Wahai Anakku Bagian 5


Wahai anakku, ilmu tanpa amal adalah suatu kegilaan, dan amal tanpa ilmu adalah kesia-siaan.

Ketahuilah bahwa ilmu yang hari ini tidak menjauhkanmu dari maksiat, dan tidak membawamu pada keta'atan, maka kelak ia tidak akan menjauhkanmu dari api neraka, 

Bila sekarang engkau tidak beramal ,dan mengejar apa yang telah terlewatkan, maka kelak kau akan meratap di hari kiamat ;

فارجعنا نعمل صلحا
Kembalikanlah kami (kedunia) sehingga kami akan beramal shaleh,

Kemudian ada yang menjawab; "Hai orang dungu, bukankah engkau datang dari sana (dunia)?"

Wahai anakku, pupuklah semngat dalam rohanimu,kekalahan dalam nafsumu, dan kematian dalam badanmu, karena pada akhirnya tempatmu adalah kubur, dan para ahli kubur senantiasa menantimu setiap saat sampai kau datang, maka sangat berhati-hatilah untuk datang tanpa bekal,

Sayyidina Abu Bakr as-Siddiq -radhiyallahu 'anhu- berkata; raga ini semisal sangkar burung dan kandang binatang,maka nilailah seperti apakah dirimu, bila engkau seperti burung yang terletak di atas, maka saat terdengar bunyi genderang ;

ارجعي إلى ربك
Kembalilah kau pada tuhanmu,

Maka engkau akan terbang menjulang tinggi ke atas sehingga sampai di puncak menara-menara surga.

Seperti yang di sabdakan Rasulullah Sallallahu 'alaihi Wasallam ;

اهتز عرش الرحمن لموت سعد بن معاذ
"Singgasana Allah berguncang karena kematian Sa'ad bin Mu'adz"

Dan - wal 'iyadzu billah- bila engkau seperti binatang , persis apa yang di firmankan Allah ;

أولئك كالانعام بل هم أضل
"Mereka seperti binatang bahkan lebih sesat"

Maka kau tidak akan tenang, karena perpindahanmu adalah dari emperan dunia, menuju jurang api neraka.

Diriwayatkan, bahwa disodorkan kepada imam Hasan Bashri -rahimahullah- seteguk air dingin, saat ia mengambil cangkir itu, tiba-tiba ia pingsan, dan cangkirpun jatuh dari tangannya, saat siuman, ia ditanya ; "Ada apa denganmu wahai imam?"
Ia menjawab; "Aku teringat angan-angan penduduk neraka saat mereka berkata kepada penduduk surga".

أفيضوا علينا من الماء أو مما رزقكم الله
Berikan pada kami air atau apa yang Allah limpahkan pada kalian.

Bersambung ...

Wahai Anakku-Gus Zah Faid, Bagian 5


Pengertian Tuberkulosis

Tuberkulosis (TB) yang juga dikenal dengan singkatan TBC, adalah penyakit menular paru-paru yang disebabkan oleh basil Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini ditularkan dari penderita TB aktif yang batuk dan mengeluarkan titik-titik kecil air liur dan terinhalasi oleh orang sehat yang tidak memiliki kekebalan tubuh terhadap penyakit ini.

TB termasuk dalam 10 besar penyakit yang menyebabkan kematian di dunia. Data WHO menunjukkan bahwa pada tahun 2015, Indonesia termasuk dalam 6 besar negara dengan kasus baru TB terbanyak.

Gejala dan Jenis Tuberkulosis

TB paling sering menyerang paru-paru dengan gejala klasik berupa batuk, berat badan turun, tidak nafsu makan, demam, keringat di malam hari, batuk berdarah, nyeri dada, dan lemah. Jenis batuk juga bisa berdahak yang berlangsung selama lebih dari 21 hari.

Saat tubuh kita sehat, sistem kekebalan tubuh dapat memberantas basil TB yang masuk ke dalam tubuh. Tapi, sistem kekebalan tubuh juga terkadang bisa gagal melindungi kita.

Basil TB yang gagal diberantas sepenuhnya bisa bersifat tidak aktif untuk beberapa waktu sebelum kemudian menyebabkan gejala-gejala TB. Kondisi ini dikenal sebagai tuberkulosis laten. Sementara basil TB yang sudah berkembang, merusak jaringan paru-paru, dan menimbulkan gejala dikenal dengan istilah tuberkulosis aktif.

Penyebab dan Faktor Risiko Tuberkulosis

Penyebab tuberkulosis adalah Mycobacterium tuberculosis. Basil tersebut menyebar di udara melalui semburan titik-titik air liur dari batuk pengidap TB aktif.

Terdapat sejumlah orang yang memiliki risiko penularan TB yang lebih tinggi. Kelompok-kelompok tersebut meliputi:

Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti pengidap HIV/AIDS, diabetes, atau orang yang sedang menjalani kemoterapi.
Orang yang mengalami malnutrisi atau kekurangan gizi.
Perokok.
Pecandu narkoba.
Orang yang sering berhubungan dengan pengidap TB aktif, misalnya petugas medis atau keluarga pengidap.

Proses Diagnosis Tuberkulosis

Tuberkulosis termasuk penyakit yang sulit untuk terdeteksi. Dokter biasanya menggunakan beberapa cara untuk mendiagnosis penyakit ini, antara lain:

Rontgen dada.
Tes Mantoux.
Tes darah.
Tes dahak.

Pengobatan dan Pencegahan Tuberkulosis

Penyakit yang tergolong serius ini dapat disembuhkan jika diobati dengan benar. Langkah pengobatan yang dibutuhkan adalah dengan mengonsumsi beberapa jenis antibiotik dalam jangka waktu tertentu.

Sementara langkah utama untuk mencegah TB adalah dengan menerima vaksin BCG (Bacillus Calmette-Guerin). Di Indonesia, vaksin ini termasuk dalam daftar imunisasi wajib dan diberikan sebelum bayi berusia 2 bulan.

Risiko Komplikasi Tuberkulosis

Apabila tidak diobati, bakteri TB dapat menyebar ke bagian tubuh lain dan berpotensi mengancam jiwa pengidap. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi adalah:

Nyeri tulang punggung.
Meningitis.
Kerusakan sendi.
Gangguan hati, ginjal, atau jantung.


Ditinjau oleh: dr. Marianti

Via: www.alodokter.com

BAHAYA; Penyakit Tuberkulosis atau Dikenal Dengan Istilah TBC



Melihat keadaan negeri kita sekarang, ada beberapa nasehat teruntuk orang-orang awam seperti kita.
1. Diam
2. Kurangi konsumsi berita media sosial (hoax terlalu mewabah)
3. Benahi diri, dan keluarga
4. Hindari hujatan, cacian 
5. Perbanyak doa, karena itu senjata kita.

Teruntuk orang tua di negeri tercinta, anak-anak kita sedang dipertaruhkan masa depannya, dan di tangan mereka kemudi arah berlayar negara.

Jaga mereka, pergaulan mereka, pendidikan mereka, jangan pernah beralasan hawatir, takut, kasian, untuk kebaikan mereka kelak, atau kita dan masa depan mereka yang menjadi taruhannya.

Teruntuk santri dan para pelajar, sadarlah!! kepercayaan kita terhadap guru dan ulama' kita mulai di kikis perlahan-lahan, karna mereka tau, melemahkan islam dengan menghapus kepercayaan pewarisnya, saat mereka berhasil melumpuhkannya, saat itu pula kunci kehancuran kita ada di tangan mereka, pupuk kembali kepecayaan kita terhadap mereka.

Dan untuk orang yang berkuasa, apapun jabatanmu, perjalanan hidupmu hanya puluhan tahun di dunia, sedang kematian selalu mengintaimu , saat ia datang lebur segala apa yang kau miliki, jabatan, harta, bahkan nafasmu, dan ingatlah saat hari penghakimanmu di hadapan Allah, saat itu semua akan dipertanggung jawabkan, jagalah amanah besar yang dibebankan di pundak kalian.

Hasbunallah wani'mal wakil...

Tulisan: Gus Faidh Bajuri, Lc

5 Sikap Agar Terhindar Dari Perpecahan Dalam Negeri


Manusia saat mendapatkan suatu nikmat itu ada 3 golongan:

1. Senang pada pemberian itu bukan karena yang memberi dan mewujudkannya, akan tetapi karna adanya rasa senang itu sendiri.

2. Senang pada pemberian itu karena ia tahu siapa yang memberikan dan menyampaikan padanya (Allah).

3. Senang karena Allah, ia tidak menghiraukan dhohir dari kesenangan ataupun bathin dari pemberian itu, akan tetapi ia disibukkan dengan Allah bukan dengan yang lainnya.

- Golongan yang pertama adalah termasuk orang-orang yang lalai, persis seperti yang Allah firmankan :

( حتَّىٰٓ إذا فرحواْ بمآ أوتوٓاْ أخذنَهٰم بغتة )

( Sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, kami siksa mereka secara tiba-tiba)

- Golongan kedua persis seperti yang Allah firmankan :

(قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ)

(Katakanlah (Muhammad), “Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Itu lebih baik dari pada apa yang mereka kumpulkan)

- Golongan ketiga persis seperti yang Allah firmankan : 
(قُلِ اللَّهُ ۖ ثُمَّ ذَرْهُمْ فِي خَوْضِهِمْ يَلْعَبُونَ)

(Katakanlah, “Allah-lah (yang menurunkannya),” kemudian (setelah itu), biarkanlah mereka bermain-main dalam kenikmatannya)

- Allah telah berfirman kepada Nabi Daud -'alaihi assalam- " wahai Daud katakan pada hamba-hambaku yang percaya padaku, berbahagialah kalian, besenang-senanglah kalian dengan mengingatku"

Semoga Allah jadikan kesenangan kita karnanya dan karna ridhonya, dan semoga Allah jadikan kita bukan termasuk golongan orang-orang yang lalai, dan menuntun kita pada jalan orang-orang yang bertaqwa, dengan rahmat dan keutamaannya, amiin.

Terjemahan santai, dari kitab Al-Hikam Al- 'athoiyyah.


Tulisan: Gus Faidh Bajuri.

3 Golongan Manusia Saat Mendapat Nikmat