Hasan Jufri - Pada zaman Al Imam al Juned radiyAllahu 'anhu, ada seorang perempuan yang mengadu perihal suaminya pada sang imam.

"Wahai imam, suamiku ingin menduakanku"
Kemudian beliaupun menjawab:  "Selama tidak melebihi empat, boleh-boleh saja"

Lantas perempuan itu menimpali: "Wahai imam, andai saja melihat pada selain mahram itu diperbolehkan, maka akan ku perlihatkan wajahku ini padamu, agar kau tahu bahwa perempuan sepertiku tidak layak untuk diduakan"

Tiba-tiba beliau pingsan tak sadarkan diri setelah mendengar perkataan perempuan itu.
Dan setelah siuman, beliaupun ditanya: "Ada apa gerangan pingsan?"

Beliau menjawab: "Seakan-akan Allah berkata, kalau saja hambaku bisa melihatku di dunia, akan kubuka hijab yang menghalangi pandangannya untuk melihat dzatku, agar ia tau, bahwa mereka yang menjadikanku Tuhan, tidak layak untuk mencintai selainku di hatinya"



Tulisan Gus Zah Faidh Bajuri, Tarim, 08 Agustus 2018 M

Sang Maha Indah


Hasan Jufri - Sombong/al Kibr itu adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia. Jika kita belum belum mampu bersikap tawadhu' (rendah hati), sebaiknya belajar untuk tidak menyombongkan diri.

Ulama tasawwuf telah mengajarkan kita cara mawas diri agar tidak terjebak dalam sikap merasa lebih baik, membanggakan diri dan sombong.

  • Ketika kita melihat seseorang anak yg masih kecil kita bisa berkata dalam hati: “Anak ini belum pernah berbuat maksiat sedangkan aku tak terbilang dosa yang telah kulakukan maka jelaslah anak ini lebih baik dariku.”
  • Ketika kita melihat orang tua hati kita berkata: “Orang ini telah beramal banyak sebelum aku berbuat apa-apa maka tentu ia lebih baik dariku.”
  • Ketika kita melihat seorang ‘alim hati kita berkata: “Orang ini telah dianugerahi ilmu yang tidak kumiliki ia juga berjasa telah mengajarkan ilmunya. Mengapa aku masih juga memandang ia bodoh bukankah seharusnya aku bertanya dan banyak belajar darinya”
  • Ketika seorang 'alim melihat orang awam melakukan sebuah kesalahan atau dosa, maka hatinya berkata: "Dia melakukan kesalahan itu karena ketidaktahuannya, sedangkan aku melakukan kesalahan padahal aku tahu kalau itu sebuah dosa, maka tentu orang awam ini lebih dari diriku".

Waspadalah kita karena sikap dan perilaku merasa lebih baik/lebih mulia bisa menimpa siapa saja.
Seorang tokoh yang memiliki pengikut banyak reputasi yang luas juga berpotensi untuk menyombongkan diri lantaran ketokohannya dan pengikutnya yang banyak tanpa disadari sedikit demi sedikit kesombongan itu mulai mengakar dan akhirnya hatinya berkata: Ana Khairun minhu (aku lebih baik darinya).

Kita berlindung kapada Allah dari perbuatan sombong baik dalam bentuk sifat sikap maupun perilaku karena ia dapat menjadi penghalang masuk jannah. Rasulullah SAW bersabda “Tidak akan masuk syurga seseorang yang terdapat dalam hatinya sifat sombong meskipun hanya sebesar biji sawi.”

Allahumma Ya Rabbana...
Jauhkanlah kami dari sifat sombong, karuniakanlah kami sifat Tawadhu', bersihkanlah hati kami dari segala penyakit hati, Aamiin.

Kiat Agar Terhindar Dari Sifat Sombong, Oleh Gus Abdul Halim, Lc