Social Items


Wahai Anakku (Bag 3)

Wahai anakku, tanpa beramal, maka kau tidak akan mendapati pahala, diceritakan bahwa ada seorang pemuda dari kalangan bani israil, ia telah beribadah selama 70 tahun, kemudian Allah ingin membanggakan ia di hadapan para malaikat, diutuslah seorang malaikat untuk mengabarinya bahwa dengan ibadah-ibadahnya itu ia tidak pantas untuk masuk surga, saat ia tau hal itu, ia merespon seraya berkata; seyogyanya bagi kita ini untuk beribadah,! karna kita hanya di ciptakan untuk itu. 

Kemudian saat malaikat itu kembali menghadap allah, ditanyalah dia perihal jawaban dari hambanya, mailaikat pun menjawab; wahai tuhanku, sungguh engkau lebih tau terhadap jawabannya, Allah berfirman ; berarti ia tidak berpaling dari beribadah padaku, maka dengan kemurahan dan kedermawananku, akupun tidak akan berpaling darinya, saksikanlah wahai para malaikatku, bahwa aku telah mengampuni dosa-dosanya.

Rasulullah Sallahu Alaihi Wa Sallam bersabda; intropeksilah diri kalian sebelum datang masa penghakiman, dan timbanglah amal kalian sebelum datang masa penimbangan amal.

Sayyidina Ali -karramallahu wajhah- berkata; barang siapa yang berprasangka bahwa ia tanpa usaha bisa sampai, maka ia adalah orang yang berangan-angan, dan barang siapa yang berprasangka bahwa ia dengan mengerahkan usaha bisa sampai, maka ia adalah orang yang tidak butuh (rahmat).

Al Imam al Hasan rahimahullah berkata; mengaharap dan mencari surga tanpa amal, adalah suatu dosa. Dan tanda suatu hakikat adalah, tidak melihat-lihat amal, bukan meninggalkan beramal.

Rasulullah Rasulullah Sallahu Alaihi Wa Sallam bersabda; orang yang cerdas adalah orang yang mempersiapkan dirinya, dan beramal untuk akhiratnya, dan orang dungu adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya dan berangan-angan lebih atas allah,

Bersambung episode selanjutnya insyaAllah 😊

"Wahai Anakku" ~ Gus Zah Faid (Episode 3)


Wahai Anakku (Bag 3)

Wahai anakku, tanpa beramal, maka kau tidak akan mendapati pahala, diceritakan bahwa ada seorang pemuda dari kalangan bani israil, ia telah beribadah selama 70 tahun, kemudian Allah ingin membanggakan ia di hadapan para malaikat, diutuslah seorang malaikat untuk mengabarinya bahwa dengan ibadah-ibadahnya itu ia tidak pantas untuk masuk surga, saat ia tau hal itu, ia merespon seraya berkata; seyogyanya bagi kita ini untuk beribadah,! karna kita hanya di ciptakan untuk itu. 

Kemudian saat malaikat itu kembali menghadap allah, ditanyalah dia perihal jawaban dari hambanya, mailaikat pun menjawab; wahai tuhanku, sungguh engkau lebih tau terhadap jawabannya, Allah berfirman ; berarti ia tidak berpaling dari beribadah padaku, maka dengan kemurahan dan kedermawananku, akupun tidak akan berpaling darinya, saksikanlah wahai para malaikatku, bahwa aku telah mengampuni dosa-dosanya.

Rasulullah Sallahu Alaihi Wa Sallam bersabda; intropeksilah diri kalian sebelum datang masa penghakiman, dan timbanglah amal kalian sebelum datang masa penimbangan amal.

Sayyidina Ali -karramallahu wajhah- berkata; barang siapa yang berprasangka bahwa ia tanpa usaha bisa sampai, maka ia adalah orang yang berangan-angan, dan barang siapa yang berprasangka bahwa ia dengan mengerahkan usaha bisa sampai, maka ia adalah orang yang tidak butuh (rahmat).

Al Imam al Hasan rahimahullah berkata; mengaharap dan mencari surga tanpa amal, adalah suatu dosa. Dan tanda suatu hakikat adalah, tidak melihat-lihat amal, bukan meninggalkan beramal.

Rasulullah Rasulullah Sallahu Alaihi Wa Sallam bersabda; orang yang cerdas adalah orang yang mempersiapkan dirinya, dan beramal untuk akhiratnya, dan orang dungu adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya dan berangan-angan lebih atas allah,

Bersambung episode selanjutnya insyaAllah 😊