Di tengah padatnya aktivitas dan kesibukan yang terus berjalan tanpa henti ada satu hal yang perlahan mulai ditinggalkan yaitu Al-Qur’an Bukan karena tidak bisa tetapi karena sering merasa nanti saja sampai akhirnya kata nanti berubah menjadi jarang
Padahal Al-Qur’an bukan sekadar bacaan Ia adalah sumber
ketenangan penuntun hidup dan cahaya bagi hati Ketika hubungan dengan Al-Qur’an
mulai renggang ada dampak yang sering tidak disadari
Hati terasa kosong tanpa sebab yang jelas Semua terlihat
baik tetapi ada kegelisahan yang sulit dijelaskan Itu bisa jadi karena hati
jarang disentuh ayat-ayat Allah yang seharusnya menjadi penenang
Ibadah terasa lebih berat Shalat menjadi kurang khusyuk
dzikir sering terlewat bahkan niat baik mudah tertunda Ini terjadi karena iman
tidak mendapatkan asupan yang cukup dari Al-Qur’an
Pikiran menjadi lebih mudah dipenuhi hal negatif
Overthinking prasangka dan hal yang tidak bermanfaat lebih mudah masuk karena
tidak ada cahaya Al-Qur’an yang menjaga arah berpikir
Hati perlahan menjadi keras Nasehat sulit masuk teguran
tidak terasa bahkan dosa mulai dianggap biasa Ini yang paling berbahaya karena
terjadi tanpa disadari
Ibadah kehilangan rasa nikmat Tidak ada lagi kehangatan
dalam beribadah bukan karena ibadahnya yang salah tetapi karena hati jauh dari
sumber ketenangan yaitu Al-Qur’an
Mulai tidak harus langsung banyak Cukup dari hal kecil
seperti satu halaman setelah shalat lima menit setiap hari atau bahkan satu
ayat yang dibaca dengan penuh kesadaran
Al-Qur’an tidak menunggu kita menjadi baik terlebih dahulu
Justru dengan mendekat kepadanya kita akan diperbaiki sedikit demi sedikit
Jangan tunggu hati tenang untuk membaca Al-Qur’an Bacalah maka ketenangan itu akan datang
Karena apa yang sering kita cari dalam hidup sebenarnya sudah Allah titipkan dalam setiap ayat-Nya
