Manusia saat mendapatkan suatu nikmat itu ada 3 golongan:

1. Senang pada pemberian itu bukan karena yang memberi dan mewujudkannya, akan tetapi karna adanya rasa senang itu sendiri.

2. Senang pada pemberian itu karena ia tahu siapa yang memberikan dan menyampaikan padanya (Allah).

3. Senang karena Allah, ia tidak menghiraukan dhohir dari kesenangan ataupun bathin dari pemberian itu, akan tetapi ia disibukkan dengan Allah bukan dengan yang lainnya.

- Golongan yang pertama adalah termasuk orang-orang yang lalai, persis seperti yang Allah firmankan :

( حتَّىٰٓ إذا فرحواْ بمآ أوتوٓاْ أخذنَهٰم بغتة )

( Sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, kami siksa mereka secara tiba-tiba)

- Golongan kedua persis seperti yang Allah firmankan :

(قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ)

(Katakanlah (Muhammad), “Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Itu lebih baik dari pada apa yang mereka kumpulkan)

- Golongan ketiga persis seperti yang Allah firmankan : 
(قُلِ اللَّهُ ۖ ثُمَّ ذَرْهُمْ فِي خَوْضِهِمْ يَلْعَبُونَ)

(Katakanlah, “Allah-lah (yang menurunkannya),” kemudian (setelah itu), biarkanlah mereka bermain-main dalam kenikmatannya)

- Allah telah berfirman kepada Nabi Daud -'alaihi assalam- " wahai Daud katakan pada hamba-hambaku yang percaya padaku, berbahagialah kalian, besenang-senanglah kalian dengan mengingatku"

Semoga Allah jadikan kesenangan kita karnanya dan karna ridhonya, dan semoga Allah jadikan kita bukan termasuk golongan orang-orang yang lalai, dan menuntun kita pada jalan orang-orang yang bertaqwa, dengan rahmat dan keutamaannya, amiin.

Terjemahan santai, dari kitab Al-Hikam Al- 'athoiyyah.


Tulisan: Gus Faidh Bajuri.

3 Golongan Manusia Saat Mendapat Nikmat


Manusia saat mendapatkan suatu nikmat itu ada 3 golongan:

1. Senang pada pemberian itu bukan karena yang memberi dan mewujudkannya, akan tetapi karna adanya rasa senang itu sendiri.

2. Senang pada pemberian itu karena ia tahu siapa yang memberikan dan menyampaikan padanya (Allah).

3. Senang karena Allah, ia tidak menghiraukan dhohir dari kesenangan ataupun bathin dari pemberian itu, akan tetapi ia disibukkan dengan Allah bukan dengan yang lainnya.

- Golongan yang pertama adalah termasuk orang-orang yang lalai, persis seperti yang Allah firmankan :

( حتَّىٰٓ إذا فرحواْ بمآ أوتوٓاْ أخذنَهٰم بغتة )

( Sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, kami siksa mereka secara tiba-tiba)

- Golongan kedua persis seperti yang Allah firmankan :

(قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ)

(Katakanlah (Muhammad), “Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Itu lebih baik dari pada apa yang mereka kumpulkan)

- Golongan ketiga persis seperti yang Allah firmankan : 
(قُلِ اللَّهُ ۖ ثُمَّ ذَرْهُمْ فِي خَوْضِهِمْ يَلْعَبُونَ)

(Katakanlah, “Allah-lah (yang menurunkannya),” kemudian (setelah itu), biarkanlah mereka bermain-main dalam kenikmatannya)

- Allah telah berfirman kepada Nabi Daud -'alaihi assalam- " wahai Daud katakan pada hamba-hambaku yang percaya padaku, berbahagialah kalian, besenang-senanglah kalian dengan mengingatku"

Semoga Allah jadikan kesenangan kita karnanya dan karna ridhonya, dan semoga Allah jadikan kita bukan termasuk golongan orang-orang yang lalai, dan menuntun kita pada jalan orang-orang yang bertaqwa, dengan rahmat dan keutamaannya, amiin.

Terjemahan santai, dari kitab Al-Hikam Al- 'athoiyyah.


Tulisan: Gus Faidh Bajuri.