren hal. 33

Share this:

Post a Comment

 
Copyright © 2014 HASAN JUFRI | Official Website. Designed by OddThemes