Semarak Lomba Muhafadzoh Imrithi di Pondok Pesantren Hasan Jufri

 


 Pada malam Sabtu, 29 Mei 2026, Pondok Pesantren Hasan Jufri mengadakan lomba Muhafazdoh imrithi yang diikuti oleh delegasi dari setiap Jam’iyah Far’iyyah. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme dari para santri yang hadir memadati tempat acara pada malam itu.

Lomba Muhafadzoh Imrithi bukan hanya tentang siapa yang paling banyak menghafal nadzom, bukan pula sekadar ajang perlombaan untuk mencari juara. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk perjuangan santri dalam menjaga ilmu, melatih kesabaran, serta membiasakan diri untuk mencintai warisan ulama sejak dini.


Di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat, kemampuan menghafal kitab seperti Imrithi menjadi sesuatu yang istimewa. Tidak semua orang mampu duduk berjam-jam, mengulang bait demi bait, lalu menjaga hafalan itu agar tetap melekat dalam ingatan. Karena itulah, setiap santri yang mengikuti lomba muhafadzoh sejatinya sedang belajar tentang arti kesungguhan.


Suasana lomba pun terasa penuh semangat. Para delegasi tampil dengan rasa percaya diri sambil melantunkan nadzom Imrithi di hadapan dewan juri dan para penonton. Ada yang membacanya dengan suara lantang, ada pula yang tenang namun penuh penghayatan. Semua menunjukkan usaha terbaik mereka setelah melewati proses latihan yang tidak singkat.


Namun di balik semua itu, ada nilai yang jauh lebih penting daripada kemenangan. Muhafadzoh mengajarkan bahwa ilmu harus dijaga. Hafalan bukan hanya untuk diucapkan saat lomba, tetapi untuk menjadi bekal dalam memahami ilmu nahwu dan memperdalam pemahaman agama. Dari sinilah santri belajar bahwa keberhasilan tidak lahir dari kemudahan, melainkan dari ketekunan yang terus diulang setiap hari.


Lomba ini juga menjadi bukti bahwa tradisi pesantren tetap hidup dan terus berkembang. Nadzom-nadzom yang dahulu diajarkan para ulama masih terus dibaca, dihafal, dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Dengan begitu, pesantren tidak hanya menjaga pendidikan, tetapi juga menjaga mata rantai keilmuan Islam agar tetap bersinar sepanjang zaman.



Dalam pelaksanaan lomba ini, terdapat dua orang juri yang bertugas menilai penampilan para peserta, mulai dari kelancaran pembacaan nadzom, hingga pertanyaan tentang nahwu. Selain itu, satu moderator turut memandu jalannya acara sehingga kegiatan berlangsung tertib dan penuh semangat.

 

Pada akhirnya, Lomba Muhafadzoh Imrithi memang bukan sekadar menghafal. Ia adalah latihan kesabaran, perjuangan melawan rasa malas, serta jalan untuk mendekatkan diri kepada ilmu yang penuh keberkahan. Sebab santri yang menjaga hafalannya hari ini, bisa jadi akan menjadi penerus ilmu di masa depan.

               

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama